Renungan Harian, Kamis 07 Mei 2020

Aspek lan dari kasih selain mengasihi Allah, mengasihi diri sendiri yang ketiga adalah mengasihi sesama kita. Kasih adalah Bahasa khas dari kekristenan, kasih adalah Tindakan yang meluap dari sikap hati yang dipenuhi kasih kepada Allah.

Roh Kudus memampukan kita mengasihi orang lain.

Kalau kita mau jujur terkadang karena kurangnya kasih terhadap orang lain, kita mencoba menghindari orang-orang yang tidak menyenangkan. Bahkan bisa jadi kita berusaha mengabaikan orang-orang yang membutuhkan. Kita menolak terhubung dengan orang lain dan berusaha menjalani kehidupan yang terisolasi dan berpusat kepada diri sendiri, ini adalah keadaan ketika kasih menjadi dingin dalam kehidupan kita.

Bagaimana kita bisa hidup didalam kasih kepada sesama.

1. Supaya dapat mengasihi sesama kita dengan tepat, kita harus menerima mereka sepenuhnya sebagai sesama manusia yang untuknya Yesus Kristus mati di atas kayu salib.

Kita harus memandang mereka sebagai objek kepedulian Allah yang tertinggi. Mereka berharga di mata Allah, dan karena Allah peduli terhadap mereka, kita seharusnya juga memedulikan mereka.

2 Korintus 5:15-16 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

2. Supaya dapat mengasihi sesama kita dengan tepat, kita harus bersedia memaafkan pelanggaran yang pernah mereka perbuat terhadap kita atau orang lain.

Mereka melakukan kesalahan sama seperti kita. Kita semua orang berdosa. Kita semua pernah gagal dan sering juga berbuat salah. Tak satu pun dari kita yang pantas mendapatkan pengampunan. Kita mampu mengampuni satu sama lain karena kita ingat bahwa Allah telah mengampuni kita terlebih dahulu

Kolose 3:12-13 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

3. Supaya dapat benar-benar mengasihi sesama kita, kita harus bersedia mengikuti teladan kasih yang Rela berkorban.

Gambaran agung mengenai Kasih yang berkorban tentunya adalah Teladan Tuhan Yesus sendiri yang mati bagi setiap kita untuk menebus dosa kita.
Namun ada sebuah gambaran yang diberikan Tuhan Yesus mengenai kasih yang berkorban adalah dari kisah orang Samaria yang baik hati dan membantu mereka pada saat mereka mengalami kemalangan Lukas 10:25-37.

4. Supaya kita dapat mengasihi sesama kita dengan segenap hati, kita harus menyingkapkan kasih Allah kepada mereka melalui hidup dan kata-kata kita.

Kita mampu melakukannya dengan bantuan Roh Kudus, yang datang dan berdiam di dalam diri kita untuk menghasilkan kasih di dalam hati kita dan menunjukkan kasih tersebut ke luar.

Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

1 Yohanes 3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Izinkanlah Roh Kudus melakukan pekerjaan-Nya yang indah di dalam diri Anda. Percayalah pada kuasa-Nya untuk menolong kita menghidupkan prinsip kasih. Dengarkan suara-Nya ketika Ia mendorong untuk mempraktikkan sikap yang penuh kebaikan kepada orang lain. Tunduklah pada pimpinan-Nya, dan bersukacitalah atas karya-Nya di dalam dan melalui diri kita.

PA 1_3