Renungan Harian, Senin 01 Maret 2021

Kita percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kehidupan kita. Namun Ketika menghadapi tantangan dan situasi berat ada musuh yang terbesar untuk mengaburkan kita terhadap iman kepada Tuhan adalah karena PIKIRAN KITA

Belajar dari Pengalaman Yosua

Perintah dan Peringatan yang Tuhan berikan “Kuatkanlah dan Teguhkanlah hatimu”

Yosua 1 Ayat 6, Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Ayat7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai  dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Ayat 9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”

Apa yang membuat Yosua mengalami ketawaran hati ? Firman Tuhan ini datang kepada Yosua sekitar pada tahun Tahun 1406 SM dan ini adalah tahun 41 perjalanan bangsa Israel keluar dari mesir dan akan memasuki tanah Perjanjian. Setelah Musa meninggal maka terjadi resesi Iman yaitu Iman mereka yang menjadi lemah dan  Tuhan memilih Yosua yang harus menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel memasuiki tanah Kanaan.

Yosua mengalami ketakutan dan kegentaran, karena ini bukanlah hal yang mudah karena sebelumnya hanya menjadi pengikut Musa, namun sekarang harus memimpin bangsa Israel untuk masuk tanah Kanaan dan diawali dengan menyebrangi sungai Yordan

Yosua 3:14-15 Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu. Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu — sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai –maka berhentilah air itu mengalir… Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

Didalam penyertaan Tuhan maka segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin, namun hal yang penting adalah bagaimana kita menjalani dan menghidupi penyertaan Tuhan setiap hari. Karena tetap aka nada tantangan untuk kita berani sepenuhnya percaya kepada penyertaan Tuhan. Dalam keadaan penuh tantangan seringkali Iman akan diuji, apakah kita percaya bahwa Allah tetap menyertai kita. Seperti dalam situasi pandemic ini, ada begitu banyak alasan untuk kita menjadi kuatir dan takut. Adakah kita masih percaya akan penyertaan Tuhan.

Jadikanlah Tuhan sebagai Pusat kehidupan kita hiduplah dalam KETAATAN, disanalah kita akan dapat menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya kepada Allah dan akan menikmati Penyertaan Tuhan.

Ulangan 11:11-15 Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun. Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

Ayat diatas adalah janji Tuhan … Kalau sudah PERLU maka TUHAN akan melakukan mujizatnya untuk menolong kita, bila pertolongan Tuhan belum nyata percayalah penyertaan Tuhan selalu ada didalam kehidupan kita yang akan memapukan kita untuk terus berjalan sampai tiba waktunya kita akan melihat MUJIZAT dari Tuhan NYATA dalam kehidupan kita.

PENYERTAAN TUHAN ADALAH WUJUD MUJIZAT TUHAN SETIAP HARI yang akan memampukan kita untuk terus melangkah menghadapi badai dan tantangan kehidupan. Kiranya Tuhan menolong setiap kita untuk terus berjalan dalam PenyertaanNya, nikmatilah perjalanan Iman kita didalam PENYERTAAN TUHAN senantiasa…

Tuhan Yesus Memberkati

Rangkuman Khotbah Pdt. Stefanus Suwarno