Renungan Harian, Jumat 01 Mei  2020

Dalam Bahasa Perjanjian Baru digunakan kata yang khas dan khusus tentang “KASIH” Allah dengan kata Agape”. Kata agape ini meng­gambarkan sikap dan perbuatan Allah kepada manusia, gambarkan suatu kualitas hubungan dan sikap yang baru. Kasih agape adalah jenis kasih Kalvari. Kasih yang berkorban, menye­rahkan diri sendiri, dan tidak layak untuk diterima.

Agape adalah kasih kepada orang-orang yang tidak layak untuk dikasihi. Ini adalah kasih yang berasal dari hati Sang Pemberi Kasih.

Roh Kudus menyingkapkan kasih Allah kepada kita dan menciptakan kasih kita kepada Aliah.

Kata agape mewakili sikap yang seharusnya kita miliki kepada Allah dan yang seharusnya dipraktikkan oleh kita sebagai anak-anak- Nya terhadap satu sama lain. Kasih ini digambarkan sebagai semangat berbuat baik yang kokoh dan tak terpatahkan. Mengenai Kasih Allah hal apakah yang harus dipahami ..

Kita tidak layak menerima kasih Allah

Allah yang berinisiatif untuk mengasihi kita

Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

1 Yohanes 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Kasih Allah kepada kita murni dan memberikan hasil di dalam hidup kita (Roma 5:1-5).

Kasih Allah membawa pemulihan bagi kehidupan kita, memberikan kasih karunia yang mendamaikan kita dengan Dia.

Roma 5:1-2 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Kasih ALLAH kepada kita luar biasa. (Efesus 2:1-7)

Surat Efesus pasal 2 menyatakan kebesaran kasih Allah. Allah mengasihi kita saat kita mati dalam dosa (Efesus 2:1). Kasih Allah memindahkan kita dari kematian rohani kepada kehidupan rohani (Efesus 2:5). Dan Kasih Allah kepada kita meluas sampai kepada kekekalan (Efesus 2:7).

Kasih Allah kepada kita bersifat kekal dan tak pernah berubah

Roma 8:35-39 menyatakan “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?”

… Kasih Allah bagi kehidupan kita sangat besar dan tidak berubah, ijinkan kasih Allah itu selalu menguasai kehidupan kita.

Dengan semakin memahami kebesaran kasih Allah kepada kita, mari kita responi kasih itu dengan Sikap hati yang benar dan berkenan kepada Tuhan.

PA _1