Renungan Harian Youth, Rabu 24 Juni 2020

Dalam Ulangan 8:2 tertulis

“Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kau lakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencoba engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak”.

Ada sebuah kisah ilustrasi:

Seorang anak kecil berjalan di sebuah taman yang luas bersama ayahnya, Ayahnya hendak mengajarkannya sesuatu agar ia meninggalkan kebiasaan yang buruk dan membangun kebiasaan yang baik dalam hidupnya. Mereka berdua berjalan dan melihat berbagai tanaman dan bunga yang indah di pandang. Ayahnya kemudian berkata “Coba kamu cabut rumput yang itu” kata ayahnya sambil menunjuk ke sebuah rumput kecil, anaknya memegang rumput itu lalu mencabutnya dengan mudah beserta dengan akarnya.  Ayah dan anak itupun kemudian melanjutkan perjalanannya, “Coba kamu cabut ilalang yang itu” kata ayahnya pada anaknya sambil menunjuk sebuah rumput ilalang yang lebih besar, anaknya berlari menuju ke rumput itu memegangnya dan mencabutnya dengan mengerahkan kekuatannya, rumput ilalang itu pun tercabut tapi dengan upaya yang cukup keras darinya. Perjalanan kemudian dilanjutkan, tiba-tiba sang ayah berhenti dan menunjuk ke sebuah semak belukar yang berukuran cukup besar “Coba kamu cabut semak itu” kata ayah pada sang anak, dan anak kecil itu berusaha mencari pegangan pada semak tersebut lalu menariknya tapi usahanya tidak berhasil, ia mencoba dari sisi yang lain, tapi semak belukar itu tidak dapat tercabut. Setelah merasa kecapekan anak itu pun menyerah “Aku tidak bisa Yah, hal ini tidak bisa aku lakukan” ayahnya pun tersenyum dan memeluk anaknya itu. Sang ayah kemudian menjelaskan makna dari apa yang dia suruh anaknya lakukan. “Kamu lihat anakku sama halnya dengan kebiasaan yang buruk jika kita membiarkan kebiasaan itu berakar dan bertumbuh semakin besar dalam hidup kita maka akan semakin sulit bagi kita untuk menghentikan kebiasaan itu, kebiasaan yang buruk harus dihentikan saat ini juga dan mulailah membangun kebiasaan yang baik untuk masa depanmu”.

Kita seringkali tidak sadar bahwa dalam hidup kita ada kebiasaan-kebiasaan yang buruk (seperti: suka ngomongin kejelekan orang, ngomong kotor, suka buka situs-situs porno, kecanduan game, dll..) dan kita sudah lama menghidupi kebiasaan itu, sehingga mengakibatkan kita sulit untuk berubah, sebab kita merasa itu tidak salah, atau kita sudah tahu salah tapi kita tetap ingin melakukannya.

Sebelum kebiasaan buruk itu menghalangi kemajuan kita dimasa depan baik secara jasmani maupun rohani maka marilah kita buka hati kita terhadap setiap koreksi dari firman Tuhan dan berubahlah.

Bangsa Israel dibawa Tuhan terus berada di padang gurun selama 40 tahun untuk mengubah hati mereka agar terbiasa melakukan yang baik. Selama hidup di Mesir mereka telah mempunyai kebiasaan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga mereka diproses begitu lama untuk berubah sebelum masuk ke tanah perjanjian. Tuhan maha tahu bahwa mengubah sikap hidup manusia harus dimulai dari hati, dan untuk mengubah hati harus melalui proses terlebih dahulu. Apabila hati itu keras dan tidak mau menurut tidak heran Tuhan memproses bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun. Jangan biarkan diri kita diproses oleh Tuhan dalam waktu yang lama, kita bisa berubah saat ini juga asalkan hati kita mau taat kepada Tuhan. Cepat-cepatlah lulus pada setiap ujian proses dari Tuhan dengan cara membuka hati untuk taat kepada setiap firman Tuhan. Tuhan Yesus sangat baik dan mengasihi kita, Ia mau kita hidup di dalam Dia, meninggalkan cara hidup lama, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk dalam hidup kita, dan membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik yang akan menjadi berkat dalam hidup kita baik secara jasmani maupun rohani.

Sekali lagi perlu diingat, jika satu dosa dilakukan berulang kali,maka dosa (kebiasaan buruk) itu akan semakin sulit dihentikan. Yesus datang tidak hanya untuk mengampuni dosa-dosa kita, tetapi juga melepaskan kita dari cengkeramannya.

Dan Tuhan meminta kita untuk membangun kebiasaan baru, tentu saja dengan pertolongan-Nya (Roma 6:19). Bersekutulah dengan teman-teman seiman, mempelajari Alkitab, dan menaati firman-Nya setiap hari, Allah akan menolong kita mengembangkan sikap, perilaku dan tindakan yang baik.

Adakah kita tengah berjuang melawan kebiasaan buruk? Izinkan Allah menolong kita membangun kebiasaan yang benar. Dia akan menghancurkan semua kebiasaan buruk itu dan membuat kita “benar-benar merdeka” (Yohanes 8:36)

KUASAILAH KEBIASAAN BURUK MU
ATAU KEBIASAAN BURUK ITU AKAN MENGUASAI MU

SM – YDK