Renungan Harian, Rabu 11 November 2020

Aku bangun lebih pagi suatu hari
Dan bergegas memasuki hari itu
Terlalu banyak yang harus kukerjakan
Sehingga tiada waktu berdoa.
Masalah datang menimpaku
Dan setiap tugas terasa semakin berat
Aku heran, “Mengapa Tuhan tidak menolongku?”
Dia menjawab, “Engkau tidak memintanya”
Aku ingin melihat sukacita dan keindahan
Tetapi hari begitu kelabu dan mendung
Aku heran mengapa Allah tidak memberikannya
JawabNya ” Tetapi engkau tidak mencarinya”
Aku mencoba untuk masuk ke dalam hadiratNya
Kugunakan semua kunci pada pintuNya
Tuhan dengan manis dan kasihNya menegurku
“AnakKu engkau tidak mengetok”
Aku bangun lebih pagi hari ini
Berdiam sejenak sebelum memasuki hari itu
Terlalu banyak yang harus kukerjakan
Karenanya aku perlu ambil waktu untuk berdoa

Apakah ini yang menjadi gambaran kehidupan kita ? Sepertinya tidak ada waktu berdoa secara pribadi dengan Allah.

DOA adalah suatu tindakan menghubungkan diri dengan Allah yang mana didalamnya menjadi sebuah hubungan yang dibangun dengan berkomunikasi.

Doa merupakan perbuatan tertinggi yg dapat dilakukan oleh roh manusia, dapat juga merupakan persekutuan dengan Allah. Hanya manusia yang bisa berdoa kepada Tuhan dari segala ciptaanNya.

“Ketika Allah memutuskan untuk melakukan pekerjaan besar, Ia menggerakkan umat-Nya untuk berdoa terlebih dahulu.”

CH Spurgeon

“Ketika Anda punya kerinduan yang amat besar akan hal-hal sorgawi, ketika kerinduan Anda itu adalah sesuatu yang berkenan di mata Tuhan, dan ketika Anda mengingini apa yang Tuhan ingini, maka Anda akan memiliki semua yang Anda sukai.”

“Doa adalah persekutuan spiritual yang akrab dengan Pencipta langit dan bumi.”

“Alat pengukur terbaik bagi kehidupan rohani Anda adalah kegigihan doa Anda.”

Mengapa doa menjadi nafas kehidupan anak-anak Tuhan ?

Doa merupakan bentuk komunikasi dengan Tuhan ( Matius 6:9-13)

Dalam doa bapa kami,kita bisa memanggil “bapa” merupakan anugerah terbesar ketika kita memanggil dengan bapa. Hal ini menunjukan sebuah keakraban dan kita bisa menyampaikan permohonan kita. Sebagaimana seperti anak yang sedang memohon kepada bapanya demikianlah Allah memperlakukan kita.

Doa merupakan perintah Tuhan (Matius 7:7)

Bagaimana kita bisa mencari dan berseru kalau bukan hanya di dalam sebuah doa

Tuhan memerintahkan kita untuk mintalah, carilah dan ketoklah.. Ini berarti bahwa kita harus terus meminta, mencari, dan mengetok. Meminta mengandung arti kesadaran akan kebutuhan dan kepercayaan bahwa Allah mendengarkan doa kita. Mencari menunjukkan permohonan yang sungguh-sungguh disertai dengan ketaatan pada kehendak Allah. Mengetok menunjukkan adanya ketekunan dalam menghampiri Allah sekalipun Ia tidak menjawab dengan segera. Jaminan Kristus bahwa mereka yang meminta akan menerima apa yang mereka minta itu dilandaskan pada  “mencari dahulu Kerajaan Allah”.

Doa merupakan sumber kekuatan ( Mar 14:32-36)

Seperti yg dilakukan Yesus ketika dalam kondisi yg sangat tertekan, sangat sedih dan dikatakan seperti mau mati rasanya maka hanya dengan berserah dalam doa kita bisa seperti punya kekuatan kembali untuk menghadapi segala permasalahan

Doa merupakan sumber kekuatan dalam menalani setiap proses dalam kehidupan ini.

“Allah tidak pernah menjawab doa orang yang tidak sepenuh hati berdoa.”

Billy Graham

Lalu seperti apa doa yang seharusnya kita lakukan. Bagaimana seharusnya kita berdoa ?

Doa harus disertai kerendahan hati
Doa harus disertai dengan Iman yang penuh
Doa dengan tunduk kepada kehendak Allah.
Doa dengan perantara Roh kudus

“Apakah doa menjadi kemudi dalam hidup Anda, atau hanya menjadi ban serep? Jangan berdoa hanya saat engkau merasa ingin berdoa. Miliki perjanjian dengan Tuhan dan tepatilah itu. Karena kekuatan sesorang berada di lututnya.”

Corrie Ten Boom

Marilah kita kembali berkomitmen membangun doa-doa kita, seperti hal nafas yang sudah menjadi kebutuhan yang penting dalam kehidupan ini.

TC