Renungan Harian Youth, Senin 15 Februari 2021

Salam semangat buat rekan-rekan semuanya, memasuki minggu yang baru ini kiranya kita semua tetap bersemangat.

Valentine Days atau hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari seringkali diperingati dengan mengungkapan kasih dengan pemberian kepada orang-orang yang kita sayangi, biasanya sih identic dengan coklat … Nah berkaitan dengan hubungan setiap kita pasti menginginkan hubungan yang baik dan sehat bisa terbangun dengan siapapun. Istilah kerennya “Relationship goals terjadi ketika suatu hubungan yang dijalani oleh dua pihak menjadi stabil dan saling memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Dan ciri relationship Goal dalam sebuah hubungan adalah adanya Komunikasi yang terjalin baik, Saling menghargai, Saling percaya, Saling mendukung, Saling memahami atau Tidak memojokkan satu sama lain saat bertengkar tetap Memberikan apresiasi satu dengan yang lain

kasih itu harus dikomunikaskan

Setiap orang yang mengasihi selalu terwujud dalam Tindakan, karena kita bisa memberi tanpa kasih tetapi kasih itu pasti akan selalu memberi. Ketika kita mengasihi tentunya kita pasti ingin mewujudkan ungkapan kasih itu kepada orang yang kita kasihi. Nah karena itulah penting untuk memahami Bahasa kasih orang yang kita kasihi … karena setiap orang memiliki Tindakan kasih yang diharapkan diberikan oleh orang lain, supaya komunikasi atau kasih itu bisa semakin terbangun dengan baik.

Banyak artikel yang membahas mengenai bahasa cinta bersumber dari buku Five Love Language yang ditulis oleh penulis asal Amerika yang bernama Dr. Gary Chapman. Buku tersebut membahas mengenai sebuah bahasa cinta yang diaplikasikan ke berbagai jenis hubungan atau cara bagi seseorang untuk mengekspresikan rasa cintanya kepada orang lain.

Apa saja bahasa cinta? Menurut Dr. Gary Chapman

1. Words of affirmation (kata-kata penguatan)

Kalimat pujian, kalimat penghargaan, atau ucapan terima kasih, kata maaf dan memaafkan, bahkan kritikan yang membangun dan memberi solusi terhadap sebuah permasalahan juga bisa dikatakan sebagai wujud dari kata-kata penguatan Amsal 27:5 mengatakan, “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi”. Bukan kata” yang mengumpat dsb.

2. Quality time (waktu yang berkualitas)

Tujuannya untuk memusatkan perhatian. Fokuskan waktu dan perhatian untuk orang yang kita kasihi. Waktu yang kebersamaan adalah bentuk kasih dan penghargaan.

3. Receiving gifts (menerima hadiah)

Menerima hadiah adalah tanda bahwa kita adalah salah satu orang yang spesial dan kita memiliki kriteria khusus untuk dapat menerimanya. Jadilah orang yang sangat mengapresiasi untuk menerima hadiah, bukan menilai maupun membandingkan. Saat kita memberi berilah secara tulus dan bijak dalam memberi hendaknya seimbang apa yang kita beri dengan siapa yang menerimanya. Jangan memberi atau menerima diluar kemampuan kita, hal tersebut bisa saja memicu hal yang tidak baik. Dan bahasa cinta adalah hadiah yang sangat istimewa untuk kita terima dan kita beri.

4. Acts of service (tindakan melayani)

Jika tanpa kasih cinta hampa tak berguna” cinta tanpa tindakan adalah bohong, cinta tanpa kasih adalah hampa, cinta tanpa melayani tak berarti. Jadikan semua kesempatan untuk melayani dengan cinta kasih dan ketulusan.

5. Physical touch (sentuhan fisik)

Bahasa kasih pasti membutuhkan berupa kehadiran bisa saja melalui sentuhan untuk orang-orang yang kita kasihi, dan dalam kondisi tertentu sentuhan bisa mengungkapkan hal-hal yang lebih dari sebatas kata-kata. Dalam arti sentuhan yang positif tanpa adanya hawa nafsu, seperti memberi pelukan kepada teman yang sedang bersedih, tepukan di punggung , dll

Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama

“Allah adalah kasih.” Yohanes membuka bagian ini dengan sebuah ajakan penting: “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (ay 7-8). 

Setiap orang punya kriteria bahasa cintanya masing-masing, dan setiap orang punya cara mengungkapkan bahasa cintanya masing-masing. Bijaklah dalam merespon setiap bahasa cinta tanpa adanya pikiran yang negatif.

Gunakan bahasa cinta  sebagai media untuk menyatakan kasih Allah kepada lingkungan sekitar. Ingatlah bahwa “Barangsiapa mengasihi Allah, ia juga harus mengasihi saudaranya” (1 Yohanes 4:21)

Komitmenku hari ini

Aku mau mengungkapkan kasihku melalui sikap-sikap yang tepat kepada sesamaku, sehingga aku dapat menjadi saluran kasih Allah bagi orang lain.

ER130221 – KPH