Mendengar_dan_Memandang_pada_Yesus

Renungan Harian, Rabu 29 Juli 2020

Hari ini kita hampir memasuki bulan ke enam dimana kita tidak dapat beribadah di gereja. semua orang bertanya-tanya kapan semua ini akan berakhir??? Tidak ada seorangpun yang tahu jawabannya. Ada beberapa gereja yang sudah memulai beribadah kembali tapi dengan syarat mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat. Meski demikian banyak pertimbangan yang perlu dipikirkan dengan membuka kembali tempat ibadah. Jemaat sangat rindu untuk beribadah bersama-sama dalam rumah Tuhan. Ini berlaku bagi semua agama yang ada di Indonesia.

Bangsa Israel pernah mengalami hal yang hampir sama ketika mereka dalam pembuangan, karena dosa-dosa yang dilakukan oleh bangsa Israel, maka Allah mengijinkan mereka ditawan.  Setelah sekian lama mereka rindu untuk pulang. 

Seperti pepatah lama seenak-enaknya di negeri orang lebih baik di negeri sendiri. Begitulah Daniel, Kehidupannya cukup mapan di Babel, dia adalah orang orang yang berpengaruh, punya kedudukan yang tinggi, tapi Daniel tetap merindukan kampung halamannya, dia rindu untuk beribadah di Yerusalem, beribadah di Bait Allah. Selama di pembuangan Daniel beribadah di rumah tempat tinggalnya dan menjadikan Yerusalem adalah kiblatnya orang Israel untuk berdoa, ketika dalam pembuangan mereka tetap berdoa dengan mengarah ke Yerusalem. 

Daniel 6:10 (TB) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Kita melihat disini meskipun dalam pembuangan mereka tidak dapat beribadah bersama tapi Firman Allah jelas menuliskan Daniel memuji dan berdoa di rumah mereka. Bukankah hal ini juga yang kita lakukan dalam ibadah kita di gereja? Memuji Tuhan, berdoa dan mendengar Firman Tuhan.

Daniel 9:23-24 (TB)
Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan KELUARLAH SUATU FIRMAN, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu! Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.

Mereka mendengar Firman Tuhan dan kita lihat FIRMAN ALLAH dan jawaban Tuhan kepada Daniel atas pertanyaannya, sampai kapan mereka ada dalam pembuangan? Tuhan menjawab sampai “70×7” masa (kurang lebih perhitungan mereka pada waktu itu adalah 490 th).

Kita bisa bayangkan keadaan tersebut jika kita ada di posisi Daniel, bagaimana perasaannya mendengar jawaban Tuhan. Kira kira 4 generasi berikutnya apa yang mereka rindukan terwujud, mereka akan pulang ke Yerusalem dan mendirikan kembali BAIT Allah yang sudah diruntuhkan sehingga mereka bisa beribadah kembali di Bait Allah. 

Dalam situasi tersebut Allah tetap memakai Daniel menjadi TERANG dan MEMBERKATI DENGAN HIKMAT KEBIJAKSANAAN melebihi orang orang Babel. Hidup mereka menyelamatkan orang banyak.

Daniel 2:27-28 (TB) Daniel menjawab, katanya kepada raja: “Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di SORGA ADA  ALLAH yang MENYINGKAPKAN rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang.

Apa yang bisa kita pelajari dari peristiwa ini?
Seperti yang kita alami hari-hari ini kita rindu beribadah kembali tapi kita tidak tahu kapan akan terwujud, namun percayalah akan Firman Tuhan, kita ini DIKASIHI OLEH TUHAN, jangan takut.
Tetap percaya Tuhan mengendalikan semuanya dan akan tiba waktunya akan ada pemulihan dari Tuhan. sehingga semuanya dapat berjalan normal kembali.

Apa yang harus kita lakukan saat ini?

TETAP MENGARAHKAN PANDANGAN KITA KEPADA TUHAN. Ketika kita mengarahkan pandangan kita HANYA KEPADA TUHAN, TUHAN sendiri yang akan memberitahukan kepada kita apa yang harus kita lakukan.

Mari terus arahkan pandangan kita kepada Tuhan saja, kita akan mendengar suara-Nya dan ikuti semua tuntunan-Nya.

Sebagaimana Tuhan memakai Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, Tuhan juga akan memakai kita menjadi penunjuk jalan kepada Yesus bagi orang orang disekitar kita.

Saat kita MENDENGAR SUARA TUHAN dan tetap mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan, Tuhan akan selalu memberikan tuntunan dan perlindunganNya.

Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

TUHAN YESUS SANGAT MENGASIHI KITA SEMUA.
Tetap semangat
Salam sehat selalu
Tuhan Yesus menyertai.

EM