Renungan Harian Youth, Selasa 05 Januari 2021

Rekan-rekan youth setiap kita sedari masa kecil sudah ditanamkan sebuah istilah yang berkaitan dengan masa depan kita yang  biasa disebut dengan “cita-cita.”  Bahkan ada sekolah yang sudah memberikan motivasi kepada para muridnya dalam program yang bertema i want to be dimana setiap anak harus memakai dress code sesuai dengan profesi yang ada di dalam cita-citanya.  Sehingga setiap anak diarahkan kepada persiapan dan perencanaan yang berkaitan dengan masa depan mereka nantinya.  Tetapi, dalam perjalanannya kehidupan manusia seringkali kita juga menemukan ada orang-orang yang meskipun sudah memiliki persiapan yang cukup berkaitan dengan cita-citanya namun pada akhirnya ternyata jalan Tuhan tidak menuntun kepada apa yang selama ini dia persiapkan.

Perencanaan Membawa Masa depan ke masa sekarang sehingga anda dapat melakukan sesuatu tentang itu sekarang.

-Alan Lakein-

Memang benar apa yang dikatakan oleh seorang penulis yang ahli dalam manajemen waktu tersebut.  Manusia akan dituntun kepada masa depan dan semuanya harus didahului dengan perencanaan.  Dan di dalam Alkitab, penulis kitab Amsal pun tidak memungkiri bahwa manusia harus memiliki perencanaan di dalam kehidupan, namun diatas semuanya itu, penyerahan diri kepada Tuhan merupakan kunci dari setiap keberhasilan di dalam perencanaan.

Amsal 16:3, Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu

Memang pada dasarnya HIDUP MANUSIA TIDAK DAPAT LEPAS DARI PERENCANAAN.  Dan ini merupakan pengalaman yang dialami sendiri oleh Raja Salomo ketika hendak membangun bait Allah.  Walaupun sebenarnya, bukan Salomo yang merencanakan pembangunan tersebut melainkan ayahnya, Daud.

1 TAWARIKH 28:10-21, Kita dapat menemukan bahwa pembangunan Bait Allah tersebut merupakan kolaborasi antara ayah dan anak. DAUD MERENCANAKAN, SALOMO MENYELESAIKAN.

Rencana Daud adalah MEMIKIRKAN KONSEP BAIT ALLAH, MENYEDIAKAN BAHAN BAKU, MEMIKIRKAN SEMUA PERKAKAS yang ada di dalam bait Allah itu sendiri.  Hal yang perlu kita soroti dalam pembangunan ini adalah Daud tidak sekedar membuat  wacana atau masterplan.  Sebagai seorang raja, dia memiliki kuasa, dan itu ia manfaatkan untuk mengadakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pembangunan bait Allah.

Dalam hal ini, mari kita renungkan bahwa dalam membuat sebuah perencanaan kita tidak sekedar hanya sebuah tulisan mengenai daftar hal-hal apa saja yang harus dilakukan, namun perencanaan menurut Daud adalah mempersiapkan segala sesuatu agar pelaksanaan dari apa yang tujuannya tercapai dengan tepat sasaran.  

Dan benar, Allahpun berkehendak bahwa bukan Daud yang akan membangun bait Allah tersebut melainkan anaknya, Salomo yang kemudian naik tahta menggantikan Daud sebagai raja Israel.

Salomo pun melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sebagai raja Israel dan bertindak sebagai eksekutor dari perencanaan Daud untuk pembangunan Bait Allah. Salomo sepertinya diberikan tanggung jawab yang mudah, karena segala sesuatu sudah tersedia.  Tetapi jika kita belajar dari Salomo, hal yang paling utama yang dia lakukan ketika menjadi raja adalah Tindakan Salomo MEMINTA HIKMAT DARI TUHAN.  Dengan kesadaran bahwa ia membutuhkan hikmat dari Tuhan, nampaknya ia ingin Tuhan sendiri yang mengarahkan segala tindakannya dalam urusan pembangunan bait Allah, sehingga ia dapat MELAKUKAN DENGAN TEPAT dan MENGERJAKAN DENGAN SEMPURNA segala tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

SESUATU YANG DIRENCANAKAN AKAN MEMBUAT SESEORANG UNTUK BERPIKIR PANJANG

Dan memang benar, jika bukan karena hikmat Tuhan yang menguasai kehidupan Salomo, maka segala sesuatu yang direncanakan/dipersiapkan Daud tidak akan terjadi seperti apa yang diinginkan Tuhan.  Demikian juga jika seandainya Daud memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memahami maksud Allah dalam pembangunan bait Allah, belum tentu bait Allah itu akan dikerjakan dengan sempurna. 

Allah selalu memiliki tujuan dalam mengintervensi rencana manusia, dan memang rencana Allahlah yang tidak akan pernah gagal dalam hidup manusia.

Komitmen kita:

Aku mau memahami bahwa dalam sebuah perencanaan, ini bukanlah sebuah wacana dalam bentuk tulisan namun merupakan sebuah persiapan yang matang untuk semakin dekat dengan sasaran yang Tuhan ingin aku kerjakan.

AMSAL 19:21, BANYAKLAH RANCANGAN DI HATI MANUSIA, TETAPI KEPUTUSAN TUHANLAH YANG TERRLAKSANA

RM – MLE