Kamis, 02 April 2020

Bacaan : Markus 14:3-9

Setiap anak Tuhan yang datang kepada Tuhan, dalam doa-doanya dengan segala pergumulan dan kerinduan…Namun ada bagian sikap hati yang penting adalah … apa yang kita bawa kepada Tuhan?

Dengan membawa “sesuatu” kepada Tuhan, kita memahami bahwa hal ini adalah bagian yang harus kita sadari tentang definisi dari Kekristenan. Salah satu definisi dari kekristenan adalah “Memberi.” Dan konsep memberi Ini merupakan ekspresi kasih kita kepada Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan maka juga ada hati untuk membawa sesuatu kepada Tuhan.

Gereja hari-hari ini memasuki masa pra paskah, memperingati kematian dan kebangkitan Tuhan kita.Kita pelajari dari kisah masa pra paskah dalam kitab Injil, yaitu dari kehidupan seorang wanita, yang membawa persembahan kepada Tuhan yaitu Maria yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu.

Prinsip utama persembahan Maria : Markus 14:8 (TB)  Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

Ada nilai nilai kebenaran yang kita bisa pelajari dari kisah persembahan Maria.

Pertama, Apa yang berkenan dihadapan Tuhan belum tentu dipandang baik oleh orang lain

Persembahan Maria dianggap sebagai kebodohan/pemborosan oleh orang-orang disekitarnya namun Yesus menerima perbuatan Maria.

Ukuran mempersembahkan bukanlah berbicara tentang untung dan rugi tetapi tentang apa yang berkenan dihadapan Tuhan.

Ketulusan hati seseorang belum tentu diterima oleh sesama manusia, tetapi yang menilai hati hanyalah Tuhan.

Kedua, Melakukan apa yang dapat dilakukan

Hal ini bukan membuat kita melakukan seadanya (kuantitas), tetapi dengan cara yang terbaik (kualitas) itulah yang dinilai Tuhan;
Tuhan juga sangat menghargai persembahan janda miskin yang hanya dua peser, karena hanya itulah yang dia miliki, itulah yang terbaik yang bisa janda ini berikan; Sama dengan  persembahan Maria dengan mengurapi Yesus dengan Minyak Narwastu yang mahal adalah ukuran yang terbaik bagi Maria.

Ketiga, Tuhan menghargakan Setiap Persembahan

Tuhan senang melihat hati yang mengasihi Dia dengan kemurnian. Tuhan pasti memberkati setiap orang yang mengasihi Dia.


Maria tidak memikirkan apa saja yang bisa dia dapatkan; Maria hanya melakukan dengan yang terbaik apa yang bisa Maria lakukan bagi Tuhan.

Bahkan hal yang “sederhana” dapat Tuhan jadikan momentum yang sangat besar... Bagi Maria … Tuhan tidak mengembalikan minyak narwastu berlipat ganda… tetapi hal yang jauh bahkan jauh lebih besar dinyatakan adalah dimanapun Injil diberitakan, perbuatannya juga akan diberitakan… (bahkan sampai hari ini apa yang dilakukan Maria menginspirasi orang-orang percaya).

Sepenggal perbuatan kasih yang berani ini akan selalu dipuji oleh gereja disegala zaman.

Maria tidak memikirkan hasilnya, bahkan mungkin dia tidak tahu dia sedang mempersembahkan untuk persiapan kematian Yesus… yang dia lakukan adalah melakukan apa yang bisa dilakukan.

Tuhan senang dengan persembahan dan penyembahan kita; jangan melakukan semuanya itu dengan biasa-biasa saja, selalu berikan yang terbaik; Saat kita bertemu dengan banyak orang, keluarkan buah-buah yang terbaik dalam diri kita untuk kemuliaan-Nya.

Refleksi Renungan pagi ini:

  1. Apakah kehidupan anda sudah jadi persembahan yang Terbaik bagi Tuhan?
  2. Apakah selama ini dalam doa-doa anda hanya meminta saja kepada Tuhan?
  3. Maukah anda berkomitmen untuk selalu melakukan yang terbaik bagi Tuhan?