Renungan Harian Anak, 10 April 2020 Jumat Agung

Bacaan: Lukas 23:33-38

Syalom, senang hari ini kakak bisa menyapa adik-adik kembali.

Adik-adik, siapakah tokoh pahlawan super kesukaan kalian? Nah, kalau kalian menonton filmnya, jika tokoh tadi berhadapan dengan orang jahat/ lawannya, apa yang dilakukan pahlawan super itu? Pernahkah kalian melihat pahlawan super yang tidak melawan saat diperlakukan jahat? Biasanya pahlawan super bertarung dengan musuhnya yang jahat sampai menang.

Adik-adik, hari ini kita memperingati hari Jumat Agung, yaitu mengenang pengorbanan Tuhan Yesus di kayu Salib. Di bukit Golgota ada tiga orang yang tergantung di kayu salib. Ada dua orang laki-laki mengerang kesakitan, mereka mencoba menahan rasa sakit. Selain itu ada seorang lagi bersama-sama mereka, sama sekali tidak mengeluh, ia diam saja. Lihat tangan kanan mereka berdarah , Tangan kiri mereka juga berdarah.

Mengapa berdarah, ya?
Oh, lihatlah, tangan dan kaki mereka terpaku. Mengapa mereka ya dihukum berat seperti itu?
Orang yang di sebelah kiri: sering menyakiti orang lain.
Orang yang di sebelah kanan: sering berbuat jahat.
Orang yang di tengah: apakah la juga berbuat jahat? Ah, wajahnya memperlihatkan la orang baik?

Orang yang di tengah sebetulnya tidak jahat dan tidak pernah menyakiti orang lain. Orang itu namanya Yesus. Tuhan Yesus sebenarnya tidak berbuat salah, tetapi la dihukum salib, karena ada orang-orang yang pada waktu itu tidak suka kepada Tuhan Yesus. Mereka tidak ingin Tuhan Yesus mengajar orang banyak. Mereka juga tidak suka Yesus menyembuhkan orang-orang sakit. Mereka tidak suka kalau orang banyak mengikuti Tuhan Yesus. Orang-orang itulah yang jahat dan mengadukan Yesus kepada Pilatus, sehingga Tuhan Yesus yang tidak bersalah harus disalib.

Sssst…. dengar, apakah yang Tuhan Yesus katakan?
Adik-adik mau tahu kan, apa yang Tuhan Yesus katakan?

Tuhan Yesus berkata,
“Bapa, ampunilah mereka”.

Ayo kalau adik-adik semua sudah mendengar apa yang dikatakan Tuhan Yesus, mari kita katakan bersama-sama, apa yang Tuhan Yesus katakan, “Bapa, ampunilah mereka.”

Ya, Tuhan Yesus mengampuni orang-orang yang berbuat jahat kepadanya.

Adik-adik, Tuhan Yesus harus menjalani hukuman mati dengan digantung di kayu salib, la sama sekali tak bersalah. Namun orang-orang pada waktu itu banyak yang membenci-Nya. Meskipun demikian, Tuhan Yesus tidak membalas dengan kejahatan terhadap orang- orang yang berbuat jahat kepada-Nya.

Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya untuk disalib, sebab la mau menunjukkan kasih-Nya kepada umat manusia, la mati disalib demi pengampunan dosa semua orang, juga untuk Adik-adik semua.

Tuhan Yesus juga mau mengampuni Adik-adik dan Kakak, bahkan Tuhan Yesus mengampuni dosa semua orang, sebab la mati disalib untuk menyelamatkan kita yang berdosa. Dalam penderitaan-Nya, Yesus tidak mengeluh, la justru mengampuni orang- orang yang jahat kepada-Nya. Tuhan Yesus itu pemaaf, dan la mau Adik-adik juga suka memaafkan teman-teman, saudara atau siapapun.

Ayo kita baca ayat Firman Tuhan

Efesus 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Komitmenku hari ini:

Tuhan Yesus terima kasih untuk pengorbanan-Mu yang telah menebus dosa-dosaku dan memberikan aku kemenangan.

(SSM – YC)

Link : www.elohim.id/ibadahonline