Renungan Harian, Selasa 13 Oktober 2020

Mazmur 103:1-5, Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Saudara-saudara kita tahu Daud sebagai raja Israel yang cinta akan Tuhan, termasyur dan kaya namun tidak meluputkan hidupnya dari masalah  atau  pergumulan hidup.  Sebagai manusia biasa dengan segala kelebihannya namun juga memiliki banyak kelemahan. Mari kita belajar bersama apa yang dilakukan raja Daud pada saat hidupnya  menghadapi masalah????.

MEMBANGUN PUJIAN KEPADA ALLAH

memotivasi dirinya dengan cara memerintahkan sendiri dengan berkata : “Pujilah Tuhan, Hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku ( ayat 1-2)

Daud menyatakan bahwa ada banyak alasan mengapa kita harus memuji Tuhan yaitu  karena:

  • Ingatlah akan kebaikan Tuhan, “janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! ( ayat 2b)
  • Tuhanlah yang menyembuhkan dan memulihkan kehidupan kita, ; Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu (Ayat 3)
  • Dialah yang telah menebus kehidupan kita dan memberikan keselamatan, “Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur” (Ayat 4a)
  • Dialah yang memberkati kehidupan kita dengan kebaikan dan memberikan kekuatan menghadapi bagai kehidupan “yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. (ayat 5)

Sebab itu marilah kita memuji Tuhan dengan segenap hati, karena ada KUASA ALLAH ada didalam PUJI-PUJIAN.

Ada saatnya kita hanya memuji Tuhan saja dan mempercayakan segala sesuatunya kepada Tuhan, Tetapi ada pula  saatnya kita mengambil  bagian untuk tetap melangkah dalam kebenaran dan berjuang dengan penyertaan Tuhan. Marilah kita selalu memotivasi diri sendiri, selalu memuji Tuhan,  mengingat kebaikan dan kemurahanNya di dalam segala hal.

“PUJILAH TUHAN HAI JIWAKU” adalah sebuah ungkapan dimana Daud sedang melawan situasi yang berkecamuk dalam dirinya, kelemahannya, ketidak sanggupannya. Namun ditengah situasi yang berat itu seolah-olah Daud sedang mengambil sebuah keputusan bahwa “Aku tidak mau lemah” dan sebaliknya dia memerintahkan jiwanya yang sedang lemah untuk memuji Tuhan dan kuasa pujian memberikan kekuatan dalam batinnya.

Daud menyatakan Imannya kepada Tuhan melalui Pujian dan Penyembahannya kepada Tuhan. Daud mengingat terus kebaikan Allah dalam hidupnya, dan Daud mempercayakan kehidupannya sepenuhnya kepada Allah

Beban kehidupan yang kita alami kadang membuat kita mudah berkecil hati dan mengeluh. Dari mazmur Daud diatas sama-sama kita belajar, seharusnya segala kesusahan dan kegelisahan diganti dengan semangat memanjatkan puji syukur kepada Tuhan. Betapa tidak, Allah telah mengampuni dosa kita, menyembuhkan kita, menebus kita dari kebinasaan, melimpahi kita dengan kasih sayang, dengan kebenaran dan keadilan. Semua itu diberikan Allah kepada kita bukan karena kita berhak untuk memperolehnya, melainkan karena anugerah Allah.

Demikianlah seharusnya didalam kehidupan kita sebagai anak Tuhan. Mengatasi kelemahan hidup, kita harus memotivasi diri untuk senantiasa MEMUJI TUHAN,  MENINGGIKAN DIA, karena Dialah sumber Pengharapan dan kita hidup oleh anugerahNya.                                            

Tuhan Yesus memberkati.

E.W