Renungan Harian Youth_Selasa 12 Januari 2020

Rekan-rekan youth setiap kita sedari masa kecil sudah ditanamkan sebuah istilah yang berkaitan dengan masa depan kita yang  biasa disebut dengan “cita-cita.”  Bahkan ada sekolah yang sudah memberikan motivasi kepada para muridnya dalam program yang bertema i want to be dimana setiap anak harus memakai dress code sesuai dengan profesi yang ada di dalam cita-citanya.  Sehingga setiap anak diarahkan kepada persiapan dan perencanaan yang berkaitan dengan masa depan mereka nantinya.  Tetapi, dalam perjalanannya kehidupan manusia seringkali kita juga menemukan ada orang-orang yang meskipun sudah memiliki persiapan yang cukup berkaitan dengan cita-citanya namun pada akhirnya ternyata jalan Tuhan tidak menuntun kepada apa yang selama ini dia persiapkan.

Perencanaan Membawa Masa depan ke masa sekarang sehingga anda dapat melakukan sesuatu tentang itu sekarang.

Alan Lakein-

AMSAL 19:21
BANYAKLAH RANCANGAN DI HATI MANUSIA, TETAPI KEPUTUSAN
TUHANLAH YANG TERRLAKSANA

Seperti yang telah dibahas dalam renungan bagian pertama, kita mendapati ada intervensi Allah dalam perencanaan Daud, dan kita pun melihat bagaimana Salomo mencari Tuhan dan hikmat-Nya untuk pelaksanaan sepenuhnya dari rencana Allah bagi bangsa Israel

MANFAAT PERENCANAAN

1. MEMIKIRKAN MASA DEPAN;

Daud sudah memikirkan dan sudah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk pembangunan itu; di dalam pikiran Daud adalah bagaimana di masa yang akan datang bangsa Israel dapat memiliki bangunan tempat kediaman Allah di tengah-tengah Israel.

2. MENGERTI SASARAN;

Daud memahami bahwa dengan adanya bait Allah ditengah-tengah Israel, maka identitas bangsa Israel sebagai umat Allah dapat dilihat oleh bangsa-bangsa lain.

3. DISIPLIN;

Daud pun belajar untuk tunduk pada kehendak Allah dan mampu mendisiplinkan egonya untuk meluaskan kedaulatan Allah di dalam hidupnya.

PROSES TUHAN DI DALAM PERENCANAAN

Sebaik atau seburuk apapun segala perencanaan seseorang, pada akhirnya kita dapat memahami bahwa kualitas dan ketulusan hati kita lah yang dilihat oleh Allah, karena itu PERENCANAAN KITA TIDAK BOLEH MELEBIHI KEYAKINAN KITA KEPADA TUHAN

Dan kualiats dan ketulusan hati kita menjadi sebuah penggerak bagi kita untuk dapat mengerti bahwa KITA PERLU UNTUK MENYIAPKAN HATI BILA TERJADI:

PENUNDAAN – PEMBATALAN – PERUBAHAN

Saya yakin rekan-rekan juga sangat paham mengenai makna literal dari ketiga poin di atas.  Dan jika di masa-masa sekarang hal-hal tersebut sedang dialami oleh kalian, maka inilah waktunya untuk menunjukkan kualitas dan ketulusan hati dengan meresponi proses Tuhan di dalam perencanaan kita.

Dan dalam MERESPONI PROSES TUHAN, ada tiga kata yang dapat kita jadikan sebuah perenungan untuk melihat sampai di mana kualitas dan ketulusan hati kita, yaitu:

INTIMACY, Apakah kita memiliki hubungan karib dengan Tuhan? Seberapa akrab hubungan kita dengan Tuhan?
SUBMIT, Apakah kita benar-benar tunduk dan berserah pada ketentuan Tuhan dalam setiap perencenaan kita yang mengalami intervensi langsung dari Tuhan?
RELY, Apakah kita bergantung sepenuhnya kepada kehendak Tuhan atas kita?

Ada banyak perenungan yang bisa kita lakukan untuk menguji ketulusan kita, namun percayalah bahwa setiap intervensi dari Tuhan terhadap rencana kita, tidak akan pernah dapat membawa kita memperkatakan bahwa Allah itu jahat, tidak adil, dan pilih kasih.  Tindakan Tuhan bagi kita selalu tepat menurut kekayaan dan kemuliaannya.

Komitmen kita:

Aku mau memiliki hubungan yang akrab dengan Tuhan, Aku mau tunduk dan berserah pada ketentuan Tuhan, Aku mau bergantung sepenuhnya pada tujuan Allah yang mulia di dalam hidupku.

Yeremia 29:11 (FAYH), Karena Aku mengetahui segala rencana-Ku bagimu.  Demikianlah firman Tuhan.  Rencana-rencana itu untuk kebaikan, bukan untuk keburukan, untuk memberi kamu masa depan yang penuh pengharapan.

RM – MLE