Renungan harian Anak, Kamis 26 November 2020

Adik-adik, Allah menyatakan Nuh sebagai orang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sejamannya. Wah, ini suatu hal yang luar biasa! Ketika semua manusia lainnya berbuat dosa, ternyata Nuh tidak ikut-ikutan berbuat dosa. Nuh tetap memilih untuk melakukan yang benar dihadapan Tuhan.

Bagaimana bisa ya Nuh hidup berbeda dengan semua orang sejamannya? Apa rahasianya?

Rahasiannya ternyata karena:

Nuh berjalan dengan Allah.
Nuh bercakap-cakap dengan Allah – berkomunikasi dengan Allah – mendengarkan perkataan Allah.

Nah adik-adik, Allah tidak memperlakukan orang benar sama seperti Allah memperlakukan orang berdosa. Allah memberitahukan kepada Nuh rencana-Nya itu. Allah harus dan akan menghukum orang berdosa. Namun Allah mau dan akan menyelamatkan orang benar. Sekalipun Allah akan menghukum semua manusia lain, tetapi Allah memberi kasih karunia kepada Nuh. Allah mau menyelamatkan Nuh supaya Nuh dan keluarganya bisa tetap hidup. 

Allah menyuruh Nuh membuat bahtera (Kej 6:14-17).

Allah memberi perintah yang jelas tentang bahtera yang bagaimana yang harus Nuh buat. Allah memberi tahu apa alasan Nuh harus membuat bahtera. Ternyata Allah akan menghukum orang berdosa di bumi ini dengan cara mendatangkan air bah (Kej 6:17), dengan demikian semua manusia bahkan semua yang bernyawa di bumi akan mati binasa. Sekali lagi Allah meneguhkan janji-Nya bahwa Allah akan menyelamatkan Nuh, bahkan seluruh keluarga Nuh juga akan diselamatkan (Kej 6:18). Allah juga menginstruksikan Nuh untuk membawa sepasang semua binatang yang ada di bumi. Lalu Nuh melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya (Kej 6:22). 

7 hari kemudian datanglah air bah meliputi bumi (Kej 7:10). Segala mata air samudra raya terbelah dengan dahsyat dan tingkap-tingkap langit terbuka. Turunlah hujan lebat meliputi bumi 40 hari 40 malam lamanya (Kej 7:11-12). Air itu naik dan mengangkat bahtera itu sehingga melampung tinggi di atas bumi  (Baca : Keja 7:17-20). 

Selama 150 hari, air itu menutupi seluruh bumi. Setelah hujan berhenti, Nuh tidak langsung keluar dari bahtera. Nuh tetap menunggu Allah instruksi dari Allah. Allah membuat bahtera Nuh terkandas di pegunungan Ararat (Kej 8:4). Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh agar Nuh keluar dari bahtera itu (Kej 8:15-17). Maka Nuhpun taat. Nuh keluar dari bahtera itu bersama seisi keluarganya (Kej 8:18) dan seluruh binatang yang masuk ke bahtera itu.

Hanya Nuh dan keluarganya yang selamat (Kej 7:23)  di dalam bahtera. Nuh dan keluarganya selamat karena Allah menyelamatkan. Allah tidak memperlakukan orang benar sama dengan orang berdosa. Allah menyelamatkan orang yang percaya dan taat kepada-Nya.

Adik-adik, seorang yang benar di mata Tuhan adalah orang yang mentaati Firman Tuhan.  Menjadi seorang yang benar bukan sekedar sebutan, tetapi harus dibuktikan dengan cara hidup orang itu, apakah ia mentaati Firman Tuhan atau tidak.  Jadi orang benar adalah orang yang mentaati Firman Tuhan. 

Apakah adik-adik orang benar, terbukti dari apakah adik-adik mentaati Firman Tuhan atau tidak.  Mau menjadi orang benar?  Yuk, buktikan dengan mentaati Firman Tuhan.

Ayat Hafalan:

Efesus 5:1, Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih

Komitmen:

Tuhan Yesus, aku mau disebut sebagai orang benar, aku mau mentaati Firman Tuhan setiap waktu.

CM – RS