Renungan Harian, Rabu 18 November 2020

Tokoh-tokoh besar dalam Alkitab itu seperti : Abraham, Ishak, Musa, Yusuf, Yesaya masih banyak contoh lainnya dan secara khusus Bangsa Israel, bahkan Allah Yesus sendiri mengalaminya. Sebelum menjadi tokoh atau bangsa besar yang dipakai Allah secara luarbiasa maka tokoh-tokoh dan bangsa Israel melewati perjalanan pengalaman padang gurunnya.

Padang Gurun identik dengan tempat yang tidak nyaman sama sekali. Sejauh mata memandang seperti tanpa batas bahkan saat cuaca panas (akan panas sekali) dan kalau cuaca dingin (akan dingin sekali). Meski padang gurun sering kali dianggap sebagai tempat yang tidak mungkin disukai (ada yang ingin wisata atau menetap dipadang gurun???) .

Tetapi justru tempat ini dipakai Allah sebagai tempat trainning (untuk melatih dan membentuk orang dan bangsa pilihannya yang akan disiapkan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah yang luar biasa).

Perjalanaan Bangsa Israel empat puluh tahuan di Padang Gurun

Bahkan seperti kita ketahui bangsa Israel berada di padang gurun selama 40 thn sebelum akhirnya mereka memasuki Tanah Perjanjian, yaitu Kanaan. Tentu Allah memiliki tujuan dengan membawa bangsa Israel melewati pengalaman padang gurunnya, yaitu :

1. Agar bangsa Israel setia terhadap Allah

Ulangan 8: 1-6, “Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan ALLAH dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Ingatlah kepada seluruh perjalanan   yang kaulakukan atas kehendak ALLAH, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai  engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.  Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan ALLAH.

2. Agar Bangsa Israel tidak sombong

Ulangan 8:11-15 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan ALLAH, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya,… jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan ALLAH, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

3. Agar Bangsa Israel mengingat Allah

Ulangan 8:17-18 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada ALLAH, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Ulangan 8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan ALLAH, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;

Bisa dikatakan bahwa di padang gurun inilah Allah mengubah mental bangsa Israel dari mental budak menjadi mental prajurit, yang siap untuk merebut tanah yang dijanjikan Allah kepada nenek moyang mereka. Perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun ini justru menunjukkan bahwa Allah selalu menyertai bangsa yang tegar tengkuk ini. Tidak hanya itu, Allah juga sedang mendidik dan menghajar mereka dengan kasih-Nya yang tak berkesudahan sampai mereka masuk ke tanah Kanaan.

Kisah pengalaman padang gurun bangsa Israel setidaknya dapat kita ambil sebagai pelajaran hidup saat kita menjalani pengalaman padang gurun kita masing-masing :

Jika kita sedang mengalami pengalaman padang gurun bisa saja kita berpikir bahwa:

  1. Allah telah melupakan kita.
  2. Kita seperti tinggalkan dan tidak dihiraukan oleh orang-orang sekitar kita
  3. Kita hidup menderita

Tetapi justru disaat-saat kita menjalani pengalaman padang gurun, perhatian Allah sedang tertuju kepada kita (Ia yang akan memimpin, menyertai dan menyediakan segala keperluan).

Masa Padang gurun seringkali dipakai Tuhan untuk membentuk kehidupan kita. Belajarlah untuk setia kepada Tuhan, tidak sombong dan terus mengingat pribadi Allah.

Inilah saatnya kita sedang menjalani rencana Allah dalam kehidupan kita, kita sedang menjalankan kehendak Allah. Allah ingin :

  • Menyiapkan setiap aspek dari kehidupan kita (jasmani dan rohani)
  • Allah sedang membentuk dan mengubah karakter kita.
  • Allah ingin kita bergantung sepenuhnya kepadaNya.
  • Allah ingin menunjukan bahwa saat kita butuh pertolongan, Allah lah yang menyediakan bagi kita.

Supaya saat kita mencapai tanah Kanaan atau menerima janji Allah atas kita semua kita tidak melupakanNya dan tetap setia !

TC