Renungan Harian, Selasa 29 September 2020

Amsal 19:22-29

Saudara-saudara kita tentu menyadari pentingnya  mendidik anak sejak dini.  Bukan hanya pendidikan secara pengetahuan, melainkan hal yang penting adalah juga secara karakter dan kerohanian.  Pendidikan pengetahuan, karakter, dan kerohanian merupakan  3 elemen penting  untuk diajarkan secara seimbang  kepada anak-anak kita.

Namun sayangnya dunia ini jika kita tidak antisipasi bersama akan membentuk sebuah nilai yang bertolak belakang dengan kebenaran. Yaitu kesuksesan adalah tujuan dari kehidupan, maka banyak orang akan berusahan mengejar “kesuksesan” dengan berbagai macam cara. Bahkan menghalalkan segala cara walaupun harus mengabaikan pengetahuan yang benar, karakter dan nilai-nilai kerohanian. Setiap keluarga harus memperhatikan kepentingan dan keseimbangan hal ini. Jangan sampai anak-anak kita hanya pandai secara intelektual namun tidak pandai secara spiritual dan sosial.

Karena itulah “DIDIKAN dalam kebenaran” mutlak dibutuhkan didalam sebuah keluarga, untuk menghantarkan kepada masa depan yang indah.

Keseimbangan pendidikan seperti itu juga terlihat didalam Amsal ini, pengamsal mengajarkan tujuan dari mendidik anak, yaitu agar dalam menjalani hidup

Anak menjadi bijak (ayat 20), Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Tidak mempermalukan diri (ayat 26), Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya, memburukkan dan memalukan diri.

Tidak menyimpang (ayat 27). Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan.

Demi mencapai tujuan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diterapkan, dalam mendidik dimana pengamsal menyoroti perilaku orang-orang di sekitar : Jangan jadi pembohong (ayat 22), Pemarah (ayat 19), pemalas (ayat 24), dan pencemooh (ayat 25,28,29).

Memiliki beragam sifat tersebut  sangatlah penting, agar anak dapat menjalani hidup dengan bijak tidak mempermalukan dirinya sendiri, dan tidak menyimpang dari jalan Tuhan. 

Lalu apa yang perlu dilakukan agar sang anak tidak menjadi pembohong, pemarah, pemalas, dan pencemooh? Pengamsal mengajarkan agar anak yang dididik memperhatikan didikan (ayat 20), yaitu hidup dengan mengandalkan Tuhan (ayat 21), berlaku setia (ayat 22), dan hidup takut akan Tuhan (ayat 23).

Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana. Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong. Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.

Meski kebenaran ini soal mendidik anak sesungguhnya kebenaran ini juga berlaku bagi setiap kita sebagai orang tua, tentu kita menginginkan anak-anak kita tidak mempermalukan Tuhan karena itu didiklah anak- anak kita dengan sungguh-sungguh sesuai kebenaran firman Tuhan.  

Dan tentunya didalam didikan, jadikanlah diri anda menjadi teladan untuk melakukan apa yang benar … dan jadikan diri anda sebagai contoh kehidupan bagi anak-anak anda.

Tuhan Yesus memberkati.

EW