Renungan Harian, Senin 19 Oktober 2020

Melalui ketabahan banyak orang memenangkan keberhasilan dari apa yang kelihatannya berujung dengan kegagalan

(Benjamin Disraeli – PM Inggris 1874-80)

Kesabaran dan Ketabahan Mengalahkan segala sesuatu 

-Ralph Waldo Emerson –

Kesabaran itu berkaitan dengan sikap kita terhadap manusia yang ada di sekeliling kita, orang-orang yang bisa jadi mengecewakan kita atau menyakiti kita. Namun ketabahan adalah sikap hati yang terkait dengan sikap kita terhadap situasi berat dan kita tidak menyerah.

Kita akan Memahami ketabahan melalui pengalaman Rasul Paulus di Efesus (+ 56 TM) yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 19: 21-40. Perjalanan Rasul Paulus dalam misinya yang ketiga, orang percaya di kota Efesus mengalami pertumbuhan yang luar biasa sehingga mengganggu orang-orang di Efesus terutama mereka yang ada dikuil Artemis (Dewi Diana). Ada banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan meninggalkan penyembahan kepada dewi Diana. Sehingga mereka membuat huru hara disana menyebarkan berita bohong yang memojokkan orang-orang Kristen di Efesus, termasuk Paulus dan tim pelayanannya.

Gambaran Ketabahan yang dapat kita jumpai dalam diri Rasul Paulus

1. Ketabahan adalah kesanggupan untuk tetap tenang Ketika berhadapan dengan cita-cita yang tertunda

Katanya: “Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga.“ (Kisah Para Rasul 19: 21.b)

Melihat Roma adalah cita-cita tertinggi dan Rasul Paulus, Paulus rindu pergi ke Roma karena disanalah pusat atau ibukota dari dunia yang dikenal pada waktu itu, Roma adalah pusat pengaruh dari dunia yang dikenal pada waktu itu. Dan Paulus rindu dapat menyebarkan berita injil disana.

Namun situasi ini tidak memungkin Paulus untuk kesana, disanalah KETABAHAN Paulus untuk menunda keinginannya. Ditengah situasi yang sulit kita hadapi seperti pada saat ini ada banyak hal yang harus tertunda namun milikilah KETABAHAN, supaya kita tidak menjadi kecewa dengan situasi yang terjadi namun mau untuk terus berjalan dan bertindak.

Jalanilah proses yang ada karena semuanya terjadi untuk menguatkan iman dan percaya kita kepada Tuhan, selalu andalkan Tuhan dalam segala situasi.

2. Ketabahan adalah kesanggupan untuk tetap tenang Ketika berhadapan dengan situasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan

Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus (KPR 19: 29)

Ditengah situasi panik yang kita hadapi, ketabahan akan menolong kita untuk tetap tenang. Karena didalam ketabahan kita, disana ada kepercayaan bahwa ada Tuhan yang selalu menyertai kita. Seperti pengalaman dari Paulus yang terdesak karena kerusuhan yang terjadi, Paulus tetap tabah untuk menghadapi situasi itu dengan tenang dan percaya kepada penyertaan Tuhan.

3. Ketabahan adalah kesanggupan untuk tetap tenang Ketika berhadapan dengan ketidakpastian kehidupan

Situasi pandemi sekarang yang kita hadapi seperti sebuah ketidak pastian … kita tidak tahu kapan situasi ini akan berakhir. Dalam situasi ketidak pastian tetap miliki ketabahan, karena Tuhan tetap bertindak dan berkarya.

Ada 4 Buah Ketidakpastian dalam hidup Menurut Pengkhotbah 9: 1-15

  1. hari esok tidak bisa dijamin dengan pasti
  2. keamanan/sekuritas tidak bisa dijamin dengan pasti
  3. sukses tidak bisa dijamin dengan pasti meski ada potensi
  4. kesetiaan manusia tidak bisa selalu bisa dipegang dengan pasti. 

Di tengah semua situasi yang penuh tidakpastian ini, milikilah KETABAHAN yang akan menguatkan kehidupan kita, tetap percaya akan pertolongan dan penyertaan Tuhan.

Dengan ketabahan di dalam jiwanya seorang manusia dapat menghadapi pengalaman-pengalaman yang paling menakutkan, Namun tanpa ketabahan di dalam jiwanya dia tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan sebuah tugas sederhana seperti menulis sebuah surat.”

GW