Renungan Harian Youth, Jumat 13 November 2020

Syalom rekan-rekan Youth, salam sehat dan semangat buat rekan-rekan semuanya.

Sesuatu yang besar dimulai dengan satu langkah kecil, sebuah keberhasilan dibutuhkan Langkah untuk mau memulai.

Kisah Mujizat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang (Yohanes 6) berawal dari ungkapan murid-murid “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yoh. 6:9). Ungkapan ini menggambarkan yang sering kita rasakan; tantangan begitu besar, dan Anda terlalu kecil? Namun ditangan Tuhan apa yang kecil ini merupakan awal dari mujizat yang besar.

Perhatikan, mukjizat dimulai hanya ketika mereka mengambil apa yang mereka miliki dan menaruhnya di tangan Tuhan.

Sepanjang kita berusaha mengklaim atau mengontrol milik kita sendiri, maka hal itu akan menjadi tetap kecil dan terbatas. Namun saat kita menyediakan diri kita, siapapun kita bisa dipakai untuk kemuliaan Tuhan. Bayangkan, hanya makan siang seorang bocah namun dari situlah Tuhan melakukan karya mujizat-Nya. Di hari-hari yang dipenuhi hal-hal kecil itu, kita akan mempelajari jalan Allah, bertumbuh dalam hikmat, dan mengembangkan iman untuk menghadapi hal-hal yang ada didepan kita.

“Tapi, saya punya banyak kelemahan,”
mungkin itu yang kita katakan. Kita semua datang ke hadapan Tuhan dalam keadaan lemah, rusak dan membutuhkan perbaikan. Kabar baiknya adalah, setiap kita ditangan penjunan yang tepat, yang tetap mampu untuk membentuk kehidupan kita menjadi bejana yang indah dalam kemuliaanNya.

Paulus berkata, “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya” (Rm. 11:29). Allah tidak pernah memindahkan anugerah dan karunia-Nya dari hidup kita. Karunia Allah bukan pinjaman, melainkan sebuah anugerah dan kepercayaan Tuhan kepada kita. Oleh karena itu, karunia tersebut tidak  pernah habis, semakin kita mau untuk terus bertumbuh maka semakin kuatlah karunia yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita.

Rasul Paulus menyatakan,

Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Ingatlah akan anugerah dan kuasa Tuhan yang akan terus menyertai kehidupan kita untuk mengembangkan Karunia yang sudah Tuhan anugerahkan bagi kita.

Efesus 1:19 “Betapa hebat kuasa- Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya”

Seperti pengalaman Daud, Alkitab mengajarkan bahwa Bersama dengan Allah di sisi kita, kita hanya membutuhkan ketapel dan kerikil untuk mengalahkan Goliat dalam kehidupanmu. Namun Pertanyaannya adalah, apakah kita cukup memercayai Tuhan sehingga berani melangkah dan mengijinkan Tuhan memakai kehidupan kita, dan hidup bergantung sepenuhnya kepada kedaulatan Tuhan?

Terkadang ketika Tuhan mengijinkan hal-hal yang terjadi diluar kemampuan kita, itulah saat kita akan melihat bahwa Allah sedang menyatkan kuasanya yang hebat. Percayalah Tuhan tidak akan membiarkan kita sendiri, dan Tuhan tahu batas kemampuan kita. Karena itulah Alkitab mengajarkan kita untuk memiliki IMAN. Iman bersumber dari Firman Tuhan yang hadir dalam kehidupan kita.

MILIKILAH FIRMAN YANG MEMBANGKITKAN IMAN, yang akan menghantarkan kita untuk membuka pintu-pintu mujizat Allah.

Ada sebuah kisah kehidupan …

Pada tahun 1958, Kimball, seorang guru Sekolah Minggu di Boston, mulai mengunjungi salah seorang muridnya yang bekerja sebagai kasir di sebuah toko sepatu. Pada akhirnya ia berhasil membawa anak itu kepada Kristus. Anak itu bernama D.L. Moody. Dua puluh satu tahun kemudian, Moody, yang telah menjadi seorang penginjil, mengunjungi London, dan disana terjadi kebangunan rohani yang besar. F.B Meyer, seorang pendeta setempat, pergi untuk mendengarkan khotbah Moody, dan hidupnya pun diubahkan. Kemudian, Meyer pergi ke Amerika untuk berkhotbah, dan dalam salah satu kebaktian- nya, seorang siswa bernama J. Wilbur Chapman datang kepada Kristus. Chapman menjadi aktivis VMCA, tempat ia berjumpa dan memuridkan mantan pemain bisbol bernama Billy Sunday. Sunday menjadi seorang pemimpin KKR yang hebat, dan dalam salah satu kebaktiannya di Charlotte, North Carolina, sekelompok pengusaha dimenangkan bagi Kristus. Setahun kemudian, mereka memutuskan bahwa kota mereka membutuhkan KKR lagi, maka mereka mengundang Mordecai Hamm, seorang penginjil aliran Baptis untuk menjadi pembicara. Setelah tiga minggu di sana, Hamm meninggalkan kota itu dengan putus asa karena ia hanya berhasil menobatkan seorang anak laki-laki berusia dua belas tahun bernama … Billy Graham. Dan sisanya telah menjadi sejarah kekristenan yang besar. Diawali dari pelayanan seorang guru sekolah minggu.

Rekan-rekan … hidup ini adalah kesempatan, seperti sebuah pujian … selama Tuhan masih memberikan kepada kita kesempatan untuk melayaniNya, menjadi berkat buat sesama kerjakanlah.
Tidak usah kita menuding orang lain dengan kewajibannya … periksa dirimu, adakah kita sering membuang kesempatan untuk melayani Tuhan dan jadi berkat buat orang lain. Jangan memikirkan hal yang tidak bisa kamu kerjakan tetapi apa yang ada ditanganmu, bawa kepada Tuhan dan lakukanlah yang terbaik

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus aku mau mempergunakan setiap kesempatan yang Engkau beri untuk melayaniMu dan sesama, trima kasih untuk setiap anugerah yang Tuhan berikan dan mampukan aku bertanggungg jawab dengan mengembangkannya.

D – AC