Mengasihi_Sesama

Renungan Harian Anak, Rabu 16 September 2020

Bacaan : Lukas 10 : 25 -37

Selamat pagi adik-adik yang dikasihi Tuhan. Bagaimana kabarnya? Masih semangat ya meski masih dirumah saja. Siapa disini yang masih semangat mendengar dan membaca renungan setiap harinya? Kakak masih tetap semangat lho menemani adik-adik untuk renungan setiap harinya.

Nah hari ini renungan kita berjudul Mengasihi semua orang. Kasih itu bisa memiliki arti, sayang. Nah kalau adik-adik sayang kepada siapa saja? Tentunya baik ya kalau kita mengasihi mama, papa, saudara, teman, bapak & ibu guru kita. Hari ini kita mau sama-sama mendengar cerita Tuhan Yesus tentang seorang yang melakukan kasih kepada orang lain.

Pada suatu hari Tuhan Yesus bercerita, ada seorang yang sedang berjalan sendirian dari suatu kota ke kota yang lain, di tengah perjalan ia dihadang oleh beberapa orang perampok, mereka mengambil barang-barang yang dibawanya. Ia melawan tetapi mereka memukulnya sampai tidak berdaya. Kemudian para perampok itu lari dan meninggalkannya tergeletak di pinggir jalan.

Beberapa saat kemudian, lewat seorang bapak yang biasanya mengajar di tempat ibadah, seorang imam. Ketika melihat orang itu di pinggir jalan, ia menjauh dan cepat-cepat pergi dari situ. Tak lama kemudian muncul lagi seorang yang biasa bekerja di tempat ibadah, seorang Lewi. Ketika ia melihat ada orang tergeletak di pinggir jalan, ia juga menghindar darinya dan segera pergi dari situ. Beberapa saat kemudian, datang seorang dari sebuah tempat yang di sebut Samaria. Biasanya orang-orang yang berasal dari Samaria ini tidak disukai oleh banyak orang.

Ketika orang Samaria ini melihat ada orang yang tergeletak di pinggir jalan, cepat-cepat ia turun dari keledainya, mendekati dan memriksa orang ini. Kemudian ia membersihkan luka-luka di tubuh orang itu dan mengobatinya. Setelah itu ia menaikkan orang itu ke keledainya dan membawanya ke tempat penginapan, ia juga membayar biaya penginapan untuk orang itu.

Nah..dari ketiga orang itu, menurut adik-adik siapa yang baik kepada orang yang dirampok itu? Apakah imam, orang Lewi atau orang Samaria? Mengapa orang Samaria itu baik kepada orang yang dirampok itu? Karena ia tahu bahwa Tuhan mengajarkan untuk sayang kepada semua orang, dan berbuat yang baik kepada siapa saja, apalagi kepada orang yang sedang susah.

Kalau Tuhan mengajarkan untuk mengasihi siapa saja, apakah adik-adik juga harus mengasihi teman yang suka nakal? Tentu saja, harus tetap mengasihinya. Walaupun temannya nakal tetapi saat mereka susah adik-adik harus membantunya.
Adik-adik juga harus membantu siapa saja yang membutuhkan, tetapi jika ada orang yang adik-adik tidak kenal meminta bantuan, adik-adik perlu memberitahukan kepada papa, mama, kakak, guru atau orang lain yang lebih dewasa ya.

Mengasihi itu berarti harus melakukan Firman Tuhan, yaitu melakukan kebaikan kepada orang lain, siapapun orang itu, apalagi jika orang itu membutuhkan pertolongan kita, bahkan kepada orang yang dianggap hina dan kotor sekalipun.

Kasih itu bukan hanya mengatakan yang baik-baik saja, mendengarkan yang baik-baik saja tetapi juga harus melakukan sesuatu untuk kebaikan. Dan saat melakukan sesuatu bisa saja tangan kita menjadi kotor, tetapi jika itu untuk sesuatu yang baik bagi sesama kita, mengapa tidak. Jadi, apakah tangan atau sarung tangan yang kotor juga bisa melambangkan kasih? Bisa, yaitu kasih yang mau melakukan sesuatu, yang mau berkorban.

Ayat hafalan :

Lukas 10:27b “…kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus aku mau belajar untuk melakukan Firman-Mu dengan mengasihi semua orang tanpa memandang perbedaaan apapun.

NJ – GCT