Renungan Remaja, Sabtu 18 April 2020

Sering kita berharap bahkan tanpa disadari kita menuntut orang lain (entah teman dekat, orang tua, sahabat, bahkan mungkin pacar) untuk peka, kita berharap mereka peka dengan perasaan kita, apa yang kita pikirkan, atau apa yang kita mau tanpa kita perlu banyak bicara. Kita menuntut dan berharap orang lain peka tapi kita lupa untuk menuntut diri kita peka dengan Tuhan.  

Sadari bahwa Tuhan juga inginkan kamu mempunyai kepekaan akan hati-Nya, pikiraan-Nya, tujuan-Nya, dan kehendak-Nya buat hidupmu.

Selayaknya hubungan dekat antara dua sejoli ataupun teman karib, yang menjadikan mereka peka satu dengan yang lain, Kepekaan akan Tuhan pun timbul dari hubungan yang intim dengan Dia, hubungan yang dekat dengan Dia. Bahkan yang luar biasa Tuhan Yesus menyebut diri kita semua adalah sahabat-Nya.

Yohanes 15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Usaha untuk mengenal Dia perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh, perlu kesetiaan, dan ketaatan, dengan tekun berdoa kepada Dia menjadikan hati kita diasah jadi semakin peka untuk mengenali suara-Nya. Pengenalan akan Tuhan juga dapat dilakukan melalui pembacaan Firman Tuhan, bukan cuma sekedar baca, tapi juga pahami dan renungkan maksud Tuhan lewat setiap Firman yang kita baca.

Kalau kita bilang pengen kenal Tuhan tapi kita gak pernah baca Firman Tuhan dan gak pernah berdoa, kita mau kenal Dia secara pribadi lewat apa? Padahal Firman Tuhan itu adalah Yesus sendiri, Firman adalah pikiran dan Ucapan Tuhan, seperti yang tertulis pada Injil

Yohanes 1: 1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Jadi mari bersama-sama menyadari bahwa membaca Firman itu penting, agar kita bisa mengenal Dia dan membuat kita peka akan Dia.

Hubungan yang dekat dengan Tuhan harusnya menjadi sebuah landasan kepekaan hati, dengan itu kita bisa mengerti setiap jalan yang diarahkan-Nya kepada kita.

Kalau engkau bingung dengan arah hidupmu, dengan tujuan hidupmu, atau mungkin cita-cita mu, bahkan jodohmu mungkin, bagaimana masa depan mu, akan kuliah dimana, kerja dimana, kerja apa? Percayalah bahwa Tuhan sudah sediakan semua jawaban dan rencana, kita hanya perlu mendekat pada-Nya, melekat pada-Nya sampai akhirnya kita jadi peka dengan Dia, kita ngerti jalan yang diarahkan-Nya kepada kita.

Dan perlu diingat bahwa Menjadi peka dan mengenal Dia adalah Proses seumur hidup sampai kita terima Mahkota Kehidupan.  Jadi maukah kita belajar mengerti kebenaran-Nya agar kita lebih peka dan menyadari rancangan-Nya?

Efesus 1:17
Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

 Yuk, sama-sama belajar untuk peka dengan Bapa kita Yesus Kristus dengan berkomitmen

“Tuhan mulai saat ini, aku mau mendekat pada Mu, melekat pada Mu, mengenal Engkau lewat kebenaran Firman Mu dan Doa sehingga aku menjadi peka akan Engkau”

Tuhan memberkati…

IM – AC