Renungan Harian, Senin 27 Juli 2020

Jika kita menyebut padang gurun, hal apakah yang biasanya muncul di dalam benak kita? Mungkin ada yang berkata bahwa padang gurun adalah tempat yang tandus, tidak ada pohon yang tumbuh, tidak nyaman yang bisa membuat seseorang menderita bahkan mengalami kematian.

Banyak orang yang tanpa sadar ketika masuk ke padang gurun bertindak dengan tidak bijaksana. Mereka mencari-cari dan melakukan hal-hal menurut keinginan hati mereka sendiri, tanpa pengertian yang benar. Atau bila kita mencari jalan untuk melarikan diri dari proses ini, tanpa mengerti mengapa Allah menempatkan kita dalam situasi padang gurun, tanpa sadar kita akan memperpanjang proses masa padang gurun kita dan ini dapat menimbulkan penderitaan, frustasi dan bahkan kekalahan, sebab kita tidak mengetahui tujuan yang ditetapkan Allah bagi kita. Inilah yang dialami oleh bangsa Israel. Kurangnya pemahaman tentang proses masa padang gurun menyebabkan sebuah generasi tidak dapat mewarisi Tanah Perjanjian.

Mengapa Tuhan izinkan kita masuk padang gurun ?
Tentunya Tuhan memiliki maksud dan tujuan yang sangat baik dan tentu Tuhan tidak sedang mau membinasakan umatNya. Memang ‘padang gurun’ itu memang bukan tempat yang nyaman,  namun ketika kita memahami tujuan serta rela untuk mengalami pengalaman padang gurun, akan ada banyak terjadi mujizat bahkan hal hal yang mustahil sekalipun dapat terjadi disana. Asal kita percaya kepada Tuhan.

Masa padang gurun …. bisa diartikan masa-masa sukar dalam kehidupan kita: ketika rumah tangga sedang menghadapi masalah berat, krisis keuangan, usaha seret dan mau pailit, anak-anak memberontak, sakit-penyakit tak kunjung sembuh dan sebagainya.

Ketika kita sedang alami pengalaman berat, seperti pengalaman padang gurun ini, pasti muncul begitu banyak reaksi yang berbeda-beda dari setiap orang yang mengalaminya… ada yang bersungut-sungut, marah, tidak terima, dan menyalahkan Tuhan, meragukan kemampuan Tuhan atau respon sebaliknya untuk menyerah kepada Tuhan, bersiap diri lakukan yang terbaik dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan

REAKSI ADALAH SIKAP YANG DIHASILKAN DARI PENGALAMAN PADANG GURUN

“Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.” Ulangan 8:2

Jika kita memperhatikan lebih teliti lagi, ada keindahan di balik masa padang gurun. Justru saat berada di padang gurun inilah bangsa Israel merasakan pengalaman yang luar biasa bersama Tuhan, di mana Tuhan menyatakan mujizatnya secara luar biasa, di mana ada tiang awan di waktu siang dan tiang api di waktu malam; Laut Teberau terbelah sehingga mereka dapat berjalan melaluinya; ada roti dari sorga (manna) dan juga burung puyuh yang dikirim Tuhan,sehingga bangsa Israel tidak mengalami kelaparan, bahkan kasut dan baju merekapun bisa bertahan sampai 40 tahun!

MENEMUKAN TUHAN DI PADANG GURUN

Hal yang paling penting yang harus kita lakukan jika berada di padang gurun adalah: menemukan Tuhan, sebab sesungguhnya Dia adalah Sang Creator yang Agung, sumber mujizat, dan Dia tidak akan meninggalkan kita.

Tuhan berfirman: “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” (Yesaya 43:19)

Hal-Hal yang Tuhan Ingin Ajarkan Melalui Proses Pengalaman Padang Gurun :

1. MEMBANGUN DAYA TAHAN (Building Up Endurance)

Dari budak, menjadi Pahlawan yang Perkasa,

Yakobus 1:3-4 “Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

2. MELATIH KESABARAN KITA (Developing Patience)

KESABARAN,adalah kualitas diri yang dimiliki seorang Pahlawan. Mengapa KESABARAN ? Karena orang yang sabar akan dipercayakan tanggung jawab yang besar.

Amsal 16:32, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota”

3. Padang Gurun adalah akses MASUK KE TANAH PERJANJIAN

Padang gurun itu hanya sementara, Kita tidak akan menetap di padang gurun …..padang gurun hanyalah sebuah jalan masuk kepada Janji Tuhan.

Yesaya 32:15, “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebuh buah-buahan itu akan dianggap hutan.”

Orang orang yang telah berhasil melewati perjalanan “Padang gurun” maka hidupnya akan menjadi kesejukan, kepuasan, dan menjadi berkat bagi banyak orang. INILAH HASIL YANG TUHAN HARAPKAN DARI PROSES PENGALAMAN PADANG GURUN.

BW