Renungan Harian Youth, Kamis 07 Mei 2020

Bahan Bacaan : 2 Tawarikh 15

Syalom rekan pemuda remaja Elohim… walaupun hari ini tanggal merah loh dikalender kita, tapi rasanya kok sama saja ya, mungkin karena efek udah lama stay at home ya … tapi saya percaya rekan-rekan youth masih semangat semuanya ya …

Hari ini kita mau belajar tentang sebuah reformasi diri.
Apa sih itu reformasi?
Menurut KBBI reformasi adalah perubahan secara drastis yang dilakukan untuk sebuah perbaikan yang lebih baik di bidang sosial, politik, ekomoni dan agama. Ngomong -ngomong tentang reformasi di bidang agama, Di Alkitab ada sebuah kisah raja Yehuda  yang melakukan reformasi ini, ada yang tau siapa?? Nah betul raja Asa, dia adalah raja Yehuda yang ke tiga, menggantikan ayahnya yaitu raja Abiam.

Dalam 2 Tawarikh 15 menceritakan bahwa bangsa Yehuda berada dalam kondisi damai, aman dan diberkati Tuhan, namun ternyata bangsa Yehuda belum sepenuhnya menjauhkan diri dari penyembahan berhala, karena ternyata masih banyak tempat yang dipakai untuk menyembah berhala. Maka dari itu pada ayat 2-7, Tuhan mengingatkan raja Asa melalui Azarya tentang betapa pentingnya ketaatan dan kesetian kepada Allah.

2 Tawarikh 15: 7 (FAYH) Tetapi kamu orang Yehuda, tetaplah tekun mengerjakan yang baik. Jangan menjadi lemah semangat karena kamu akan menerima pahala”.

Mendengar perkataan Azarya itu, maka dengan semangat raja Asa memberanikan diri dan menguatkan hatinya untuk mengadakan reformasi dalam bidang keagamaan, dengan menyingkirkan semua berhala yang ada di tanah Yehuda dan Benyamin serta di kota -kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Tidak hanya itu raja Asa juga memperbaiki mezbah Tuhan. Keseriusan raja Asa untuk mengadakan reformasi ini juga dibuktikan dengan pemecatan neneknya sendiri, yaitu Maakha dari jabatan ibu suri kerajaan, karena Maakha membuat patung Asyera (ayat 16).

Dari kisah raja Asa ini, kita belajar bahwa kita pun perlu mengadakan reformasi diri.

Kita perlu membulatkan tekad untuk menyingkirkan berhala yang ada dalam diri kita, contohnya kesenangan diri, keserakahan, hawa nafsu, dan segala bentuk rupa dosa.

Diperlukan kesungguhan dan keseriusan untuk mengadakan reformasi diri, perlu dilakukan dengan sunguh-sunguh, tidak setengah-setengah.

Pada 2 Tawarikh 15: 14-15 Mereka bersumpah setia kepada Tuhan dengan suara nyaring, dengan sorak-sorai dan dengan tiupan nafiri dan sangkakala. Seluruh Yehuda bersukaria atas sumpah itu, karena dengan segenap hati mereka bersumpah setia dengan kehendak yang bulat mereka mencari Tuhan…..

Dan pastinya dalam melakukan sebuah reformasi, pasti selalu ada tantangan dan hambatan yang menghadang seperti rasa malas, menunda untuk mengerjakan reformasi itu. Contohnya ketika kita bertekad mengadakan reformasi diri dalam hal berdoa, tantangannya pasti ada aja, entah ngantuk, lupa atau mungkin disaat kita belajar mendisiplinkan diri untuk baca Firman Tuhan, pasti godaan itu datang, seperti rasa malas, baru baca bentar sudah ngantuk, atau menunda dengan berkata ah nanti siang aja, ah nanti malam aja, ah besok pagi aja deh.

Namun dengan komitmen yang tinggi, setiap tantangan dan hambatan pasti dapat dilalui dan diatasi.

Yang terutama dibutuhkan adalah TEKAD dan KESUNGGUHAN HATI dalam melakukan sesuatu untuk membawa ke arah yang lebih baik dan seringkali hal itu membutuhkan pengorbanan atau ada harga yang harus dibayar.

Ayo apapun yang Tuhan ingatkan dalam kehidupan rekan-rekan tentang hal-hal apa yang harus dirubah, ayo segera taati dan berubahlah, reformasi diri kalian sehingga semakin menjadi pribadi yang semakin bertumbuh dihadapan Tuhan.

Asa telah mengambil keputusan dengan  menguatkan hatinya utuk melakukan Reformasi rohani, lalu bagaiamana dengan kita? maukah kita juga bertekad untuk mengadakan reformasi rohani dalam hidup kita?

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Yuk kita sama-sama berkomitmen untuk mau melakukan reformasi rohani

Tuhan aku mau bertekad dengan kesungguhan hati mengadakan perubahan rohani dalam hidupku untuk semakin dekat dengan Engkau, mencari dan mengutamakan Engkau, serta menghancurkan segala berhala dalam diri ku.

IM – AC