Renungan harian Youth, kamis 29 Oktober 2020

Syalom rekan-rekan youth … tetap semangat ditanggal merah ini, sebelum beraktivitas dihari libur rekan-rekan yuk kita bersama merenungkan Firman Tuhan. Minggu lalu kita sudah belajar Bersama mengenai bagaimana pentingnya kita melupakan masa lalu yang membelenggu dan kuncinya adalah dengan PENGAMPUNAN yang melepaskan rasa sakit dan mengalirkan kasih Ilahi dalam kehidupan kita.

Rekan-rekan … hidup terlalu singkat untuk dijadikan tawanan di balik penjara masa lalu. Pernahkah rekan-rekan membayangkan perasaan dalam penjara? Isinya rasa bersalah dan penyesalan. Jika dibiarkan, penjara itu akan menawan dan menyiksa perasaan kita

PRINSIP 3M untuk membangun kehidupan kita untuk mau melepaskan pengampunan.

  1. Menyesali, ada sebuah kesadaran akan hal yang salah dan berdosa.
  2. Memperbaiki situasi, usahkanlah hal-hal yang dapat diperbaiki.
  3. Mengambil tanggung jawab atas hidup Anda.

Nikmatilah manfaat kasih karunia Allah, dan bergeraklah maju meninggalkan rasa bersalah dan melepaskan pengampunan.

Rasul Petrus menulis, “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).

Terjemahan kata serahkan dalam bahasa Yunani berarti, “Buanglah!” segala kekuatiranmu… segala sesuatu yang membuat kamu kuatir harus dibuang, apapun yang menyeret kamu menuju masa lalu—luka lama, trauma, kegagalan… Firman Allah bagi kita hari ini adalah

“Buanglah! dan serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan, Tindakan menyerahkan adalah sikap hati percaya kepada Allah yang memelihara kehidupan kita.

“Menyerahkan” tidak semudah mengucapkannya … seringkali kita tidak mudah untuk menyerahkan sakit hati kita, tidak mau mengampuni karena “EGO” diri kita. Iblis ingin supaya kita terus menyimpan dan menyimpanya, ditambahi dengan bumbu sakit hati dan semakin kita tidak mau mengampuni. Karena itulah menyerahkan khawatir kita dengan Pengampunan adalah “TINDAKAN yang RADIKAL” karena harus ada Ego diri kita yang dikorbankan dan kerelaan untuk melepaskannya.

Mengapa Allah memerintahkan kita melakukan tindakan yang radikal? Karena “Dia memperdulikan Kita”.

Dia Allah yang memelihara kita, Dia menantikanmu untuk menyerahkan segala sesuatu yang membuat kamu kuatir, segala sesuatu? Ya… segalanya serahkan kepada Tuhan.

Bisa jadi penjara masa lalu itu adalah “penjara kegagalan” dalam diri kita, mungkin dalam hati kita berteriak “Tapi, saya melakukan begitu banyak kesalahan.” Rekan-rekan … para pahlawan Alkitab dan Pahlawan Iman adalah orang-orang yang kuat, tetapi mereka bukan orang-orang yang sempurna. Mereka dibentuk dan diproses untuk memperbaiki kesalahan, tetapi mereka tidak pernah disingkirkan! Mereka penuh dengan kelemahan namun kasih Allah yang menopang dan memampukan mereka.

Mengapa Allah memakai orang-orang seperti mereka? Dan Juga diri kita ?

a. Kuasa- Nya disempurnakan dalam kelemahan kita

2 Korintus 12:9, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Hiduplah didalam kasih karunia Allah yang akan memampukan kita mengatasi segala kelemahan dan ketidakmampuan kita.

b. Dia tidak dibatasi oleh keterbatasan kita

Efesus 3:20, Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.

Segala keterbatasan kita, didalam tangan Allah yang tidak terbatas akan memampukan kita untuk terus bekerja dan dipakai untuk memuliakan nama Tuhan.

c. Dia memakai apa yang ada

1 Korintus 1:27, Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.

Dia tidak memakai “seadanya” diri kita, tetapi Dia memilih kita karena anugerahNya yang akan membentuk kita untuk mengerjakan panggilan dan pelayanan kita bagi Allah.

Melalui semua pengalaman-pengalaman yang sudah kita jalani di masa lalu, apakah yang rekan-rekan lihat?  Melewati segala kegagalan dan kelemahan yang ada. Tuhan memilih kita untuk ada dalam rencana-Nya, dalam kehendak-Nya. Bahkan Tuhan dapat memakai semuanya untuk membentuk diri kita untuk menggenapi tujuan-Nya.

Hari ini kita belajar untuk “MENYERAHKAN” … jangan tahan apa yang harus dilepaskan, dengarkan suara Roh Kudus yang mengingatkan hal-hal apa yang harus kita lepaskan, semua kekuatiran kita kepada Allah yang memelihara kehidupan kita.

Komitmenku hari ini

Aku mau menyerahkan dan melepaskan segala sesuatu yang buruk dalam hatiku, iblis selalu berusaha menggoresnya dalam hatiku tetapi aku percaya kasih Tuhan selalu membebat dan memulihkan hatiku.

Tuhan memberkati rekan-rekan semuanya.

MMD 2 – SCW