Renungan Harian Anak, Rabu 17  Juni 2020

Hallo adik-adik… Bagaimana kabarnya?  Hari ini kita mau merenungkan Firman Tuhan bersama

Adik-adik suatu saat ada seorang anak dari dua belas saudaranya yang sangat di sayangi oleh ayahnya, ia dibuatkan oleh ayahnya jubah yang maha indah hingga membuat saudara-saudaranya iri, ia juga seorang penafsir mimpi. Suatu ketika ia menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya bahwa ayah, ibu, dan saudara-saudaranya sujud menyembah kepadanya. Hal itu membuat saudara-saudaranya benci kepadanya. Singkat cerita ia di jual oleh saudara-saudaranya kepada orang Mesir sebagai budak, saat itu usianya baru tujuh belas tahun. Namun karena Tuhan menyertainya ia menjadi orang yang berhasil dalam pekerjaannya. Tetapi tidak berhenti disitu, dia difitnah oleh majikannya yang membuat dia harus dijebloskan kedalam penjara. Namun karena dia adalah orang yang takut akan Tuhan, Tuhan menyertai bahkan didalam penjara Tuhan memberkatinya sampai suatu saat dia dipanggil oleh Raja dan yang ajaib mimpinya pada waktu dia masih remaja terjadi, dia menjadi Mangkunegara ditanah Mesir.

Joseph Makes Himself Known to His Brothers Genesis 45:1-15

Suatu kali terjadi kelaparan termasuk di Kanaan yang adalah tempat Ayah dan saudara-saudaranya tinggal. Kelaparan membuat saudara-saudaranya datang ke Mesir untuk membeli makanan. Pada saat itu ia di pertemukan kembali dengan saudara-saudaranya yang dulu membuangnya dan mencampakannya. Ia menangis memeluk saudara-saudaranya dan mengampuni mereka. Siapakah dia?

Ya, dia adalah Yusuf.

Dari kisah Yusuf ini kita dapat belajar bahwa kita harus bisa mengampuni walau kita di hina, dipukul, diisengin. Bukan membalas tetapi mengampuni dan mendoakan agar teman yang jahat pada kita menjadi anak yang baik.

Matius 18:21-22  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Bahwa mengampuni tidak ada habisnya karena Tuhan Yesus pun telah menjadi teladan dalam mengampuni. Ia dihina sampai mati di kayu salib untuk menebus dosa kita, padahal Ia tidak berdosa tetapi di jadikan dosa karena kita.

Begitu besar kasih Tuhan dalam hidup kita, maka kita pun juga dapat meneladani kasih Tuhan yang begitu besar dalam kehidupan kita.

Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ayo adik-adik kita belajar tidak menyimpan kemarahan dalam hati adik-adik, kalau ada yang marah atau kecewa ayo belajar untuk mengampuni kesalahan mereka yang menyakiti hatimu, kadang tidak mudah … ayo minta pertolongan Tuhan Yesus untuk bisa memberikan hati yang mengampuni

Ini ayat hafalan kita hari ini

Efesus 4:32  Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Komitmenku hari ini :

Tuhan Yesus terimakasih buat kasih-Mu yang begitu besar di dalam hidupku. Tuhan ajarkan aku untuk mengampuni seperti Engkau telah mengampuniku. amin

JGD – GCT