Renungan Harian Youth, Senin 04 Januari 2020

Syalom rekan-rekan Elohim Youth, salam semangat di minggu pertama tahun 2020 ya … semoga yang harus sudah beraktifitas kembali bersemangat setelah liburan tahun baru kemarin. Hari sabtu kemarin di El Rei dibahas sebuah tema yang menarik, tema yang tepat dalam kita membuat resolusi di tahun yang baru yaitu “Going the Extra Mile”

Go the extra mile artinya dalam dunia kerja adalah, melakukan sesuatu yang lebih demi tercapainya sebuah tujuan. Contohnya Ketika kita diminta menyelesaikan sebuah tugas dalam waktu tiga hari, selesaikanlah dalam dua hari. Usahakan menyelesaikan lebih cepat dan hasilnya lebih baik dibanding yang lain. Ketika kita melihat teman kita sedang kerepotan, kita berinisiatif menawarkan tenaga, membantu meringankan beban mereka. Atau Ketika kita diberi target, berikanlah pencapaian diatas target yang diberikan.

Going extra miles berarti kita harus siap untuk mengerahkan daya dan upayaan lebih diatas rata-rata orang lain yang sudah juara. kita harus jadi best of the best! Perhatikan beberapa quotes

One of the most important principles of success is developing the habit of going the extra mile. Start going the extra mile and opportunity will follow you. 

Napoleon Hill

Excellence is going the extra mile. –

Joyce Meyer

Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.” Matius 5:41

Nasehat ini membuka tabir rahasia tentang kehidupan diatas rata-rata dan menjadi inspirasi bagi orang biasa yang ingin menjadi luar biasa. Saat itu Palestina sedang dijajah dan dikuasai oleh kekaisaran Roma. Ada aturan yang dibuat saat itu, Orang Romawi di Palestina ketika hendak berpergian dan membawa beban yang banyak, setiap saat bisa menangkap orang Yahudi dan memaksanya mengangkat beban itu sejauh 1 mil tidak peduli rela atau tidak. Hal ini diijinkan pemerintah, bahkan ada hukumannya jika orang Yahudi itu tidak mau. Setelah 1 mil (1.500 m), orang itu boleh meletakkannya dan orang Romawi akan mengambil orang lain untuk mengangkat lagi, begitu seterusnya sampai orang Romawi tersebut sampai di tujuannya. Karena itu para serdadu Romawi berhak memaksa orang-orang Yahudi untuk memikul barang-barang bawaan mereka sejauh kurang lebih 1.500 m. Jadi, dengan perkataan-Nya itu Yesus mau mengajak, bila kita dipaksa menemani dan membawa barang-barang penguasa sejauh 1500 m, maka kita harus berjalan bersamanya bukan hanya 1.500 m dengan hati jengkel dan dendam, tetapi berjalan 3.000 m dengan hati sukacita.

Tuhan menginginkan kita untuk melakukan lebih dari standart atau aturan yang ada pada saat itu, Tuhan Yesus mau supaya semua pengikutnya melakukan yang lebih dari standart yang ada, menambah satu mil extra lagi.

Mengapa kita harus berjalan lebih dari yang diharuskan?

Ayat 48 memberikan alasannya. “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”.

Ketika mil pertama mengacu kepada kewajiban, mil kedua itu mengacu kepada kasih.

Dari perkataan Yesus ini, Tuhan mau kita jangan hanya memikirkan diri sendiri dan melakukan yang kita sukai, tetapi pikirkan dan utamakan tugas dan kewajiban untuk membantu dan melayani orang lain.

Meski tugas itu tidak menyenangkan, kita jangan menjalankannya dengan maksud jahat dan rasa dendam, tetapi mengerjakannya dengan senang hati sebagai wujud pelayanan. Bisa jadi lewat apa yang kita buat saat menjalan prinsip going extra mile ini membuat orang yang belum mengenal Tuhan terberkati dan mau untuk mengenal Yesus.

1. Jangan puas pada level rata-rata atau standart

Kebanyakan orang hanya akan mengikuti standart aturan atau tuntutan dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu, namun Tuhan Yesus mengajarkan untuk kita tidak berhenti di level standart. Tuhan Yesus sering mengajarkan prinsip2 kehidupan yang berbeda dengan standart pada umumnya waktu itu, Tuhan mau kita melakukan yan lebih, tidak menjadi sama dengan kebanyakan orang.

2. Jangan Mudah menyerah

seseorang yang memahami konsep dan mempraktekkan ilmu going extra miles tidak akan pernah menyerah pada rata-rata, dia senantiasa akan terus berusaha semaksimal mungkin, dia akan kerahkan semua potensi didalam dirinya, dibenaknya hanya satu, menjadi pemenang! Setiap kita yang ingin menerapkan prinsip going extra miles akan selalu berusaha meningkatkan diri lebih dari orang biasa, dia tidak akan pernah menyerah sebelum menjadi juara.

3. Mulai melangkah di Mile Extra

Untuk sukses emang perlu usaha lebih dibanding orang lain, kalau hanya ingin menjadi pribadi yang biasa, yaa cukup mengerjakan hal-hal yang biasa saja. Oleh karena itu, untuk menjadi pribadi yang sukses, kita harus melebihkan usaha, upaya, tekad, waktu, dan sebagainya dari orang lain.

Makna extra mile ini adalah Anda, saya dan kita semua,  melakukan lebih … memberikan lebih … melayani lebih … dan lain-lain

Jika Anda ingin benar-benar unggul dalam karier, bisnis, sekolah dan kehidupan, lakukanlah tindakan extra miles. Berikanlah selalu lebih dari yang mereka harapkan pada orang-orang di sekitar Anda, keluarga, pelanggan, perusahaan dan tim Anda.

Go the extra miles membutuhkan usaha, tenaga dan waktu lebih. Dari pada Anda mengatakan “ Yang seperti ini sudah cukup “, lebih baik Anda berkata “ Sedikit lagi, akan jauh lebih bagus.”

Komitmenku hari ini

Cukup bukanlah standar kehidupanku, Tuhan mau untuk aku melakukan segala sesuatu dengan nilai yang lebih baik untuk kemuliaan nama-Nya

ER020121 – KPH