Renungan Harian Youth, Kamis 25 Juni 2020

Roma 5:3-5, Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Pernah kah teman – teman ada di fase “Stuck” istilah lainnya sudah notok jedok tidak tahu harus ngapain lagi karena semua yang teman – teman lakukan itu sia-sia?
Bahkan kadang sampai punya pemikiran kaya gini, “ ya udah lah mau gimana lagi?” “Ya udah terima aja.” “Percuma ga mungkin bisa dirubah” “Aku sudah capek dan tidak ada yang berubah“

Perasaan ingin menyerah biasa datang ketika kita sudah berusaha melakukan yang terbaik, namun gagal, bahkan tak jarang setelah dicoba lagi tetap gagal dan itu terjadi berulang ulang. Tak jarang kita ingin menyerah ketika kita merasa tidak memiliki solusi untuk masalah yang sedang kita hadapi. Banyak hal yang terjadi yang membuat kita ingin menyerah.

Namun banyak orang yang menjadi orang yang luar biasa ketika mereka tidak menyerah, J. K. Rowling, dari single mother hingga jadi penulis fenomenal, Michael Jordan yang perah dikeluarkan dari tim tapi akhirnya jadi legenda basket, Thomas Alva Edison, dulu jadi murid dengan ranking terendah akhirnya jadi penemu besar.

Ijin kan saya membagikan sesuatu yang saya pegang sebagai salah satu prinsip hidup, “Jika salah, perbaiki. Jika gagal, coba lagi. Tapi jika kamu menyerah, semuanya selesai.” Ya, semua selesai ketika kamu menyerah.

Di dalam perjuangan kehidupan ke Kristenan sekalipun, sering kali kita dihadapkan dengan permasalahan yang sama. Berapa banyak dari kita yang merasa gagal membangun hubungan dengan Tuhan? Seberapa sering kita yang merasa gagal dalam pergumulan akan dosa? Berapa banyak yang merasa kita tidak punya masa depan yang baik karena apa yang sedang kita alami saat ini?

Di Alkitab Simon Petrus adalah salah satu tokoh yang pernah membuat kesalahan dan mengalami kegagalan dan itu tidak Cuma sekali. Petrus pernah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali namun Tuhan Yesus mampu memulihkannya dan membuatnya menjadi rasul yang luar biasa dan membawa banyak jiwa kepada Kristus.

Apa yang bisa kita lakukan supaya Tuhan tolong kita dan memulihkan hidup kita

1. Serahkan Masalahmu kepada Tuhan

Mazmur 37:5, Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak

Menyerahkan masalah kepada Tuhan ini memiliki arti Tuhan yang berdaulat atas hidup kita. Masalah kita itu bukan masalah yang tidak bisa diselesaikan bagi Tuhan.

Contoh : Karena ketapan Raja Darius, Daniel terpaksa dilempar ke dalam gua singa, tetapi Tuhan menolong Daniel sehingga singa-singa itu tidak ada yang melukai Daniel.

2. Percayalah kepada Tuhan

Amsal 3:5-6, Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Dalam hal ini jangan pakai pikiran dan cara-cara yang tidak berkenan bagi Tuhan untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Percaya Tuhan puny acara yang ajaib untuk menolong kita.

Contohnya, Tuhan menolong Yusuf keluar dari penjara lewat mengartikan mimpi pelayan Firaun, tetapi juru minum melupakan jasa Yusuf hingga Firaun mengalami mimpi yang hanya Yusuf yang bisa mengartikannya. Untuk kelanjutannya teman –  teman sudah tau, Yusuf menjadi orang nomor dua di Mesir.

Jika mungkin kita pernah melakukan kesalahan fatal, jangan menyerah! Masih ada kesempatan untuk memperbaiki dan mencoba lagi. Berjuanglah dengan kekuatan yang Tuhan berikan, karena di dalam Tuhan selalu ada harapan bagi kita. Tunjukkanlah semangat pantang menyerah, belajar untuk mengandalkan kekuatan Tuhan, bukan mengandalkan diri sendiri atau orang lain.

Ada suatu lagu yang bisa teman dengarkan, liriknya sangat memberkati Judulnya Never Give Up On Me – John Bates (Ost. Facing The Giant)

Tuhan Saja Tidak Pernah Menyerah Atas Hidupmu, Kalau begitu Kenapa Harus Menyerah?

Komitmen :

Tuhan, aku tidak mau menyerah atas setiap permasalahan dan proses sedang aku alami. Karena aku percaya Tuhan menolong dan memberi kekuatan untuk melalui semuanya.

RB – AEP