Renungan Harian, Rabu 21 Oktober 2020

Keluaran 19:4-6 (TB)  Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.  Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”

Peristiwa dimana Allah menampakkan diri kepada Musa merupakan momen yang menunjukkan betapa seriusnya rancangan Allah kepada bangsa Israel.  Betapa tidak, setelah melewati perjalanan fisik dan mental yang begitu berat (dengan adanya pengejaran dari Firaun) maka tibalah mereka pada waktu dimana Allah hendak meneguhkan rancanganNya bagi bangsa Israel seutuhnya.

Hal ini nampak pada Keluaran 19 yang didalamnya berisi mengenai janji2 Allah.  sebelum adanya perjumpaan ini,  ada orang2 yang menganggap bahwa konsep Tuhan adalah suatu konsep yang tidak pasti, yakni dengan terlalu banyaknya persungutan yang muncul dari bangsa itu ketika menemui masalah. Hal ini sangat beralasan mengingat bahwa pengalaman menjadi budak sekian lama membuat mereka bertanya tentang keberadaan Allah itu sendiri. Oleh sebab itu, sebelum mereka menerima hukum Taurat, Allah terlebih dahulu menyatakan perjanjianNya dengan sebuah pengarahan yang tegas.

– “Kamu telah melihat” … berbicara tentang apa yang dikerjakan Allah bagi mereka…

Dari sini Allah melanjutkan dengan sebuah pernyataan:

Jika kamu“…. – sungguh-sungguh,,, mendengarkan FirmanKu dan- berpegang,,, pada perjanjianKu

Dari pernyataan Allah ini, kita menemukan bahwa sebenarnya Allah ingin umat-Nya memahami betapa mulianya rancangan-rancangan Allah yang akan terus-menerus Allah kerjakan bagi umat-Nya yang dengan segenap hati percaya kepada-Nya.

Kata sungguh-sungguh merupakan tindakan awal yang menentukan seseorang untuk memahami Firman Tuhan dan mengenal siapa Tuhan itu…hasilnya tentu adalah kita bisa melakukan Firman Tuhan tepat seperti apa mauNya Tuhan. Bukanlah sebuah perkara yang berat jika seseorang memiliki kesungguhan hati untuk melakukan sesuatu yang berkaitan denga  janji Tuhan.

Indikator yang tepat dalam mengukur kadar kesungguh-sungguhan kita adalah bagaimana kita “berpegang” pada perjanjian yang Allah janjikan di dalam firmanNya…

Belajar dari Nuh yang Memegang Perjanjian Tuhan dan sungguh-sungguh melakukan Firman Tuhan

Kesungguhan hati Nuh telah membuat dia dan keluarganya diselamatkan dengan kesediaan Nuh untuk membuat bahtera dan harus menunggu 120 tahun lamanya sampai air bah itu datang

Kejadian 6:22 (TB)  Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. 
Ibrani 11:7 (TB)  Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Kesungguh-sungguhan dalam memelihara perintah Tuhan membawa Nuh dan seisi rumahnya diselamatkan oleh Tuhan dari air bah. Alkitab juga menyaksikan bahwa Nuh mendapat kasih karunia dari Tuhan. Jika Nuh telah memegang janji Tuhan dengan melakukan berbagai petunjuk yang harus dia lakukan, bagaimana dengan kita? yang Allah mau untuk kita lakukan adalah dengan menunjukkan kepada-Nya sikap hati kita yang sungguh-sungguh mau hidup di dalam rancangan-Nya yang sempurna.

Bangsa Israel diberikan penawaran yang begitu sempurna dari Allah…  

Jika kamu akan menjadi harta kesayangan (untuk masa yang skarang ini, perhatian Tuhan tidak pernah beranjak dari kita)
Jika kamu akan menjadi kerajaan imam (untuk masa yang akan datang, kita pun akan memerintah bersama2 dengan Allah)

Setiap kita yang percaya juga memperoleh janji yang sama dari Tuhan, oleh karena itu tetaplah menjadi orang-orang yang memiliki kesungguhan hati dalam menantikan janji Tuhan yang sempurna tergenapi dalam hidup kita.

Seperti bangsa Israel yang telah menerima janji Allah, terus berjalan sampai tiba di tanah Perjanjian. Seperti Nuh yang membangun bahtera menanti dengan setia hari penyelamatan itu tiba bagi keluarganya. Seperti hidup kita yang telah diselamatkan, menanti dengan sabar kedatangan Yesus kali yang kedua, jerih payah kita tidak akan sia-sia (1 Kor. 15:58).

Jadi, Sebagai orang yang menjadi harta kesayangan Allah, kehidupan kita telah dijamin Allah, baik untuk masa skarang ini dan untuk masa yang akan datang…. jika kita sungguh-sungguh berpegang pada Perjanjian Allah, maka rancangan Allah bagi kita akan tergenapi dengan sempurna pada waktuNya Tuhan itu sendiri.

Tuhan Yesus Memberkati

RM