Renungan Harian, Sabtu 28 November 2020

Setiap manusia siap tidak siap suatu saat akan ada waktu untuk meninggalkan dunia ini. Dan ketika manusia meninggal maka dia akan meninggalkan warisan entah itu warisan yang baik ataupun warisan yang tidak baik. Warisan bukan saja tentang harta benda namun ada juga warisan kebenaran atau warisan hikmat yang bisa kita berikan bagi generasi yang akan datang.

Hari ini kita kembali belajar bersama dari Musa, ada warisan rohani yang telah ia berikan bagi generasi setelahnya bahkan sampai generasi sekarang ini. Warisan Hikmat bukan tentang panjangnya usia namun nilai-nilai kehidupan yang diberikan.

“Yang Muda atau Yang Tua”

manakah yang dipilih apakah yang muda atau yang tua (Musa meninggal usia 120 tahun tetapi Yesus pada usia 33 tahun).  ~ Bagaimanakah pandangan Alkitab manakah yang lebih baik apakah masa muda ataukah masa tua ? Alkitab tidak membedakan masa mana yang baik, semua masa dapat diperguakan untuk mewariskan nilai kehidupan.

Belajar dari Fase Kehidupan Musa, ada 3 Fase

Fase Pertama ~ Fase Kesuksesan (40 Tahun pertama) sebagai anak angkat Firaun. Musa menikmati masa kegemilangan dan kejayaan didalam kerajaan.

Fase Kedua ~ Fase Derita di padang belantara. (40 Tahun kedua) ~ Pada Fase inilah pembentukan karakter kehidupan yang dipersiapkan untuk memimpin sebuah bangsa yang besar…

Mazmur 90:10-12. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Berhikmat). ~ Musa melihat betapa pentingnya hati yang berhikmat yang dibentuk melalui kesabaran,  ketabahan dan kelembutan hati,

Fase Ketiga Kedewasaan. ~ (40 Tahun ketiga) Musa menjadi pribadi yang berkarakter lemah lembut dan bijaksana.

Mazmur 90 ditulis oleh Musa pada saat dia dibentuk oleh Allah dipadang gurun, Musa menyatakan memohon kebijaksanaan untuk menghitung hari-hari kehidupannya.

Menghitung Hari ~ memiliki arti “Petiklah hari”  apakah yang kita petik pada hari ini ~ orang berhikmat adalah orang yang bisa memetik hari dengan bijaksana.

Apakah arti memetik hari dengan bijaksana …

1. Apakah yang kita kerjakan dapat memberkati orang lain.

Hidup yang bijaksana adalah memakai kehidupan kita untuk memberkati orang lain. Tuhan selalu mempersiapkan diri kita untuk menjadi berkat bagi orang lain, dan inilah panggilan pelayanan kita semuanya.

2. Apakah Karakter kita dibentuk

sehingga memilki karakter yang semakin dewasa dan karakter yang menyentuh. ~ Karakter dari jati diri seseorang tidak dikuburkan tetapi diwariskan dan dinilai oleh orang lain.

Yesaya 46:3-4 ~ “Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Bersandarlah pada “Janji Tuhan”. Tuhan memberikan janji bahwa dia ada dalam setiap bentangan waktu kehidupan anak-anaknya. Ada 7 kata kerja aktif yang dipakai diayat ini yang menyatakan betapa sempurnanya karya dan penyertaan  Tuhan (Kudukung, Kujunjung, menggendong,  melakukannya, menanggung, memikul dan menyelamatkan)

Kiranya ini juga menjadi doa kita untuk memiliki hati yang bijaksana sehingga kita menjalani hari-hari kita berkenan kepada Allah.

GB