Kasih_sebagai_obat_penawar

Renungan Harian Youth, Kamis 06 Agustus 2020

Syalom rekan-rekan Elohim Youth … semoga rekan-rekan dalam keadaan sehat dan semangat semuanya

Berbicara tentang obat penawar, hari-hari ini lagi ramai dibicarakan mengenai vaksin dari virus Covid-19 supaya bisa mengobati orang-orang yang terinfeksi bahkan membangun imunitas supaya tidak terjangkit oleh virus ini.

Namun ada virus yang juga berbahaya yang tanpa disadari tepat seperti yang dituliskan dalam Firman Tuhan, Salah satu tanda akhir jaman yang tercatat dalam Firman Tuhan adalah

“Kasih yang bertambah dingin” (Matius 24:12)

Rekan-rekan youth Kita sadari bahwa ada banyak kebencian disekitar kita. Suami membenci istri mereka, dan istri membenci suami mereka. Ada Orang tua yang membenci anak-anak mereka, dan anak-anak membenci orang tua mereka. Kakak dan adik saling membenci. Yang membuat hati miris adalah adanya permusuhan di dalam hati mereka terhadap orang-orang yang seharusnya dekat dengan mereka yaitu keluarga. Kebencian tampaknya telah memenuhi dunia, karena perang dan kekejaman telah menyebar ke mana-mana.

Nah pertanyaannya adalah apakah kita memiliki masalah dengan kebencian? Apakah anda kesulitan untuk mempraktikkan kebaikan dan pengampunan kepada orang lain?

Bagaimanapun juga, kita harus mengatasi masalah kebencian dan menggantikan permusuhan dengan kasih sebagai obat penawar, atau kebencian akan runtuh dan menimbun kita.

Inti Kekristenan dibangun di atas kasih. Inti dari kekristenan adalah penegasan bahwa Allah mengasihi manusia. Allah meminta anak-anak-Nya mengasihi Dia dengan sepenuh hati dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri.

Tuhan Yesus meringkas pengajaran Musa dan para nabi ke dalam dua perintah yang luar biasa (Matius 22:35-40). Dari pemurnian semua ajaran di dalam Peijanjian Lama ini, kita mempelajari tiga kebenaran yang luar biasa:

1. Kewajiban utama kita adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan kekuatan.
2. Kewajiban kedua adalah mengasihi diri sendiri secara tepat sehingga kita memiliki ukuran yang tepat untuk mengasihi sesama kita.
3. Kewajiban ketiga adalah mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri sendiri.

Perintah untuk mempraktikkan kasih di dalam dunia yang penuh kebencian ini sangat  jelas sekali. Kita harus mengasihi Allah, diri sendiri, dan orang lain. Kita harus mengasihi orang lain sekalipun mereka tidak menyenangkan. Kita bahkan harus mengasihi orang-orang yang tidak kita sukai.

Bagaimana mewujudkannya?

Firman Tuhan menyatakan bahwa Allah tidak hanya menuntut kita untuk mengasihi, tetapi Ia juga memberikan kesanggupan dan kecenderungan hati untuk mengasihi.

“Allah adalah kasih” (1 Yohanes 4:8). Allah telah menunjukkan kasih-Nya terhadap orang-orang yang tidak layak dikasihi melalui pemberian Putra-Nya, Yesus Kristus (ayat 9-10). Karena Allah mengasihi kita, Rasul Yohanes menyatakan bahwa kita diwajibkan dan dimampukan untuk saling mengasihi (ayat 10).

Allah tidak berharap kita mengasihi dengan kekuatan manusia saja, karena kasih manusia semu dan tidak murni, selalu memiliki kecenderungan untuk memenuhi keinginannya.

Ia memberikan Roh Kudus di dalam kehidupan orang percaya untuk memampukan kita mengasihi Allah dengan segenap hati, mengasihi diri kita sendiri dengan tepat, dan mengasihi satu sama lain seperti terhadap diri sendiri.

Kolose 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Komitmenku Hari ini :

Aku mau terus belajar untuk mempraktekan Kasih dalam kehidupanku, karena inilah yang menjadi perintah Tuhan dan kasih akan membuat dunia ini menjadi indah.

PA – SCW