Renungan Harian Selasa, 12 Mei 2020

Mazmur 121:1-2

Di moment diberlakukannya PSBB di beberapa daerah zona merah di Indonesia, kita mendapati di dunia maya beberapa postingan yang menunjukkan bagaimana reaksi dari masyarakat.  Ada reaksi yang dianggap berlebihan yang dikerjakan oleh aparat dalam menerapkan aturan PSBB, namun ada juga reaksi yang berlebihan yang juga dilakukan oleh perorangan yang menganggap bahwa aturan PSBB tidak masuk akal.  Contohnya beberapa waktu lalu ketika PSBB di berlakukan di wilayah Bogor, ada seorang pria yang marah kepada aparat ketika diminta supaya istrinya yang duduk pindah tempat duduk ke kursi tengah mobil. Covid-19 telah berhasil menggoyah segi ekonomi dan sosial dalam masyarakat dan juga segi kesehatan, banyak tenaga medis yang telah meninggal. 

            Melihat fakta diatas, Covid-19 seolah telah menjadi gunung yang besar yang mengepung kita semua dari berbagai sisi dan membuat ruang gerak kita terbatasi. Namun sebagai umat Tuhan, dan sebagai orang yang percaya, kita memiliki Tuhan yang dasyat dan berkuasa, yang sanggup melakukan segala sesuatu (Ayub 42:2).

Dalam kitab Mazmur 121:1, Pemazmur mengemukakan sebuah keadaan dimana dia ada dalam sebuah pergumulan dalam kehidupan, dimana keadaan ini sama seperti keadaan ketika para peziarah yang pada masa itu melakukan perjalanan dari daerah masing-masing dan berziarah ke Yerusalem, mereka menempuh jalan yang sukar dan berbahaya.  Pemazmur mencoba mengarahkan pandangnya ke gunung-gunung sembari mengharapkan datangnya pertolongan, namun disanapun dia tidak melihat secercah harapan. Namun ayat tersebut tidak berhenti sampai disitu, sampai pada akhirnya pemazmur menyadari bahwa hanya dari satu pribadi saja datang pertolongan, yaitu dari TUHAN, Pencipta langit dan bumi.

Diayat yang ke 2, Penulis menyatakan keyakinan imannya akan kesanggupan Allah dalam memberikan pertolongan walaupun dalam kondisi dan keadaan seperti apapun.  Pemazmur menyatakan dengan tegas dan penuh keyakinan

“Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi”.

Ditengah keadaan yang seperti sekarang ini, dimanapun kita berada, bahaya mengancam kita lebih daripada yang kita sadari. 

Mazmur 121:1-2 ini mengajar kita untuk:

1. Jangan mengandalkan siapapun selain daripada Tuhan saja.

frasa “pertolonganku ialah dari TUHAN,..” menunjukkan bahwa hanya Tuhan sajalah yang sanggup memberikan pertolongan dan tidak ada pribadi yang lain yang dapat disamakan [sejenis] yang dapat disejajarkan dengan Tuhan. [Mazmur 40:6]

“Lihatlah, semua pertolongan bagi kita tersedia di dalam Tuhan dan selalu tersedia bagi kita.”

pernyataan “Yang menciptakan langit dan bumi.” memperkuat apa yang pemazmur sampaikan diatas. Tidak ada pencipta yang lain selain Tuhan.  Jangan sampai kita berpaling dari-NYA karena kita akan celaka.

2. Carilah Pertolongan dari Tuhan melalui IMAN atas janji-janji-NYA dan Rasa Hormat terhadap semua ketetapan-NYA.

Bilangan 23:19 menulis demikian;

“Allah bukanlahh manusia, sehingga IA menyesal.  Masakan IA berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?.”

Ada sebuah kalimat yang menarik dari ayat tersebut dalam terjemahan Firman Allah Yang Hidup; “Pernahkah IA berjanji, tanpa menepatinya?.”

Daud dalam Mazmur yang ditulisnya menyatakan keyakinan dan imannya kepada Janji Tuhan.  Diantaranya: Janji Tuhan menjaga dari dosa [Mazmur 119:11], Janji Tuhan menghidupkan [Mazmur 119:50], Janji Tuhan Manis meneguhkan langkah kita [Mazmur 119:133], Janji Tuhan membebaskan [Mazmur 119:170], Janji Tuhan melebihi segala sesuatu [Mazmur 138:2].  

Bukan hanya penyataannya yang berpegang kepada janji TUHAN, namun Daud juga adalah seorang yang sangat menghormati ketetapan-ketetapan TUHAN. Diantaranya: Mazmur 119:5 “sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-MU.”,  Mazmur 119:8 “aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-MU, jangan tinggalkan aku sama sekali.”,  Mazmur 119:16 “Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-MU; Firman-MU tidak akan kulupakan.”  Bentuk hormat Daud kepada ketetapan TUHAN adalah dengan gemar melakukan ketetapan TUHAN terebut dalam hidup sehari-harinya.

Ekspresi iman dan keyakinan kita kepada janji-janji Allah, merupakan buah dari rasa hormat kita kepada ketetapan-ketetapan-NYA.

Jangan pernah mencari pertolongan selain dari pada Tuhan.  Percayalah kepada-NYA dan Andalkanlah DIA. 

Yesaya 31:1 “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada yang Maha Kudus, Allah Israel, dan tidak mencari Tuhan.

DS