Waspada_Keserakahan

Renungan Harian Jumat, 28 Agustus 2020

Arti kata berhala dalam kamus Alkitab adalah BIS- Patung, dewa atau ukiran yang dipuja. Orang orang kristen pada zaman ini sudah mulai memahami bahwa penyembahan kepada berhala adalah sesuatu yang dilarang dalam kekristenan. Sehingga menyebabkan mereka mulai mengadakan pembersihan di rumah-rumah mereka jika terdapat symbol-simbol berhala yang berbentuk patung, ukiran atau apapun juga yang menjadi simbul penyembahan berhala. Hal ini sempat viral di tahun 1990 keatas, dengan adanya beberapa pengajaran yang mengajarkan ada roh roh dibalik beberapa benda yang menjadi symbol-simbol penyembahan berhala. Memang saat ini orang kristen sudah tidak menyembah berhala secara fisik. Namun sadarkah kita seringkali kita menyembah sesuatu yang tidak terlihat.

Inti dari penyembahan adalah sesuatu (berbentuk atau tidak berbentuk) apapun itu yang menjadi sesuatu yang disembah, ditinggikan, dimuliakan.

Rasul Paulus mengatakan bahwa keserakahan itu seperti penyembahan berhala. Dalam Kolose 3:5 Paulus mengatakan bahwa keserakahan adalah serupa dengan penyembahan.

Manusia itu serakah.

Pernyataan ini jelas tak terpungkiri, dan sejak lama telah teridentifikasi. Keserakahan sebagai bentuk perilaku tidak pernah merasa cukup atas segala nikmat yang telah didapatkan. Keserakahan dalam diri manusia tidak akan pernah hilang, sampai ia terbaring di sebelah ajal.
Manusia berusaha mencapainya karena mereka anggap kebahagian mereka di tentukan oleh kekayaan yang mereka miliki.

detik.com

Plato berpandangan setiap orang bisa hidup sejahtera secara merata, maka manusia perlu dan berkewajiban mengendalikan nafsu keserakahannya untuk memenuhi semua keinginan yang melebihi kewajaran.

Sejalan dengan pandangan gurunya itu, Aristoteles menganggap bahwa kebutuhan manusia itu tidak terlalu banyak, tetapi keinginannyalah yang relatif tidak terbatas.

Kebutuhan dan keinginan adalah dua sisi yang berbeda.

Dan, dewasa ini industri modern bekerja keras hingga sukses mengubah keinginan menjadi motif kebutuhan. Padahal bila kita mau merenungkannya, cukup sebentar saja, keinginan itu adalah ketidakwajaran yang tiba-tiba menjadi urgen yang harus segera dipuaskan. Padahal faktanya keingianan tidak akan pernah terpuaskan oleh apapun juga. Manusia tidak akan pernah merasa puas dalam hidupnya jika ia selalu membiarkan keinginan dan keserakahan menguasai hidupnya.

Ini sekilas gambaran bagaimana keserakahan manusia yang tidak wajar. Salah satu sifat orang akhir zaman adalah mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.

2 Timotius 3:2a(TB) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.

Mereka akan melakukan apa saja mulai dari cara yang baik sampai dengan cara kekerasan, menjatuhkan orang lain, menipu, merampok, korupsi dan lain sebagainya asal mereka bisa mencapai tujuannya. Karena sekali lagi jika mereka memperoleh kekayaan mereka akan bahagia.

Namun kita lihat apa kata Alkitab.

TAMAK SAMA DENGAN MELAYANI BERHALA

Efesus 5:5 (VMD) Yakinlah akan hal ini: Tidak ada orang yang akan mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah jika mereka melakukan dosa percabulan, melakukan yang jahat, atau tamak. Orang yang tamak seperti itu melayani berhala.

HARUS WASPADA ATAU BERJAGA-JAGA

I Yohanes 5:21, Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Waspada ~ Kata yang berbeda (phylasso) dengan yang dipakai di 5:18 (tereo). Artinya berjaga-jaga seperti prajurit yang tugas jaga. Segala berhala. “Suatu ‘berhala’ ialah sesuatu yang menduduki tempat yang seharusnya diduduki oleh Allah” (Westcott)

Renungan pagi ini mengingatkan kita untuk

waspada terhadap berhala akhir zaman yang tidak berwujud tapi sangat menjerat manusia yaitu “KESERAKAHAN”. Orang yang serakah tidak pernah perduli dengan orang lain, semua berfokus pada diri sendiri. Firman Allah mengajarkan kita untuk tidak memikirkan kepentingan diri sendiri.

Filipi 2:4 (TB) dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Selamat Pagi, Selamat Beraktifitas
Tuhan Yesus menyertai kita semua.

EM