Renungan Harian Senin, 28 Desember 2020

Dalam situasi kehidupan sekarang ini banyak kebingungan dengan Fakta yang kita hadapi … sejujurnya akan ada banyak pertanyaan mengenai mengapa semuanya terjadi dibandingkan dengan Iman dan percaya kepada Tuhan. Karena itulah kita akan belajar bersama bagaimana kah kita dapat menghadapi realita ketika kita “BINGUNG” dengan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan diri kita sendiri dan juga dalam kehidupan orang-orang disekitar kita.

Kita akan belajar bersama dari MAZMUR 44:1-27, ketika kita Bingung dengan Realitas kehidupan yang ada

Mazmur 44 termasuk Ratapan Komunal, bukan ratapan pribadi tetapi ratapan bersama. Seperti yang kita alami sekarang ini, Mazmur 44 menggambarkan keadaan yang dihadapi bersama-sama yang sangat berpengaruh bagi seluruh aspek kehidupan kita

Mazmur 44 adalah Mazmur yang menggambarkan keadaan dalam kekalahan perang dan merasa dikalahkan dan diabaikan oleh Tuhan. Mereka bingung mengapa realita yang ada seolah-olah Tuhan meninggalkan mereka. Mereka telah melakukan apa yang benar tetapi mengapa mereka mengalami masa kesesakan dan kekalahan. Bahkan ditambahi fakta bahwa orang-orang fasik Nampak lebih berhasil.

Dari Mazmur 44 ada 3 bagian pokok utama

I. FAKTA (Ayat 1-9)

Tuhan menolong umat-Nya di masa lalu (Ayat 1-4)

Pemazmur memuji Tuhan karena karya Allah yang sudah diajarkan oleh orang tua dan nenek moyang bahwa Tuhan dengan luar biasa dikerjakan pada masa lalu. Tuhan perkasa dan menjadi penolong bagi leluhur mereka. Anugerah Allah yang menolong umat Israel bukan karena Israel layak tetapi karena kasih Allah Tuhan menyelamatkan mereka

Tuhan dapat menolong pada masa kini (Ayat 5-9)

JIka ALLAH MAU dan BEKEHENDAK, Allah dapat melakukan perkara mujizat dalam kehidupan mereka yang sedang mengalami kesesakan. Pemazmur mengakui Fakta bahwa Allah tidak berubah jika sanggup menolong dimasa lalu dapat bertindak pada masa sekarang. Dan umat memuji Allah karena tindakanNya yang ajaib dan besar.

II. PERASAAN (Ayat 10-23)

Namun … ada situasi yang sedang mereka hadapi bertolak belakang dengan iman dan percaya mereka, mereka sedang mengalami kebingungan karena kesesakan yang mereka alami. Ada Emosi yang bergejolak karena realita berbeda dengan Iman mereka kepada Tuhan. Ada ungkapan perasaan mereka yang jujur kepada Allah.

Perasaan mengenai Allah (ayat 10-17)

Mereka datang dengan perasaan yang Jujur mengenai keberadaan Allah, mereka mencurahkan isi hati mereka kepada Tuhan. Ketika mereka bergumul antara apa yang mereka tahu mengenai Allah dan realita yang terjadi apa yang diketahui dan dirasakan tidak sama.

Perasaan tidak bersalah (ayat 18-22)

Umat merasa tidak bersalah dan berseru Tuhan yang melakukannya (Ungkapan kejujuran dihadapan Allah) mereka menyatakan kejujuran dengan Allasan mereka mengenal Allah yang benar dan melimpah dengan kasih

III. RESPON (Ayat 24-27)

Ketika Fakta dan Persaan berbanding terbalik – Respon hari yang benar harus ada dalam kehidupan kita.

Pertama Meminta dan memohon kepada Tuhan untuk bertindak menolong mereka, dalam ayat 24-27 , ada 5 permohonan yang mereka nyatakan kepada Tuhan Terjagalah, Bangunlah, Janganlah membuang, Bersiaplah menolong, Bebaskanlah. Ini adalah ungkapan natural yang Tuhan mengerti segala perasaan jujur kita kepada Tuhan

Namun hal yang penting adalah “PENEGASAN”
Mazmur 44:27 Bersiaplah menolong kami, bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu!

Penegasan ini adalah dasar atas mereka minta kepada Tuhan karena menegaskan kepada KASIH SETIA TUHAN. karena mereka tahu akan kasih setia Tuhan, mereka datang kepada Tuhan apa adanya.

Kasih setia-Mu (Khasdekha), Dalam kata Khesed terkandung makna : Kebaikan, kasih setia, perkenanan, kemurahan dan Anugerah. Inilah yang menjadi dasar dalam mereka bergumul dan berdoa kepada Allah.

Anugerah dan kasih setia-Nya menjadi jangkar yang kuat meskipun realita hidup membingungkan, berbeda antara fakta dan perasaan.

Mazmur ini tidak diceritakan mengenai ending dari pengalaman pemazmur, namun KASIH SETIA ALLAH tetap bisa disandarkan sebagai JANGKAR yang KUAT yang akan menopang kehidupan kita semuanya.

PL