Renungan Harian, Rabu 06 Mei 2020

Dimensi Kasih dalam kehidupan Kekristenan memiliki beberapa sisi, selain kasih kepada Allah yang adalah sumber kasih, dimensi yang lainnya adalah mengasihi diri sendiri.

Roh Kudus mendorong kita untuk memiliki kasih yang tepat terhadap diri kita sendiri.

Mengasihi diri tidak sedang berbicara mengenai narsisme. Di dalam dongeng Yunani, ada sebuah kisah tentang seorang anak muda bernama Narcissus. Sebagai seorang pemuda yang amat tampan, ia melihat pantulan wajahnya di dalam kolam dan menjadi begitu terpesona oleh ketampanannya sendiri sehingga ia jatuh cinta kepada dirinya sendiri.

Roh Kudus tidak mendorong kita untuk jatuh cinta kepada diri sendiri, tetapi untuk memiliki kasih yang tepat terhadap diri kita sendiri.

Jika kita dapat mengasihi diri sendiri dengan tepat, kita akan mampu memiliki kasih yang tepat pula terhadap sesama kita.

Markus 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

1. Kasih yang tepat terhadap diri sendiri memampukan kita untuk menerima diri sendiri sebagai pribadi yang unik yang telah diciptakan oleh Allah yang penuh kasih.

Kita akan semakin menyadari bahwa diri kita masing-masing adalah berharga dihadapan Tuhan.

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

2. Kasih yang tepat terhadap diri sendiri akan membantu kita untuk mengampuni diri sendiri.

Sebagian orang tidak dapat mengalami pengampunan dari Allah karena mereka menolak untuk mengampuni diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka menjatuhkan dan mengecam diri sendiri, menciptakan beban rasa bersalah yang menghancurkan. Penolakan untuk mengampuni timbul karena kurangnya mengalami kasih.

3. Kasih yang tepat terhadap diri sendiri akan mendorong kita untuk melindungi diri sendiri dari sikap dan kebiasaan yang merusak diri.

Orang-orang yang meracuni paru-paru mereka dengan nikotin tidak menunjukkan penghargaan yang sama besar terhadap or­gan-organ tubuh mereka. Orang-orang yang menghancurkan akal pikiran mere­ka sendiri dengan mengonsumsi narkoba atau alkohol menun­jukkan kurangnya perhatian terhadap bagian terpenting dari diri mereka. Kesadaran kasih akan diri akan menolong kita untuk menjaga kehidupan kita sesuai dengan gambaran rencana Allah yang indah.

1 Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

4. Kasih yang tepat terhadap diri sendiri akan membawa kita mempersembahkan diri kita kepada Yang Tertinggi dan Terbaik yang kita kenal.

Kesadaran untuk memberikan persembahan kepada Tuhan, yang terbaik dari diri kita.

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati

Kasih yang tepat terhadap diri sendiri akan menantang kita untuk mengembangkan diri sendiri dan meningkatkan kualitas hidup kita sehingga kita dapat melayani orang lain dengan lebih baik lagi.

Seseorang yang membangun kehidupannya dengan benar akan menyadari bahwa kehidupannya dipersiapkan untuk menjadi berkat bagi sesama.

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

AP 1.2