Jawaban_terhadap_janji_Tuhan

Renungan Harian Youth, Jumat 21 Agustus 2020

Hello rekan-rekan Youth semuanya … kiranya Tuhan terus menyertai dan memberkati kita semuanya.

Rekan-rekan, kita semuanya pasti pernah bergumul dengan sebuah penantian terhadap doa dan harapan kita kepada Tuhan. Hari ini secara khusus kita akan belajar dari Abraham yang adalah Bapa orang beriman.

Kita mengenal Abraham sebagai Bapak orang Beriman, Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya (Roma 4:11)

Rekan-rekan Alkitab menyatakan kisah dari perjalanan Iman Abraham, namun Alkitab dengan jujur menyatakan bagaimana proses Iman yang terus bertumbuh dalam kehidupan Abraham. Bahkan Dalam Kejadian 17, Tuhan mengulang panggilan-Nya, janji-Nya dalam kehidupan Abraham. Dalam pasal ini berbeda dengan yang lainnya karena dalam pasal inilah Allah merubah nama mereka. Perubahan ini yang mengawali Abraham menikmati setiap berkat dari Tuhan.

Tuhan juga terus membentuk seorang Abaraham untuk terus bertumbuh dalam Iman dan percaya kepada Tuhan. Dalam Kejadian 17 ayat 17-18 inilah kita dapat belajar bagaimana “ 3 KESALAHAN” Abraham meresponi janji Tuhan.

1. “Mungkinkah” –  

Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak

Abraham sedang mengangkat sebuah fakta dan realita yang sedang dilihatnya. Respon yang salah pertama adalah cara pikir kita mengenai Allah – kata “mungkinkah” adalah sikap hati yang tidak percaya kepada Allah dan membatasi Allah bekerja didalam kita. Lawan dari Iman adalah sikap hati yang tidak percaya kepada Allah. Ada banyak kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita dan seolah-oleh bertentangan dengan kepercayaan kita. Disanalah Iman kita harus bertumbuh Ketika iman harus melampaui setiap fakta dan realita yang ada

2. Abraham “sepertinya” menempatkan sarah sebagai orang yang bersalah karena mereka tidak mempunyai anak.

dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”

Respon yang salah kedua adalah Sikap Abraham kepada istrinya, Abraham tidak menghargai Sarai sebagai pribadi yang bisa dipakai oleh Allah untuk menjadi saluran berkat. Padahal kebenarannya adalah Allah bisa memakai siapa saja untuk menjadi saluran berkat bagi kehidupan kita. Hargailah orang-orang yang ada disekitar anda, kerena siapapun mereka Tuhan bisa memakai kehidupan mereka menjadi saluran berkat bagi kehidupan kita.

3. “Ah sekiranya …”

Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”

Respon salah yang ketiga – mengenai cara. – Abraham sedang memberikan rencananya kepada Allah. Untuk mengatasi keterbatasannya dan kenyataan yang ada, Abraham seolah-olah menawarkan pilihan kepada Tuhan. Seringkali kita dengan mudah untuk menerima janji Tuhan tetapi kita sulit untuk menerima cara bagaimana Tuhan mengerjakan rencanNya dalam kehidupan kita.

Tepat seperti apa yang tertulis dalam

Yes 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Abraham memiliki Iman yang terus bertumbuh dihadapan Tuhan, begitu juga dengan kehidupan kita. Karena itu rekan-rekan Youth ayo kita ma uterus belajar bahwa

Jawaban kita terhadap janji Tuhan bukanlah “Mungkinkah”, “Seandainya” atau “Sekiranya” tetapi marilah kita belajar untuk menyatakan bahwa janji Tuhan adalah “YA dan AMIN”

Iman kita harus semakin bertumbuh didalam kebenaran, respon dari Iman adalah Ketaatan dan Kepercayaan terhadap Firman Tuhan. Kiranya Tuhan menolong setiap kita untuk terus bertumbuh dalam Pengenalan akan Allah, sehingga kita semakin mengenal jalan-jalan Tuhan dan kita percaya bahwa Roh Kudus akan menolong dan menuntun kita untuk mengerjakan apa yang berkenan kepada Tuhan.

Komitmenku hari ini

Aku mau terus bertumbuh dalam Iman, kiranya hikmat Tuhan ada dalam kehidupanku sehingga aku semakin mengerti kehendak Tuhan dalam menantikan jawaban doaku.

YNP – AC