Renungan Harian Youth, Rabu 30 Desember 2020

Rekan-rekan elohim youth, siapa di sini yang sering grogi, gugup, kurang percaya diri, takut dan hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal tersebut? Bisa saja sampai saat ini rekan-rekan penuh dengan keragu-raguan.  Apapun kondisi yang dialami semua diwarnai dengan keraguan.  Sebagai anak-anak muda mungkin seringkali banyak pertanyaan muncul di dalam diri kita, apakah aku bisa? Apakah aku mampu?  Bagaimana dengan masa depanku nanti? Apa aku bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlianku? Jika aku gagal, bagaimana dengan sikap orang tua terhadap aku?  Barangkali pertanyaan-pertanyaan itu sedikit mewakili perasaan rekan-rekan yang membaca. Terlebih jika beberapa hari lagi jika ditanyakan tentang Tahun 2021, tentunya mungkin banyak diantara kita yang masih ragu-ragu dan tidak mempunyai kepastian karena semua situasi yang ada.

Tetapi mari kita terlebih dahulu membahas mengenai pengertian dari kata ragu-ragu itu sendiri. RAGU-RAGU memiliki arti KEADAAN TIDAK TETAP HATI; BIMBANG; KURANG PERCAYA( DALAM HAL MENGAMBIL KEPUTUSAN – MENENTUKAN PILIHAN)

Keraguan yang sama pernah terjadi di dalam kisah seorang tokoh Alkitab bernama Gideon. (Hakim-Hakim 6:11-23)

Kondisi yang terjadi sebenarnya karena kecenderungan orang Israel berbuat jahat dimata Tuhan sehingga Tuhan pun membuat orang Midian berkuasa atas orang Israel, dan pada momen ini  Tuhan memanggil Gideon dan hendak mengangkat Gideon menjadi pemimpin untuk melepaskan bangsa Israel dari dominasi bangsa Midian di Israel.

Tetapi apa Respon Gideon kepada panggilan Allah tersebut?

Gideon hanya menuangkan isi hatinya kepada malaikat Tuhan dan bertanya MENGAPA SEMUA INI TERJADI? Seakan-akan dia mengatakan bahwa setidaknya kalau ini tidak terjadi, dia tidak akan terlibat dalam peperangan ini; dia hanya akan melakukan pekerjaan yang biasa ia lakukan; Dan karena dia merasa tidak siap, dia pun MERAGUKAN KEKUATANNYA.  Dia tidak dapat memahami bahwa untuk dapat melakukan pekerjaan Tuhan, dia sebenarnya hanya cukup memberi diri saja.

Dan untuk itu renungan kita pagi ini menuntun setiap kita untuk MENANG ATAS SEGALA KERAGUAN DI DALAM DIRI KITA?

Mengapa demikian?  Dalam kisah Gideon, pada akhirnya Gideon meresponi panggilan Tuhan tersebut dengan jaminan dari Tuhan sendiri.  Dan kisah ini menginspirasi setiap kita untuk tidak takut dengan segala tawaran Tuhan untuk kepentingan Tuhan sendiri dalam kehidupan umat-umat-Nya. 

Sehingga dengan respon yang benar kita bisa belajar mengatasi keraguan di dalam diri kita dengan tuntunan Firman Tuhan yang mengajarkan bahwa:

TUHAN MENGENAL SIAPA KITA

– Hakim-hakim 6:12; Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”

Rekan-rekan hal yang penting harus kita pahami adalah bahwa setiap Kita terlahir dengan potensi-potensi yang Tuhan telah berikan untuk kita kerjakan. Terlepas dari semua kondisi kelemahan kita tetap Tuhan sediakan potensi yang sudah Tuhan tanamkan dalam diri kita.

TUHAN MENGETAHUI MASA DEPAN KITA

– Hakim-hakim 6:14,16; Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!” … Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”

Penyertaan Allahlah yang menjadi kunci kemenangan kita. Allah menyediakan masa depan yang penuh dengan Harapan karena Dia menyertai Langkah-langkah kita.

TUHAN TIDAK PERNAH MAU MENYERAH DENGAN KITA

– Hakim-hakim 6:22-23; Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka.” Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.”

JANGAN RAGU – Tuhan akan terus bekerja dalam kehidupan kita untuk menuntun dalam panggilanNya dan percayalah bahwa Rencana Allah Tidak akan Pernah Gagal dalam hidup kita.

Inspirasi dari kisah Gideon secara keseluruhan:

HADIRAT TUHAN + 300 ORANG = KEMENANGAN

Roma 8:28 (FAYH), Dan kita tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi atas diri kita adalah untuk kebaikan kita, jika kita mengasihi Allah dan menyesuaikan diri dengan rencana-rencananya.

Komitmen kita:

Jangan pernah ragu dengan kekuatan kita sendiri; responi firman Tuhan dan percayalah akan janji Tuhan yang akan memampukan kita untuk mengatasi segala kondisi yang kita hadapi.

Tuhan Yesus Memberkati

RM – YDK