Renungan Harian Anak, Kamis 07 Mei 2020

Bacaan : Lukas 10:25-37  (Orang Samaria yang murah hati)

Syalom selamat pagi adik-adik semuanya, tetap bersukacita dan semangat semuanya ya …

Nih kakak punya sebuah cerita tentang tentang Semut dan Kepompong

Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung, kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya. Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.

Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah. Si semut bergumam, “Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana. Menjadi kepompong memang memalukan! Coba lihat aku, bisa pergi ke mana saja ku mau,” ejek semut pada kepompong. Semut terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang berhasil ditemuinya.

Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap dirinya semakin dalam. “Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek seperti ini,” keluh semut. Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam lumpur. “Tolong! tolong,” teriak si semut. “Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?” Si semut terheran mendengar suara itu. Ia memandang kesekelilingnya mencari sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah terbang mendekatinya.

“Hai, semut aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek. Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku. Lihat! sekarang kau tidak bisa berjalan di lumpur itu, ‘kan?” “Yah, aku sadar. Aku mohon maaf karena telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?” kata si semut pada kupu-kupu. Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap. Tidak berapa lama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut.

Setelah terbebas, semut mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. “Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang kesusahan bukan? Karenanya kamu jangan mengejek hewan lain lagi, ya?” Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yang Maha Pencipta. Sejak saat itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib.

Adik-adik …. Didalam Alkitab juga ada kisah mengenai orang samaria yang baik hati dalam Lukas 10:25-37, Orang Samaria yang baik hati ini bersedia menolong seseorang yang butuh pertolongan dan sedang menderita, bahkan walaupun tidak dikenal dan berbeda bangsa dengannya.

Dari kasih ini dan cerita ilustrasi diatas, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi. Dan tidak membedakan-bedakan karena Tuhan Yesus mengasihi semua orang.

Dan kita harus mengasihi yang seperti Tuhan Yesus lakukan kepada kita meski kita telah berdosa tetapi Tuhan Yesus tetap mengasihi kita sampai kapanpun…

Apalagi disaat-saat sulit seperti ini, yuk kita belajar peduli kepada orang lain yang membutuhkan, supaya kasih Tuhan Yesus bisa terpancar dari perbuatan kita

Ayo kita baca Ayat kita hari ini :

Lukas 10:27,  Jawab orang itu:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Komitmenku hari ini :

Tuhan Yesus aku mau belajar untuk mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan, Tuhan mampukan aku untuk membawa kasih kepada sesama.

AEP – RS