Renungan Harian, Jumat 16 Oktober 2020

1 Samuel 30 : 1-25

Ketika manusia terlahir dimuka bumi, mereka tidak bisa menghindar dari yang namanya masalah, apapun status kita, siapapun kita, apapun posisi dan pangkat kita, yang namanya masalah akan tetap mengikuti kehidupan kita.

Kita tahu bersama siapa Daud. Daud adalah seorang Prajurit yang luarbiasa, seorang raja yang tidak pernah kalah dalam berperang, bahkan Alkitab mengatakan bahwa ia adalah salah satu orang yang berkenan dihati Allah. Kisah Para Rasul 13:22.

Tetapi apakah Daud terhindar dari masalah ketika dia menjadi seorang raja? Atau ketika dia menjadi orang yang berkenan dihadapan Allah?

Tentu saja tidak. Didalam 1 Samuel 30 : 1-25, ini adalah sebuah kisah, dimana raja Daud menghadapi sebuah masalah yang sangat besar, karena masalah ini mengancam nyawanya.

1 Sam 30:6aDan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu”

Apakah Daud menyerah begitu saja? Apakah dia pasrah dengan keadaannya saat itu? Seberapa banyak dari kita, ketika kita mengalami rintangan/masalah yang begitu berat, kita memilih menyerah dan pasrah? Daud bukan orang yang seperti itu. Daud memilih untuk menghadapi masalah yang ada didepan matanya.

Sehingga kita bisa melihat perbuatan-perbuatan ajaib yang Allah kerjakan atas hidupnya. Yang menjadi pertanyaannya.

Bagaimana Daud menghadapi rintangan yang ada didepannya.

1. Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

(Ayat 6c) “tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya”

Dalam hidup ini, kita perlu membangun sikap yanh teguh kepada Tuhan, yaitu “Percaya Sepenuhnya kepada Dia”

Sebab didalam 1 Korintus 10:13 Firman Tuhan mengatakan ;

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Kita tidak perlu takut bapak/ibu, jangan sampai ketakutan kita terhadap masalah, membuat kepercayaan dan iman kita hilang dihadapan Tuhan.

2. Daud mengandal Tuhan

Kita adalah manusia yang terbatas, tidak semua hal yang kita punya, bisa kita andalkan. Hanya Tuhan bisa kita andalkan dalam hal apapun yang kita alami dan hadapi.

1 Sam 30:8 : “Kemudian bertanyalah Daud kepada Tuhan, katanya ; Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul? “Dan Ia berfirman kepadanya: Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

Ini adalah satu bukti bahwa Daud benar benar hanya mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Daud tidak menggunakan jabatan sebagai raja untuk menghadapi masalah, karena Daud tahu pasti, penolongnya hanyalah Allah yang dia sembah.

Mazmur 121:1-2, Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

“HADAPI SEGALA RINTANGAN DAN JANGAN PERNAH HILANG HARAPAN. KARENA KETIKA MASIH MEMILIKI HARAPAN, DISITULAH KITA MEMILIKI MASA DEPAN”

Tuhan Memberkati.

YG