Renungan Harian Anak, Jumat 23 Oktober 2020

Syalom… selamat pagi adik-adik semuanya, tetap semangat untuk belajar merenungakan Firman Tuhan semuanya ya

Hari ini kita akan belajar dari kisah Miryam dan Bayi Musa dalam Keluaran 2:1-10

Pada zaman dahulu di negeri Mesir, ada satu keluarga yang mempunyai seorang bayi laki-laki. Mereka berbahagia, namun juga ketakutan. Karena Raja yang berkuasa saat itu jahat, ia memerintahkan agar semua bayi laki-laki dibuang ke Sungai Nil ! Bagaimana keluarga ini dapat menyelamatkan bayi mereka? Mereka menganyam sebuah keranjang yang bisa mengapung di air lalu meletakkan bayi itu di dalamnya. Kemudian mereka menyembunyikan keranjang itu diantara tanaman rawa-rawa di tepi Sungai Nil. Kakak bayi laki-laki itu, Miryam berkata, “Aku akan mengawasi keranjang ini supaya adik bayiku selamat.” Tidak lama kemudian,  datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya keranjang itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani. Aku akan menjadikan bayi ini anakku dan menamai dia Musa. Miryam segera keluar dari persembunyiannya dan berkata, “Tuan Puteri, saya kenal seorang ibu yang dapat merawat bayi ini sampai besar untuk tuan Puteri.” Sang Puteri tersenyum dan berkata, “Baiklah.” Maka Miryam membawa pulang bayi Musa ke rumah kepada ibu kandungnya, dan Miryam membantu ibunya merawat bayi Musa.

Di dalam keluarga, kita semua perlu saling menolong. Papa dan Mama merawat anak-anak, kakak adik saling menjaga dan menolong orang tua mereka juga. Allah memberikan kita keluarga sehingga kita tidak sendirian. Inilah salah satu cara Allah menunjukkan kasihNya kepada kita. Jika kita saling menolong, hal ini membuat setiap orang berbahagia dan menyenangkan hati Allah juga.

Keluarga adalah tempat untuk kita belajar menerima kasih dan juga memberikan kasih. Adik-adik banyak menikmati kasih dari orang tua dan juga saudara, adik-adik juga memiliki tugas untuk berbagi kasih dengan mereka. Caranya yang paling sederhana ada mau taat kepada perintah orang tua dan mau untuk saling menolong, menghormati dan menghargai.

Ayat Hafalan :

I Tesalonika 5:15b, Usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

Komitmenku hari ini

Terimakasih Tuhan, atas keluarga saya. Tolonglah saya agar dapat menunjukkan kasih sayang kepada mereka dengan cara menolong dan berbuat baik.

VA – YC