Renungan Harian, Kamis 21 Mei 2020

Hari ini kita memperingati hari Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, sebagai orang percaya ini menjadi hari yang istimewa bagi kita karena melalui peristiwa inilah pengharapan kita akan kekekalan akan digenapi …

Yohanes 14:2-3
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Dengan Iman dan Pengharapan kita menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, seperti yang dinyatakan dalam

Kisah Rasul 1:11b Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.

Kita akan merenungan Bersama mengenai

PENGHARAPAN AKAN KEDATANGAN TUHAN YESUS

“Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus
(Titus 2:13).

Menantikan.” Penggenapan Pengharapan berarti menerima, mengakui, memberikan izin kepada seseorang. Kata kerja ini memiliki suasana pengharapan dan kesiapan untuk menyambut Seseorang yang sedang dinantikan. Jadi, ketika kita mengaitkan kata menantikan ini dengan kedatangan Tuhan kali kedua, itu berarti

Mereka yang menantikan dengan penuh pengharapan, sukacita dan kedamaian. Sikap hati inilah yang harus kita miliki dalam menanti-nantikan Tuhan.

Pengharapan akan mendorong manusia untuk hidup benar.

Pengharapan akan kedatangan seorang yang sangat kita hargai dan hormati senantiasa mendatangkan persiapan. Ketika seorang presiden atau raja atau pejabat tinggi lain mengunjungi sebuah negara asing, banyak persiapan yang dilakukan untuk melindungi, menyambut, dan memberi kenyamanan. Jelas, ketika orang-orang diselamatkan oleh darah Yesus dan mengharapkan kedatangan Dia yang telah berbuat banyak bagi mereka, mereka akan menjalani hidup yang benar dan layak untuk menyambut-Nya.

Pengharapan ini akan membuat setiap orang percaya memiliki pengendalian diri.

Mereka bertekad untuk menyiapkan diri menyambut Juru selamat mereka dan akan hidup sebersih dan semurni mungkin supaya dapat menyambut Juruselamat tanpa rasa malu dan sudah mempersiapkan dirinya. Kedatangan Kristus kali kedua menyelesaikan penebusan orang-orang percaya. Banyak pengikut Yesus telah dipanggil dari rumah duniawi mereka melalui kematian. Pada saat Kristus kembali, orang-orang yang mati di dalam Kristus akan dibangkitkan. Orang-orang yang masih hidup pada saat Ia kembali akan diangkat untuk berjumpa dengan-Nya.

Kedatangan Kristus kali kedua menandai kemenangan yang sesungguhnya.

Bagi banyak orang yang tengah bergumul di dalam kehidupannya di dunia, hidup kelihatannya dikuasai oleh sijahat dan dosa. Ketika Yesus kembali, kita semua akan memperoleh kemenangan akhir atas setan dan dosa. Kedatangan Kristus kali kedua berarti perjumpaan muka dengan muka dengan Tuhan yang luar biasa yang datang, hidup, mati, bangkit, dan kembali ke surga.

Bagi orang percaya, tak ada yang dapat menandingi perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Dan, akan tiba waktunya ketika Ia menyatakan diri-Nya, kita akan melihat-Nya muka dengan muka.

PA_