Renungan Harian Senin 26 Oktober 2020

Dunia ini mengalami keadaan yang bertambah sulit, ada “Masa yang sukar” seperti apa yang disampaikan oleh Firman Tuhan pada hari terakhir. Namun pada hari-hari terakhir apa yang harus kita lakukan, belajar dari pengajaran Tuhan Yesus mengenai bagaimana menghadapi hari-hari yang terakhir

Matius 24 dinyatakan Tanda-tanda Kesudahan Jaman

Ayat 5 – Mesias Palsu
Ayat 11 – Nabi Palsu
Ayat 6  – Perang antar bangsa –> Pemberontakan
Ayat 7 – Gempa Bumi
Lukas – Bala kepalaparan karena Wabah (Pandemi) – Penyakit sampar.
Ayat 38 – Pesta pora dan kemabukan

Namun hal yang lebih penting bukan saja bagaimana bukan mengetahui tanda jaman tetapi bagaimana mempersiapkan diri untuk menyambut kedatanganNya.

Apakah anda siap menyambut kedatangannya Tuhan Yesus yang kedua, belajar dari pengalaman kedatangan Tuhan yang pertama, banyak orang yang tidak siap menyambut kedatangan Tuhan. Pada Matius pasal 25 Tuhan memberikan Perumpamaan tentang bagaimana kita mempersiapkan diri dalam kehidupannya ini.

3 “JANGAN” dalam Menyambut Kedatangan-Nya

1. JANGAN BODOH

Perumpamaan Gadis Bodoh dan Gadis Bijaksana (Matius 25:1-13)

Dari perumpamaan ini hal utama yang Tuhan ajarkan adalah janganlah kita bodoh karena tidak memperiapakan (“Minyak”). Dalam Bahasa Alkitab Kebodohan bukanlah lawan dari kepandaian, namun lebih kepada arti tidak mengerti kehendak Tuhan.

Kebodohan = tidak menjalankan kehendak Tuhan.

Kebodohan yang dilakukan oleh sebagian wanita tersebut adalah karena tidak mempunyai minyak untuk persiapan. Apakah arti pelita yang padam? Dari konteks yang ada bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan bahwa pelita yang padam adalah kehidupan yang jahat, tindakan yang penuh dengan kompromi dengan dosa. Karena itulah untuk menjalani kehidupan dengan pelita yang terang, melakukan kehendak Allah adalah orang yang bergantung sepenuhnya kepada pertolongan Roh Kudus.

2. JANGAN MALAS

Perumpamaan mengenai Talenta (Matius 25:14-30)

Dalam perumpamaan ini, Tuhan menghendaki setiap kita untuk terus bekerja dan berkarya mengembangkan talenta yang diberikan oleh Tuhan. Tuhan menyatakan hamba yang tidak bertanggung jawab adalah Hamba yang Malas dan Jahat. Orang yang malas cenderung untuk menjadi orang jahat, tidak berusaha tetapi maunya menikmati hidup yang layak.

Setiap anak Tuhan pasti diberikan talenta, untuk melayani Tuhan dan sesama. Tugas kita adalah mengembangkannya, untuk melakukan tugas kita. Ada banyak wadah untuk kita bisa mengembangkan talenta. JANGAN MALAS dan JADILAH BERKAT melalui talenta yang Tuhan berikan.

3. JANGAN SOMBONG

Perumpamaan tentang Penghakiman pemisahan Kambing dan Domba (Matius 25:31-46)

Pada saat terakhir akan ada pemisahan antara golongan Kambing dan Domba, siapakah golongan domba? Dalam kehidupan kita Tuhan menyatakan bagaimana Dia memanggil kita untuk melayani semua orang dan secara jelas Tuhan mengidentikan dengan pelayanan kepada orang-orang yang dianggap kecil. Inilah pelayanan yang tidak sombong, mengerjakan semua pelayanan kepada sesama bukan dengan tujuan untuk mencari penghormatan, tapi sebaliknya pelayanan yang tidak mengharapkan timbal balik. ~ Pelayanan Kerendahan hati

Mari kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan dengan antisipasi untuk tidak BODOH, MALAS dan SOMBONG.

Mintalah anugerah untuk kita dapat melayani Tuhan dengan kekuatan dan Roh Kudus dan selalu mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan.

GB