Renungan Youth, Rabu 06 Mei 2020

Bahan Bacaan : Matius 14:22-33

Shalom sobat youth elohim.. pernah nggak sih teman-teman berpikir atau bertanya-tanya kenapa sih Tuhan mengijinkan sesuatu yg nggak enak atau bahkan sesuatu yg menakutkan terjadi dalam kehidupan kita? Emm..pernah kan ya..? Ya tentunya Tuhan punya tujuan yang pastinya untuk kebaikan kita. Yuk kita belajar dari kisah berikut..

Setelah Yesus mengadakan mujizat memberi makan 5000 orang, Tuhan menyuruh murid-murid-Nnya untuk mendahuluinya bertolak ke seberang menggunakan perahu, sedangkan Yesus naik ke bukit untuk berdoa. Ditengah perjalanan perahu murid2 diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Dan tiba-tiba munculah Yesus berjalan diatas air mendapatkan mereka, tapi murid-murid ketakutan karena mengira bahwa mereka melihat hantu. Kemudian Yesus menenangkan mereka dengan berkata

“Aku ini, jangan takut” dan Petrus berkata “Jika memang Engkau itu suruhlah aku datang berjalan diatas air mendapatkan Engkau”.

Dan Yesus berkata “datanglah”. Maka petrus mengalami sesuatu yg supranatural, sebuah mujizat dia bisa berjalan diatas air, ya..meskipun akhirnya dia bimbang karena melihat situasi disekelilingnya dan merasakan angin yang menerpanya maka ia mulai tenggelam hingga Yesus menolongnya. Kemudian mereka naik ke perahu dan seketika angin ribut menjadi tenang.

Dari kisah ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa Tuhan mengijinkan sesuatu yg tidak enak dialami murid-murid dengan sebuah tujuan yaitu supaya mereka bisa melihat kuasa Tuhan bahkan mengalami sendiri mujizat Tuhan.

Dari kisah Petrus berjalan diatas air Ini kita bisa belajar beberapa hal dalam menghadapi situasi yang buruk:

1. Bersama Yesus kita bisa melakukan perkara yang Mustahil.

Kita lihat bahwa bersama Yesus maka Petrus bisa berjalan diatas air, sesuatu yang melawan hukum alam. Bagaimana bisa? Ya karena Yesus punya kuasa atas segalanya, karena Dia Tuhan, Dia Allah.

Jika saat ini kita mengalami sesuatu yang sulit, jangan takut, jangan bimbang, asalkan kita berjalan bersama Tuhan kita pasti bisa melakukan perkara-perkara yang mustahil.

2.  Jika Tuhan menghendaki kita keluar dari zona nyaman kita maka melangkahlah dalam Iman.

Perahu adalah zona nyaman Petrus, karena diatas perahu dia tidak tenggelam, tetapi saat Tuhan menghendaki Petrus keluar dari perahu maka Petrus berjalan dengan Iman meskipun penuh resiko, tetapi disitu dia mengalami mujizat Tuhan. Taat kepada apa yang Tuhan mau sepertinya penuh resiko, kita tidak tahu apa yang ada didepan kita. Namun sebenarnya tidak demikian.

Jika kita benar-benar percaya kepada Tuhan, melangkah dalam Iman adalah jalan kehidupan dimana Tuhan sendirilah yang menjaminnya.

3. Jangan fokus kepada apa yang bisa melemahkan kita tetapi fokuslah kepada Yesus.

Saat Petrus merasakan hembusan angin dan melihat situasi disekelilinya maka ia mulai tenggelam. Jika kita terus menerus melihat situasi disekeliling kita pasti hal itu akan membuat Iman kita tenggelam, karena yang ada disekitar kita sesuatu yang menakutkan yang selalu membuat kita cemas.

Tuhan hanya ingin kita fokus pada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan kita, bahwa Dia sanggup mengatasi segala sesuatu yang terjadi saat ini.

Tuhan tidak berjanji langit akan selalu biru dan hidup kita akan tanpa tantangan, justru sebaliknya akan ada banyak tantangan, tetapi itu semua untuk melatih otot-otot iman kita agar semakin kuat sehingga kita semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.

Tetapi percayalah didalam semuanya itu Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Yesaya 41:10 (TB)  janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

Komitmenku hari ini :

Aku mau untuk terus percaya akan penyertaan Tuhan dalam hidupku, aku mau menjadi anak yang tidak mudah menyerah menghadapi tantangan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupku.

SAM – YDK