Renungan Harian, Jumat 20 November 2020

Tuhan memiliki Tujuan dalam menyelamatkan kehidupan kita untuk memuliakan Allah dan mengerjakan segala sesuatu yang sudah Tuhan rencakan

Efesus 2:10, Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Belajar dari kehidupan Yunus ~ Yunus 1:1-3

Tuhan memiliki tujuan terhadap kehidupan Yunus yaitu untuk menyelamatkan Niniwe, tetapi sebaliknya Yunus melakukan penyimpangan terhadap tujuan Tuhan… ia berjalan kearah maunya sendiri dan ia pergi ke Tarsis, ditengah perjalanan terjadi malapetaka yang harus membuat Yunus dilemparkan ke laut dan ada didalam perut sebuah ikan dalam kegelapan selama tiga hari. Tuhan menyelamatkan kembali Yunus dan dia dipanggil kembali untuk menyatakan kebaikan dan kemurahan Tuhan bagi orang Niniwe.

Jangan mengabaikan Tujuan Tuhan untuk melaksanakan keinginan sendiri, teruslah bergumul untuk mengerjakan kehendak Allah dalam hidup kita.

Ada banyak kali kita tidak berani mengambil resiko sebagai konsekuensi untuk kita berjalan sesuai dengan panggilan Tuhan. Yunus terhukum oleh keinginannya sendiri ~ penyimpangannya terhadap jalan Tuhan membawa Yunus mengalami hukuman yang dari Tuhan.

Jangan takut untuk hidup didalam Rancangan Allah

karena Allah mau membawa kita dalam rencanaNya untuk menjadi lebih dari pemenang dalam mencapai tujuan Allah dan mengatasi segala resiko dan konsekuensi yang ada.

Kejadian 12:1-2. Tuhan Memberkati kehidupan Abraham …. tetapi Allah juga memberikan tujuan yang jauh lebih besar kepada Abraham yaitu untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

“Jika aku berjalan didalam Tujuan Tuhan, aku akan diperbesar”

Ini adalah prinsip kepercayaan yang Tuhan berikan, Tuhan memanggil kita tetapi Tuhan juga akan memperlengkapi kita sehingga kita akan dimampukan untuk melakukan panggilan dan kehendak-Nya.

Yesaya 42:6-7. Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,  untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.”

Jika kita merenungkan bagian ayat diatas, kita melihat bagaimana Allah memanggil kehidupan kita memiliki Maksud dan Tujuan  … menjadi terang dan membawa terang, bahkan diperjelas oleh Tuhan bahwa kita adalah terang dunia, sebuah identitas yang Tuhan berikan kepada kita. Ketika menjadi terang, bukan terangnya diri kita yang kita pancarkan, melainkan terang kasih Allah, keindahan pribadi Allah yang kita nyatakan kepada dunia ini.

Menggenapi Tujuan Allah adalah panggilan tertinggi dalam kehidupan kita, dan setiap kita masing-masing memiliki tempat dan waktu masing-masing. Tugas kita adalah terus mencari kehendak Tuhan, diperlengkapi oleh Allah dan melaksanakan panggilan tersebut.

Tidak semudah mengatakannya namun ingatlah bahwa kita tidak pernah sendirian dalam perjalanan hidup ini, Ada pribadi Roh Kudus yang adalah penolong, pendamping, penasehat yang akan terus membimbing kita untuk dapat dimampuka mengerjakan semuanya.

YH