Renungan Youth, Rabu 15 April 2020

Bahan Bacaan : Yosua 14: 6-15

Selamat pagi rekan-rekan remaja Elohim yang dikasihi Tuhan…

Jujur adalah sebuah kata yang indah didengar, tetapi tidaklah mudah untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Slogan dari KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) yang dulu sempat populer, yaitu “Berani Jujur Itu Hebat” semakin sulit ditemui sekarang ini.  

Alkitab mencatat banyak tokoh-tokoh yang jujur dalam kehidupnya. Mereka disebut jujur, karena dalam beberapa ayat Alkitab dicatat tentang perkataan, sikap, dan perbuatan mereka yang jujur. Dan kejujuran mereka ini membawa dampak besar bagi hidup mereka, seperti dipercaya, dihormati, dan memperoleh berkat-berkat. Pada bagian Alkitab yang akan kita baca bersama, maka kita dapat belajar dari seorang beriman yang tetap kuat dan setia sampai berusia lanjut, yaitu Kaleb.

Kaleb adalah salah satu dari kedua belas pengintai yang diutus Musa untuk mengintai tanah Kanaan. Kedua belas pengintai ini pergi mengintai selama 40 hari, dan setelah itu mereka kembali dengan membawa anggur hasil tanah perjanjian. Memang negri itu adalah hasil tanah yang subur, seperti yang Tuhan janjikan kepada Abraham, yakni tanah yang berlimpah susu dan madunya. Tetapi ada banyak bangsa yang menjadi penghuni di tanah Kanaan tersebut. Secara manusia mereka adalah bangsa yang kuat, karena itulah setelah pulang dari mengintai tanah Kanaan, 10 pengintai memberikan kabar buruk kepada orang Israel. Mereka mengatakan bahwa penduduk kanaan sangat kuat, dan kotanya sangat besar serta ada raksasa yang memakan penduduknya. Kemudian 2 pengintai, yaitu Yosua dan Kaleb memberikan berita yang positif, dengan berkata bahwa tanah Kanaan akan mereka taklukkan, sebab Tuhan menyertai mereka, asal bangsa Israel percaya kepada-Nya.

Sayangnya, sebagian besar bangsa Israel percaya kepada perkataan bohong dari 10 pengintai, ketimbang kedua pengintai yang berkata jujur. Bahkan Yosua dan Kaleb hampir dibunuh karena kejujuran mereka. Singkat cerita, Tuhan murka kepada bangsa Israel, sehingga yang masuk ke Tanah Perjanjian hanya kedua pengintai dan orang Israel yang berusia 20 tahun kebawah, para wanita dan anak-anak.

Diusianya yang ke-85 tahun, Kaleb masih kuat, baik secara fisik dan mental, sehingga ia masih dapat merebut Hebron, yang akhirnya wilayah ini dimintanya kepada Yosua, rekan sekaligus pemimpinnya. Disini Kaleb menyinggung kembali kejujurannya dalam memberi berita yang sebenarnya tentang tanah Kanaan.

            Sebagai pengikut Kristus, dan meskipun masih muda, kita dituntut untuk dapat menjadi teladan dalam segala hal, termasuk dalam hal kejujuran.

Apapun situasinya, tetaplah pertahankan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran, jangan tukarkan itu dengan apapun

Karena pada saatnya nanti setiap orang jujur akan bersukacita dan menikmati berkat yang dari Tuhan.

Ayo kita Baca Firman Tuhan

Amsal 14:2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

Komitmenku hari ini :

Tuhan Yesus aku mau belajar untuk berani menjadi anak-anak yang jujur, berani menyatakan apa yang benar

MW – YDK