Renungan Harian, 28 April 2020

Latar Belakang:
Dalam I Raja Raja 19:3-8, Elia adalah seorang nabi yang luar biasa dipakai Allah untuk menyampaikan pesan Allah untuk bgs Israel. Dan puncak keberhasilannya adalah ketika Elia memusnahkan 450 nabi-nabi baal di sungai Kison. Tuhanlah yang membuat Elia berhasil melakukan hal itu. Dan pembunuhan yang dilakukan oleh nabi Elia membangkitkan kemarahan dari Izebel istri dari raja Ahab yang sangat jahat dan licik. Akibatnya izebel mengancam akan membunuh nabi Elia. Elia seorang nabi yang hebat, sudah mengalami pengalaman dengan Tuhan, Tuhan memelihara hidupnya melalui seorang janda, memberi makan melalui burung gagak, bahkan menjawab doanya ketika berhadapan dengan nabi-nabi baal. Namun pada faktanya ternyata Elia mengalami masa lelah, jenuh, takut, ketika menghadapi ancaman.
Allah mengetahui hal ini sehingga Allah menggunakan ancaman Izebel sebagai saat untuk merefresh Elia kembali.

Dalam I Raja-Raja 19: 4-8, Allah membiarkan Elia makan minum dan tidur dan Allah juga yang menyediakan makanan (roti bakar) minuman. Dua kali malaikat membangunkan Elia untuk makan dan minum.
Tujuannya adalah supaya nabi Elia menjadi segar dan kuat kembali karena ada proyek/tugas baru yg harus dikerjakan oleh Elia. Setelah masa refresh/penyegaran itu, nabi Elia bisa berjalan selama 40 hari 40 malam di padang gurun untuk melanjutkan tugas yang Tuhan percayakan dan akan dikerjakan oleh Elia.

Bapak, ibu, saudara sekalian sadarkah kita bahwa ternyata pandemi covid 19 selain berdampak banyak hal secara negatif dan kita berdoa semoga semuanya lekas berlalu, namun ada dampak yang positif yaitu merefresh/menyegarkan banyak hal. Perintah tinggal di rumah , bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah ternyata memberikan hal-hal yang positif.

1. Manusia di refresh.

Kita lebih fresh/segar banyak waktu dengan keluarga, bisa istirahat dengan cukup. Sebelumnya kita sangat sibuk sehingga kurang waktu untuk istirahat. Kita kerja, kerja dan kerja saja sehingga melupakan istirahat akhirnya berpengaruh pada kesehatannya. Kita jadi jauh dengan keluarga karena kesibukan kita masing-masing. Namun saat ini kita memiliki banyak waktu untuk bersama mengerjakan banyak hal di rumah bersama dengan keluarga. Memiliki waktu untuk berdoa Bersama, membangun mezbah keluarga sehingga persekutuan kita dengan keluarga dan Tuhan semakin erat.

2. Binatang-binatang juga lebih fresh/segar

karena tidak ada gangguan manusia yang mengurangi aktivitasnya diluar

3. Alam di refresh

Polusi sangat berkurang banyak. Banyak negara yang mengalami penurunan polusi udara.

4. Orang tua/ibu juga diajar untuk menghargai

Menghargai jasa seorang guru. Betapa repot dan beratnya tanggung jawab seorang  guru dalam mendidik anak-anak kita.

5. Kita diajar untuk peduli pada lingkungan kita dan orang-orang yang membutuhkan.

Sehingga kita bisa berbagi dengan sesama. Peduli kepada kebersihan dan Kesehatan diri sendiri.

Ijinkan Tuhan Menyegarkan kembali semua yang lesu kepada semangat yang baru

Mari kita jadikan pandemi covid 19 ini sebagai saat untuk penyegaran kembali sehingga nanti ketika tiba saatnya semua pulih kita akan lebih segar, sehat dan bersemangat dalam bekerja, beribadah, melayani, melakukan kebaikan. Dan kita akan lebih perduli dan menghargai sesama kita. Sebagai anak-anak Tuhan, ada proyek besar yang Tuhan sediakan untuk kita kerjakan yaitu masa penuaian besar, nantikanlah waktunya.  Dia akan memberitahu kita apa yang harus kita kerjakan. 

Semangat terus bersama Tuhan di minggu terakhir bulan ini.

Tuhan Yesus menyertai kita semua.

EM