Renungan Harian, 08 April 2020

Pada hari-hari masa raya Paskah ini, kita mengingat bagaimana pengorbanan Yesus Kristus diatas Kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Setiap kita sebagai orang percaya harus mengerti dan memahami dengan sungguh arti pengorbanan Yesus diatas kayu Salib, arti Keselamatan yang dianugerahkan bagi kehidupan kita.

Ada banyak orang-orang Kristen yang memiliki pengertian yang “dangkal” mengenai Keselamatan, mereka berfikir “yang penting saya percaya, nanti mati masuk Sorga” …. Apakah hanya itu saja tujuan yang dinugerahkan Allah bagi kita melalui kematian Tuhan Yesus diatas kayu salib?

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, bukan hanya hukuman dosa yang mengancam manusia. Akan tetapi juga terjadi perubahan status di hadapan Allah: hubungan kita dan Allah terputus selamanya; kita menjadi seteru Allah. Di dalam karya keselamatan Kristus, bukan hanya hukuman atas dosa saja yang diperdamaikan, akan tetapi juga terjadi pemulihan hubungan manusia dengan Allah: yang tadinya musuh menjadi anak Allah.

Yohanes 1:12; Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa (Hak) supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya (terus percaya) dalam nama-Nya;

Hak apakah yang diperoleh? Rasul Yohanes menjabarkan mengenai status anak-anak Allah lebih jelas dalam suratnya yang sebelumnya yaitu surat 1 Yohanes.

Ada beberapa hak yang diberikan dari pengangkatan Anak ini…

1. Pemulihan Status menyatakan Identitas Allah ada melekat didalam kehidupan kita
(I Yohanes 3:1-2)

Berstatus sebagai anak Allah adalah sebuah pemberian khusus untuk kita sebagai orang percaya dihadapan Allah dan juga dihadapan sesama lingkungan anak-anak Tuhan. Ada identitas Allah didalam kehidupan kita

2. Status ini memberikan kepada kita untuk menaruh pengharapan yang pasti didalam Allah
(I Yohanes 5:14-15)

Setiap kita yang sadar akan status kita harusnya kita tidak pernah kehilangan pengharapan kita didalam Allah.

Selain hak-hak yang diberikan tentunya adapula TANGGUNG JAWAB kita terhadap status yang dianugerahkan kepada kita.

Seperti gambaran seorang budak yang dibebaskan dan diangkat menjadi anak Raja, tidak hanya perubahan penampilan, tetapi segala aspek kehidupannya juga harus diubah dari kebiasan budak menjadi kebiasaan anak Raja. Dari pola pikir budak menjadi pola pikir anak Raja dll.

Ada beberapa tanggung jawab anak-anak Allah

Status anak Allah ~ membawa kehidupan kita untuk menjadi semakin bertumbuh dan serupa dengan Allah.

I Yohanes 3:3-6. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. ~ Hidup didalam kekudusan.

Tanggung jawab untuk melanjutkan Misi kerajaan Allah. – memperluas kerajaan Allah dimuka bumi ini.

Matius 5:9.  ~ Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Bukan hanya kedamaian jasmani tetapi membawa berita pendamaian dari Allah kepada manusia, seperti yang dinyatakan oleh Rasul Petrus bahwa kita adalah imamat-imamat yang rajani.

Biarlah Renungan Firman Tuhan ini boleh mengingatkan anugerah dari Kayu Salib yang mengangkat kita menjadi anak-anakNya.

Ada hak Waris yang Tuhan berikan bagi kehidupan kita yang begitu luar biasa tetapi juga ada tanggung jawab kita sebagai anak-anak Tuhan. Mari menjadi anak-anak Tuhan yang menyenangkan hati-Nya

(YNP)