Renungan Harian, Selasa 03 November 2020

FILIPI 3:7-14

Sadar atau tidak Kehidupan ini selalu ada yang membuat kita bangga atas setiap hal yang sudah kita kerjakan. Entah itu prestasi, pencapaian kita, pekerjaan atau keluarga,  dan secara manusiawi itu ada dalam hati kita. Namun ada kebanggaan yang juga harus kita miliki sebagai anak Tuhan, bahkan ini menjadi pengingat bagi kehidupan kita semuanya yaitu kebanggaan rohani karena pengenalan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Belajar dari pengalaman Rasul Paulus…

Sebelum rasul Paulus mengenal Kristus, yang menjadi kebanggaannya, keyakinannya dan tujuan hidupnya adalah hal-hal yang lahiriah dan semuanya itu dianggap sebagai keuntungan dan kebanggannya. Tetapi kemudian Paulus melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah, dan bahkan apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya sekarang dianggapnya kerugian.

Filipi 3:7-8 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Mengapa hal itu terjadi kepada Paulus, karena pengenalan akan Kristus Yesus lebih mulia dari semuanya,  yang perlu kita fahami adalah kenapa Paulus melepaskan dan membuang semua kepunyaannya yang dahulu itu. Dalam hal ini dikatakan supaya ia (Paulus) memperoleh Kristus (ayat 8). Paulus berkata bahwa pengenalan akan Kristus Yesus, Paulus menemukan bahwa di dalam pribadi Kristus ada hal yang jauh lebih mulia dan sempurna dari pada yang ia miliki dan banggakan sebelumnya. Memiliki pengenalan akan Kristus Yesus adalah hal yang sangat mulia melebihi segala- galanya dalam dunia ini.  Jadi penting sekali kita semua mengenal Kristus.

Dalam perjalanan Iman kita, Mengenal dan Memperoleh Kristus adalah keuntungan yang terbesar dan mulia

Dan bukan hanya mengenalNya saja tetapi kita juga harus memperoleh Kristus, untuk dapat mengenal Kristus kita harus bersahabat dengan Dia, dekat, akrab, membangun hubungan  persekutuan pribadi dengan Dia, mendengarkan Dia dan belajar pada-Nya.

Untuk memperoleh Kristus, kita harus percaya kepada-Nya dan menerima Dia dalam hidup kita. Kita harus memberikan tempat seluas-luasnya kepada  Kristus dalam hati kita dan menerima otoritasNya sepenuhnya atas kita.  Kita harus melepaskan dan membuang segala sesuatu yang duniawi dalam diri kita .

Dengan memperoleh Kristus maka kita akan memperoleh segala-galanya karena didalam Dia ada jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14 : 6) dan didalam Dia kita beroleh kasih karunia, kekayaan rohani dan kemuliaan Allah yang tak ternilai . Selain dari pada mengenal dan memperoleh Kristus, kita juga harus berada di dalam Dia, yaitu hidup bersatu dengan Kristus. Mengenal dan mengalami kuasa kebangkitanNya yaitu mengalami pembaharuan hidup dan kelepasan dari dosa, (Roma 6 : 4 ; Efesus 2 : 5 – 6.)

Namun dalam pengenalan kita akan Kristus, juga ada tanggung jawab yang harus kita kerjakan yaitu mau untuk memikul salib

Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Kita harus mengambil bagian dalam penderitaanNya yaitu menyangkal diri dan memikul salib, yang menjadi tujuaan dan orientasi hidup kita adalah kerajaan Allah Surga yg kekal.

Namun seperti ungkapan Rasul Paulus, sebagai orang percaya memikul salib seharusnya bukanlah menjadi beban, tetapi sebuah sukacita dan kebanggaannya yang membawanya dapat bersekutu dengan Kristus.

Filipi 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Tuhan memberkati

EW