Renungan Harian Youth, Jumat 17 Juli 2020

Markus 2:1-5

Syalom … salam semangat buat rekan rekan youth semua .,,,

Kita tentu tidak asing dengan slogan salah satu Perusahan Otomotif di Indonesia , dengan slogannya yang berbunyi “One Heart”. Ya slogan ini sering kita lihat dan kita dengar melalui iklan baik di televisi maupun di papan reklame sudut sudut jalan. Salah satu misi Perusahaan ini adalah untuk menyediakan solusi mobilitas dengan menyediakan produk dan layanan yang terbaik. Unuk mencapai misi tersebut pastinya di dukung oleh kerja keras dari semua team yang baik di setiap divisinya, adanya kesatuan hati dari setiap karyawan untuk memberikan produk dan layanan terbaik untuk setiap pelanggan. Tentunya disini kita tidak sedang promosi merk tertentu loh ya,tetapi kita mau belajar dari slogan ini yaitu One Heart / Satu Hati

Bacaan firman Tuhan kita hari ini dalam Markus 2:1-5, mengisahkan tentang seorang lumpuh yang disembuhkan oleh Yesus setelah dia diturunkan dari atap rumah oleh empat orang yang membawanya karena tidak ada jalan masuk kerumah itu.

Dalam ayat-ayat yang baru saja kita baca di atas, kita mendapati ada 3 (tiga) tokoh sentral disana, yakni: 4 orang penggotong/pengusung orang lumpuh, orang lumpuh, dan Tuhan Yesus.

Dari situ kita belajar beberapa 3 point utama yaitu :

1. Mereka memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain

Alkitab hanya memberikan keterangan kepada kita bahwa pada waktu itu ada empat orang yang membawa orang lumpuh, tetapi Alkitab tidak memberikan penjelasan lebih lanjut kepada kita tentang ada hubungan apa antara si keempat orang penggotong itu dengan si lumpuh yang mereka gotong.

Adik? Kakak? Kerabat? Sahabat? Atau Teman Sekampung? Tetapi yang sungguh menggugah hati saya adalah bagaimana keempat orang tersebut memiliki hati bagi orang lain, yang mereka tahu sangat membutuhkan jamahan Tuhan Yesus.

Orang lumpuh adalah gambaran dari keadaan orang-orang di sekitar kita. Secara Fisik mungkin mereka tidak mengalami kelumpuhan, tapi berapa banyak orang-orang di sekitar kita, bahkan mungkin orang yang memiliki kedekatan dengan kita sesungguhnya sedang mengalami “kelumpuhan” di dalam kehidupan mereka. Entah itu kelumpuhan secara rohani, kelumpuhan secara jiwani, kelumpuhan secara materi, dan lain-lain, di mana mereka sesungguhnya sangat membutuhkan jamahan dari Tuhan Yesus.

2. Mereka mengupayakan agar orang lain berjumpa dengan Tuhan Yesus.

Memiliki hati yang berbelas kasihan kepada orang lain tentunya akan mendorong kita untuk melakukan tindakan nyata agar mereka dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus sehingga mengalami pemulihan dan kesembuhan atas kelumpuhan mereka. Empat orang yang menjadi bahan perenungan kita pada kesempatan hari ini melakukan tindakan nyata. Mereka mengupayakan agar si lumpuh dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus Meskipun dalam kenyataannya  mereka harus mengalami rintangan/hambatan. Terlalu banyak orang-orang berkerumun sampai-sampai mereka tidak lagi dapat masuk melalui pintu karena begitu banyaknya orang. Tapi mereka tidak mudah menyerah, mereka terus mengupayakan agar si lumpuh dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus. Mereka membawa orang lumpuh tersebut menaiki atap, membongkar atap rumah, serta menurunkan tilam di mana orang lumpuh itu berbaring tepat dihadapan Tuhan Yesus

3. Mereka memiliki iman yang nyata

Satu perkataan yang sangat menarik dari ayat yang kita baca di atas adalah : “…Ketika Yesus melihat iman mereka…”. Ada iman yang terlihat nyata melalui tindakan nyata dan upaya agar orang lain mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

Apa dampak dari iman tersebut?

Mari kita baca dalam ayat yang ke-11 dan 12, apa yang terjadi dengan orang lumpuh itu setelah Yesus melihat iman keempat orang yang menggotongnya:

“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu! Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.“

Di dalam Alkitab, ada banyak kisah orang yang mengalami kesembuhan karena imannya kepada Yesus. Namun kisah yang kita baca ini cukup unik. Alkitab mencatat bahwa Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu atas dasar iman teman-temannya. Hal ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa

kesehatian dapat mendatangkan mukjizat Tuhan. Betapa pentingnya memiliki sikap sehati dan peduli satu sama lain.

Dalam setiap pelayanan kita sebagai orang percaya, tak jarang kita mendapati saudara seiman yang sedang mengalami pergumulan. Mungkin karena sakit, bergumul tentang pekerjaan, keadaan finansial atau pergumulan tentang keluarga. Mari rekan Youth jika saat kita mengetahui hal itu, kita sama sama mau belajar untuk bersehati mengulurkan bantuan dan memberi dukungan kepadanya. Baik itu dalam doa, penghiburan dan pertolongan lainnya bila diperlukan.

Berinisiatiflah untuk menjadi penggerak kesatuan dalam komunitas, milikilah sikap peduli satu sama lain. Jika dalam kondisi saat ini mari kita menyatukan hati berdoa supaya wabah Corona ini dapat segera berlalu, ada kesembuhan dan pemulihan  untuk saudara saudara kita yang sedang sakit, ada penyertaan dan perlindungan Tuhan untuk rekan2 kita dari tenaga medis yang saat ini yang bertugas menanggulangi Virus Corona. Karena dalam kesatuan hati, ada berkat dan mukjizat Tuhan yang dicurahkan.

Komitmen :

Berikan kami kesatuan hati kami Tuhan agar dalam setiap pelayanan dan perbuatan  kami dapat memberkati orang lain dan menyenangkan hatiMu. Amin

KP – AC