Jumat, 03 April 2020

Bacaan I Samuel 17:40-54

Kisah peperangan Daud dan Goliat menjadi cerita yang selalu menarik untuk diingat dan direnungkan karena disana kita melihat ada sebuah kemenangan yang ajaib yang dialami oleh Daud yang masih remaja yang mengalahkan raksasa bangsa Filistin. Kita melihat bersama bagaimana Bangsa Israel sedang menghadapi ancaman bangsa Filistin yang orang-orangnya bertubuh besar. Salah seorang di antaranya bernama Goliat berasal dari Gat, tubuhnya sangat tinggi dan besar, lengkap dengan senjatanya. Jadi tidak heran jika di antara orang- orang Israel tidak ada yang berani melawan Goliat.

Ada sebuah teror yang terjadi pada saat itu, tepat seperti apa yang tertulis dalam Alkitab dalam ayat 11 “Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan

Namun kisah ini berlanjut, munculah seorang seorang pemuda manis bertubuh kecil menyediakan diri hendak melawan Goliat yaitu Daud. Daud belum pernah berperang, kecuali menghadapi binatang buas di padang, karena ia adalah seorang gembala yang harus melindungi domba-domba gembalaannya. Saul sendiri tidak yakin bahwa Daud dapat melawan Goliat yang dalam banyak hal “lebih” daripada Daud. Selain perbedaan besar badan yang menyolok, Goliat juga seorang yang sudah sangat berpengalaman dalam berperang sedangkan Daud tidak!

Singkat cerita, terjadilah peperangan yang tidak seimbang namun Goliat dikalahkan dengan batu umban Daud. Apakah Goliat kalah karena batu kecil yang dilemparkan oleh Daud? Secara fakta memang Goliat kalah terkena lemparan Daud, namun secara kebenaran iman Goliat dikalahkan oleh iman Daud kepada Allah Israel.

Imannya kepada Tuhan membuatnya tak kecut hati oleh anggapan orang tentang dirinya. Pikirannya hanya terfokus pada Tuhannya, imannya kepada Tuhan mengalahkan keraguannya pada badannya yang kecil, dan membangkitkan keberanian. Dalam bertindak, Daud dengan imannya kepada Tuhan membuat rencana, la memilih lima buah batu, (17:40) bukan sembarang batu, tetapi batu-batu licin. Daud bertindak dan segera menghampiri Goliat. “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu… ” (17:45)

Daud mengalahkan Goliat dengan sebuah batu yang kecil, Namun batu yang kecil itu menggambarkan iman Daud yang besar terhadap Allah yang sanggup melakukan hal-hal yang besar, melampaui segala pemikiran manusia.

Belajar memiliki iman yang kokoh dari Daud berarti belajar tentang iman dan percaya kepada Tuhan. Iman tak dapat dilihat dan sukar diceritakan tapi ia tercermin dalam setiap tindakan, pikiran, dan perkataan.

Belajar tentang beriman dan percaya dari kisah Kemenangan Daud, yaitu:

  1. Hanya fokus pada Tuhan yang dipercaya dan tidak kecut hati oleh situasi yang ada.
  2. Selalu aktif untuk bertindak, karena Iman selalu melahirkan tindakan (sesuai dengan Firman Tuhan)
  3. Bertindak dengan Hikmat dan tidak membabi buta (Memiliki perencanaan yang matang dan mempersiapkan diri dengan baik)

Hari-hari ini setiap kita menghadapi tantangan yang tidak mudah, ada banyak teror yang membuat banyak kita cemas dan khawatir. Terlepas dari semua situasi yang ada mari kita bersama-sama membangun Iman kita dihadapan Tuhan.

Mari kita mempercayakan segenap kehidupan kita kepada Tuhan yang hidup, dan jalanilah kehidupan kita dengan ketenangan karena sadar bahwa kita tidak pernah sendiri ada Tuhan yang selalu menyertai. Amen