Renungan Harian Youth, Selasa 02 Februari 2021

Rekan-rekan youth, kehidupan mengajarkan kita tentang bagaimana kehidupan yang memiliki banyak hal dan juga sebaliknya, bagaimana kehidupan yang tidak memiliki apa-apa. Tetapi, baik orang yang berlimpah harta (crazy rich people) maupun orang yang tidak memiliki apa-apa (kaum dhuafa,) semuanya mempunyai perasaan “memiliki.”  Bahkan Hal ini terlihat dalam contoh-contoh ini anak-anak yang tidak mau lepas dari mainannya, Pasangan yang bercerai memperebutkan hak asuh anak/harta gono gini, sampai Negara Israel yang berkonflik dengan Palestina dalam perkara wilayah dll.

Berbicara tentang sebuah pegangan atau kepemilikan, maka dari contoh-contoh yang telah disebutkan  kita dapat memahami bahwa manusia memiliki perasaan yang kuat ketika berbicara mengenai hak milik. Dan ketahuilah bahwa Rasa memiliki adalah natur Allah yang diam dalam diri manusia

Dan juga, Lebih dari semua yang baru saja kita lihat, Allah juga sebenarnya ingin melihat bahwa manusia memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan kata “milik Tuhan.” Yang harus kita perhatikan terlebih dahulu adalah bahwa Kita hanya perlu menjadi rendah hati ketika bersinggungan dengan “kata Milik Tuhan”. Pandangan Tentang Firman ini perlu kita renungkan dengan serius betapa seringkali kita hanya sekedar saja berkata tentang hal-hal yang berkaitan tentang milik Tuhan tanpa memikirkan semua kepentingan Tuhan di dalam kata “milik Tuhan.”

1. Langit dan bumi

(Keluaran 9:29) Dan berkatalah Musa kepadanya: “Sekeluar aku dari kota ini, aku akan mengembangkan tanganku kepada TUHAN; guruh akan berhenti dan hujan es tidak akan turun lagi, supaya engkau mengetahui, bahwa bumi adalah milik TUHAN.

Allah mempercayakan sebuah keluarga untuk menjadi pengelola pertama dari segala potensi yang ada di muka bumi.  Allah bahkan berkata taklukkanlah dan berkuasa.  Allah mengajarkan sesuatu yang baik bagi manusia terkait pengelolaan terhadap milik Allah.

2. Perpuluhan

(Imamat 27:30) Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.

Perpuluhan adalah cara Allah yang ingin mengetahui sampai dimana kerelaan hati kita untuk mengembalikan 10% dari 100% berkat yang telah Ia berikan dan seberapa besar ketaatan hati dan penghormatan kita untuk melakukan perintah-Nya.  Seorang hamba Tuhan pernah mengatakan bahwa tujuan dari perpuluhan dapat disamakan dengan tujuan pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Pohon tersebut diletakkan Tuhan untuk menilai dan menguji hati kita  seberapa kita memiliki hati yang taat, mengasihi Tuhan, dan menghormati perintah Tuhan.

3. Hidup Manusia

(Roma 14:8) Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Fakta yang terjadi hari ini, banyak orang Kristen yang merasa mengikut Tuhan Yesus hanya oleh karena beragama Kristen dan pergi ke gereja. Tidak sedikit mereka menjadi Kristen hanya karena mencari atau mau menerima berkat jasmani (kemakmuran duniawi). Orang yang memiliki dirinya sendiri hidup untuk kepentingan diri sendiri, tetapi orang yang dimiliki Tuhan hidup untuk kepentingan Tuhan semata-mata.

Kita dipanggil Untuk Menjadi Milik Tuhan! dan  Di dalam kata panggilan ini, kita dapat menemukan bahwa ini adalah sebuah pilihan, yaitu: mau atau tidak? Mengapa demikian?

1. Menjadi milik Kristus bukan sesuatu yang bisa terjadi atau berlangsung dengan mudah.

Mereka harus mempertahankan iman mereka, orang yang menang adalah orang yang mengalahkan diri sendiri dengan menaklukkan dirinya kepada Tuhan. Sebaliknya, kalau orang mau menang sendiri, artinya orang yang hanya mau memuaskan keinginan daging dan ambisinya, menjadi orang yang kalah.

2. Seseorang tidak dapat dimiliki Tuhan jika masih terikat dengan berbagai kesenangan dunia dan tidak berkarakter seperti Yesus.

Tidak mungkin seseorang memiliki Kristus tanpa memiliki karakter-Nya. Sebaliknya, tidak mungkin orang dimiliki Kristus tanpa memiliki karakter-Nya. Orang yang tidak memiliki karakter Kristus tidak akan dapat bersekutu dengan Allah secara harmoni. Ini berarti keselamatan belum terwujud dalam kehidupan orang seperti itu.

Orang yang memiliki persekutuan yang harmoni dengan Allah adalah orang yang memiliki “harta kekayaan” yang lebih bernilai dari apa pun yang dapat dimiliki manusia di dunia ini. Itulah sebabnya orang percaya dikatakan lebih dari orang-orang yang menang, yaitu mereka yang hidup dalam persekutuan dengan Allah secara harmoni.

Komitmen kita:

Aku mau selalu menyadari bahwa segala sesuatu yang ada padaku saat ini, baik tubuhku, hartaku, hidupku, karirku, jabatanku, pelayananku semuanya adalah miliki Tuhan yang dititipkan Tuhan di dalam hidupku.

RM – MLE