Renungan Harian Youth, Jumat 15 Mei 2020

Haaaalllooooooo rekan rekan youth Elohim …. gimana kabar kalian hari ini…. sehat dan pastinya tetap semangat ya menjalani hari…

Ayat bacaan kita hari ini di Amsal 19 : 20

Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Ada sebuah cerita, ada seorang muda yang hobinya kebut- kebutan alias punya geng motor. dia bahkan sering ikut balapan liar,.. kayak film dilan tapi ini bukan dilan dan menganggap itu sebagai ajang pembuktian diri dan juga bisa sebagai ajang cari duit ges. Seorang teman sudah mengingatkan agar jangan kebut – kebutan atau ikut ajang balap motor. Ortunya pun juga berkali-kali mengingatkan agar mengurungkan niatnya untuk ikut balap motor.

Apa yang ditakutkan pun terjadi. pemuda itu mengalami kecelakaan dan terluka cukup parah. Ketika bertemu orang tua nya di rumah sakit, sambal menangis ayahnya berkata “ ayah sudah sering mengingatkan tapi kamu tidak pernah menghiraukan, kenapa sulit sekali mendengarkan nasihat orang tua dan harus sampai begini akhirnya” . Masih untung pemuda itu tidak kehilangan nyawanya dan masi bisa beraktivitas. Meskipun rasanya nyeri tetap dia rasakan dibagian kakinya untuk waktu yang cukup lama.

Seringkali kita menganggap bahwa nasihat itu membatasi kesenangan kita. Dan seringkali kita menganggap nasihat orang tua atau orang terdekat kita itu tidak penting. Dan tak jarang pula, ketika akhirnya malapetaka terjadi, akan sulit bagi kita untuk memperbaikinya. akhirnya pepatah pun muncul “ Nasi telah menjadi bubur“ yang artinya penyesalan bisa jadi sudah terlambat.

Kepada orang tua dan sahabat saja kita membangkang dan menolak nasihat mereka, apalagi kepada Tuhan yang tak Nampak secara langsung didepan mata kita. Kita bisa terus mengabaikan peringatan dan teguran Tuhan, tidak peka atau tidak mendengar karena kekerasan hati kita.

“Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri,tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.”  Amsal 12:15

Sebagai manusia kita memiliki kecenderungan mementingkan dan membenarkan diri sendiri atau menganggap diri paling benar sehingga kita sulit sekali menjadi pendengar yang baik bagi orang lain. 

Mendengarkan orang lain berarti punya rasa penghargaan terhadap orang lain dan tanda bahwa kita mampu memahami mereka;  mau mendengarkan orang lain berarti pula rela menerima teguran, masukan, kritik, saran ataupun nasihat dari orang lain.  Jadi kita harus menyikapi secara positif semua itu yang ditujukan kepada kita

Kadang kita menganggap biasa nasihat seseorang kepada kita. Kita tidak setuju ketika nasihat itu tidak seperti yang kita harapkan. Namun, Tuhan dapat menyatakan nasihat-Nya melalui orang di sekitar kita untuk menolong kita supaya tidak salah jalan.. 

“…mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.  (Amsal 13:10).

Jadi ingat rekan pemuda youth Elohim…

 Jika kita mau mendengarkan secara sungguh-sungguh, maka nasihat dan didikan itu yang akan mengarahkan kita untuk memilih hidup menjadi bijak Marilah kita belajar menerima nasihat seperti seorang anak kecil yang sadar akan kekurangan dan kelemahannya. Jika kita membaca kitab Amsal, kitab yang banyak memberikan nasihat.

Ingat!!! Firman Allah adalah sebagai sumber nasihat dan sumber didikan yang mengarahkan kita untuk memiliki nilai hidup yang baik, tidak hanya bagi Allah dan juga bagi sesama

Untuk itu, ayoo… marilah kita menjadikan diri kita sebagai orang yang mau hidup dalam nasihat dan didikan Allah, agar keputusan Allah saja yang akan menjadi bagian hidup dari seluruh aktifitas kita setiap hari, Amin.

Komitmenku hari ini :

Bapa aku mau mendengar nasihat dan didikanMu. Ajari aku untuk rendah hati dalam menerima setiap didikan dan nasihatMu Tuhan. dan  aku akan menjadikan nasihat sebagai bahan untuk memperbaiki diri. Amin

CGP – AC