Renungan Harian Anak, Rabu 16 Desember 2020

Ayat : Kejadian 9 : 1 – 17

Hai hai. Shalom. Selamat pagi adik-adik Elohim Kids yang dikasihi Tuhan. Wah gak terasa ya sudah pagi lagi, itu artinya waktunya bagi kita untuk membaca dan mendengarkan Firman Tuhan kembali. Sudah pada siap kan ? Adik-adik simak baik-baik ya supaya Firman Tuhan ini boleh menjadi berkat dalam kehidupan kita.

Adik-adik, kalian pasti pernah melihat pelangi kan? Pasti adik-adik senang ya melihat pelangi dengan warna-warna nya yang begitu indah terpancar di langit.

Namun, pernah nggak sih kalian bertanya-tanya bagaimana sih proses terjadinya pelangi itu? Nah, secara ilmu alam, pelangi terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh uap air yang bertebaran di udara. Jadi, secara sederhananya, kita akan bisa melihat pelangi ketika ada cahaya matahari dan udara yang basah secara bersamaan. Hal ini akan terjadi saat hujan telah berhenti, dan matahari mulai kembali bersinar. Oleh karena itu, biasanya kita bisa melihat pelangi sehabis hujan.

Nah adik-adik, ada juga lho, satu kisah di dalam Alkitab yang menggambarkan sebuah pelangi kehidupan. Mari kita baca ayatnya di dalam kitab

Kejadian 9 : 13 “ Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.”

Disini, pelangi merupakan tanda janji Allah yang diberikan kepada Nuh dan seluruh umat manusia bahwa Tuhan tidak akan membinasakan bumi dengan air bah lagi. Dan jika kita masih bisa melihat pelangi hingga hari ini maka itu adalah salah satu tanda bahwa janji TUHAN adalah kekal untuk selama-lamanya.

Dan hujan berbicara tentang masalah-masalah yang kita hadapi. Apa sih yang jadi masalah kita? Mungkin kita sering dimarahi orang tua kita, mungkin kita masih sering dapat nilai yang jelek, mungkin kita punya teman/saudara yang nakal, dan mungkin masih banyak hal lain yang menjadi masalah bagi adik-adik. Ada kalanya ‘hujan’ permasalahan dalam hidup kita itu rintik-rintik, namun ada kalanya juga ‘hujan badai’ permasalahan terjadi. Namun satu hal yang adik-adik harus ingat, ada pelangi yang indah sehabis hujan. Itu harus menjadi kerinduan kita sebagai anak-anak Tuhan, yaitu melihat pelangi sebagai janji Tuhan yang pasti akan digenapi. Tuhan Yesus tidak pernah ingkar janji. Ia pasti akan menolong adik-adik untuk melewati kesulitan demi kesulitan yang adik-adik hadapi.

Apabila kita melihat pelangi sehabis hujan, kita harus bersyukur untuk janji kebaikan Tuhan. Dan pelangi juga mengingatkan kita bahwa seberat apapun persoalan kita, pasti akan ada pelangi atau janji Tuhan yang pasti akan digenapiNya. Kuncinya, adik-adik harus tetap percaya dan berharap kepada Yesus saja. Amen.

Ayat Hafalan :

Mazmur 18 : 31a “Adapun Allah, jalanNya sempurna; janji Tuhan adalah murni.”

Komitmenku :

Tuhan Yesus. Aku mau sungguh-sungguh percaya dan berharap kepada janjiMu. Aku percaya janjiMu Ya dan Amen.

GCT – GCT